Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Hai Nona! Unduh aplikasi pelacak menstruasi kami untuk iOS & Android untuk memahami lebih baik tentang siklus menstruasi kamu.

Perlukah Mencuci Pembalut Sekali Pakai Sebelum Dibuang?

Perlukah Mencuci Pembalut Sekali Pakai Sebelum Dibuang?

Bagi banyak perempuan, pembalut sekali pakai adalah pilihan utama karena mudah digunakan dan praktis. Namun, beberapa orang kini mulai bertanya-tanya: apakah pembalut sekali pakai perlu dicuci sebelum dibuang? Pertanyaan ini sering muncul karena alasan kebersihan, privasi, atau keinginan menjaga lingkungan. Meski niatnya baik, para ahli kesehatan dan lingkungan umumnya tidak menyarankan mencuci pembalut sekali pakai sebelum dibuang.


1. Apa Sebenarnya Isi Pembalut Sekali Pakai?

Pembalut sekali pakai terbuat dari lapisan plastik, serat selulosa yang diputihkan, perekat, dan bahan penyerap super (superabsorbent polymers/SAP). Semua komponen ini dirancang untuk menyerap dan mengunci darah menstruasi, bukan untuk dicuci dan digunakan kembali.

Ketika dicuci, struktur pembalut bisa rusak dan melepaskan mikroplastik ke air limbah, yang dapat mencemari lingkungan. Karena bahan-bahannya sintetis, pembalut sekali pakai tidak akan terurai di air seperti kain, melainkan justru menambah beban polusi plastik.


2. Risiko Kesehatan Jika Dicuci

Beberapa orang berpikir mencuci pembalut membuatnya lebih “bersih” sebelum dibuang, padahal ini justru meningkatkan risiko paparan kuman dan virus.
Menurut World Health Organization (WHO) dan UNICEF, pembalut bekas sebaiknya dibungkus rapat dan dibuang ke tempat sampah tertutup, bukan dicuci atau disiram ke toilet.

Darah menstruasi mengandung protein yang bisa menjadi media tumbuh bakteri. Saat dicuci, kamu bisa terpapar patogen darah seperti hepatitis B, hepatitis C, atau HIV, terutama jika tangan terluka. Selain itu, pembalut yang basah dapat menjadi sarang lalat dan jamur jika tidak langsung dibuang.


3. Dampak Lingkungan dari Mencuci Pembalut

Dari sisi lingkungan, mencuci pembalut sebelum dibuang tidak memberikan manfaat apa pun, bahkan bisa memperparah polusi. Proses pencucian dapat melepaskan serat sintetis dan partikel plastik kecil yang akhirnya masuk ke sistem air limbah dan mencemari laut.

Penelitian dalam Environmental Science & Technology menemukan bahwa limbah menstruasi sekali pakai menyumbang pelepasan mikroplastik yang signifikan jika dibuang dengan cara yang tidak tepat. Cara terbaik adalah membungkus pembalut dengan kertas atau kantong ramah lingkungan sebelum dibuang.


4. Cara Terbaik Membuang Pembalut

Berikut langkah aman dan ramah lingkungan untuk membuang pembalut:

  1. Bungkus rapat dengan tisu, koran, atau pembungkus biodegradable.

  2. Buang di tempat sampah tertutup.

  3. Jangan dicuci atau disiram ke toilet.

  4. Cuci tangan setelahnya.

Bila ingin mengurangi limbah, kamu bisa beralih ke pembalut kain yang bisa dicuci, menstrual cup, atau celana menstruasi (period underwear) — semuanya lebih berkelanjutan jika dirawat dengan benar.


5. Kesimpulan

Mencuci pembalut sekali pakai sebelum dibuang mungkin tampak sopan atau higienis, namun tidak disarankan secara medis maupun lingkungan. Cara terbaik adalah dengan membungkus dan membuangnya dengan aman. Bagi yang ingin lebih ramah lingkungan, beralihlah ke produk menstruasi yang bisa digunakan kembali.


📚 Sumber:

  • Kaur, R., Kaur, K., & Kaur, R. (2019). Menstrual hygiene, management, and waste disposal: Practices and challenges faced by girls/women of developing countries. Reproductive Health, 16(1), 1–9.

  • Muralidharan, S., & Patil, V. R. (2018). Awareness and practices regarding menstrual hygiene among adolescent girls in rural areas. International Journal of Community Medicine and Public Health, 5(10), 4564–4568.

  • Prata, J. C., da Costa, J. P., Lopes, I., Duarte, A. C., & Rocha-Santos, T. (2020). Environmental exposure to microplastics: An overview on possible human health effects. Environmental Science & Technology, 54(15), 8746–8764.

  • Sommer, M., Chandraratna, S., Cavill, S., Mahon, T., & Phillips-Howard, P. (2016). Managing menstruation in the workplace: An overlooked issue in low- and middle-income countries. International Journal for Equity in Health, 15(1), 86.

  • United Nations Environment Programme (UNEP). (2021). Single-use menstrual products and the environment.

  • World Health Organization (WHO) & UNICEF. (2018). Guidance on menstrual health and hygiene.

Tinggalkan komentar

Use coupon code WELCOME10 for 10% off your first order.

Keranjang

Selamat! Pesanan Anda memenuhi syarat untuk pengiriman gratis Spend Rp 200.000 for free shipping
Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.