Belakangan ini, pembalut kain atau pembalut yang dapat dicuci semakin populer di kalangan perempuan yang ingin beralih ke pilihan menstruasi yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya. Namun, banyak yang masih bertanya-tanya: apakah aman mencuci dan menggunakan ulang pembalut? Jawabannya: aman, selama kamu tahu cara mencucinya dengan benar.
1. Apa Itu Pembalut yang Dapat Dicuci?
Pembalut kain terbuat dari bahan alami yang menyerap cairan, seperti katun, bambu, atau rami, dengan lapisan bawah kedap air (biasanya dari bahan polyurethane laminate/PUL). Berbeda dengan pembalut sekali pakai yang langsung dibuang, pembalut kain bisa dicuci, dijemur, dan digunakan kembali hingga beberapa tahun.
Penelitian di jurnal Reproductive Health menunjukkan bahwa produk menstruasi yang dapat digunakan ulang bersifat aman, hemat, dan ramah lingkungan, selama dirawat dengan cara yang tepat. Dengan meningkatnya kesadaran akan sampah plastik dan kesehatan menstruasi, pembalut kain menjadi alternatif berkelanjutan yang semakin banyak dipilih.
2. Faktor Kebersihan dan Keamanan
Keamanan penggunaan pembalut kain sangat bergantung pada cara mencuci dan mengeringkannya. Jika dicuci dengan asal atau disimpan dalam kondisi lembap, pembalut bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.
Menurut World Health Organization (WHO) dan UNICEF, pembalut kain harus dicuci dengan sabun dan air bersih, lalu dijemur di bawah sinar matahari langsung atau di tempat yang memiliki ventilasi baik sebelum digunakan kembali (UNICEF, 2019). Sinar matahari membantu membunuh bakteri dan jamur secara alami berkat sinar ultraviolet (UV).
Jika tidak memungkinkan menjemur di luar ruangan, pembalut bisa dikeringkan dengan setrika panas atau pengering mesin dengan suhu rendah. Yang terpenting, pastikan pembalut benar-benar kering sempurna sebelum disimpan.
Beberapa penelitian di India dan Kenya juga menemukan bahwa ketika pembalut kain dicuci dan dikeringkan dengan benar, risikonya terhadap infeksi tidak lebih tinggi dibanding pembalut sekali pakai.
3. Dampak Lingkungan dan Ekonomi
Satu pembalut sekali pakai bisa membutuhkan waktu 500–800 tahun untuk terurai karena kandungan plastiknya. Sementara itu, pembalut kain bisa digunakan selama 2–5 tahun, sehingga mengurangi jumlah sampah secara signifikan.
Dari sisi ekonomi, pembalut kain juga jauh lebih hemat. Meskipun harganya sedikit lebih mahal di awal, satu pembalut kain bisa menggantikan puluhan pembalut sekali pakai setiap siklusnya, yang berarti penghematan besar dalam jangka panjang.
Menurut United Nations Environment Programme (UNEP, 2021), jika penggunaan produk menstruasi yang dapat digunakan ulang meningkat secara global, lebih dari 200.000 ton sampah plastik bisa dikurangi setiap tahunnya.
4. Kapan Harus Diganti
Walau tahan lama, pembalut kain tetap memiliki masa pakai. Gantilah jika bahan terasa tipis, warnanya berubah, atau daya serapnya berkurang. Umumnya, pembalut kain perlu diganti setelah 2–3 tahun pemakaian, tergantung pada frekuensi dan cara pencucian.
5. Kesimpulan
Ya — pembalut bisa dicuci dan digunakan kembali dengan aman. Kuncinya adalah mencuci dengan air bersih dan sabun, menjemur di bawah sinar matahari, dan menyimpan di tempat kering. Dengan perawatan yang tepat, pembalut kain tidak hanya ramah untuk tubuh, tapi juga untuk bumi. 🌍
Sumber:
-
Kaur, R., Kaur, K., & Kaur, R. (2019). Menstrual hygiene, management, and waste disposal: Practices and challenges faced by girls/women of developing countries. Reproductive Health, 16(1), 1–9.
-
Phillips-Howard, P. A., Nyothach, E., Ter Kuile, F. O., et al. (2016). Menstrual cups and sanitary pads to reduce school attrition, and sexually transmitted and reproductive tract infections: A cluster randomised controlled feasibility study in rural western Kenya. BMJ Open, 6(11), e013229.
-
UNICEF. (2019). Guidance on Menstrual Health and Hygiene. United Nations Children’s Fund.
-
United Nations Environment Programme (UNEP). (2021). Single-use menstrual products and the environment.Diakses dari www.unep.org
-
Van Eijk, A. M., Zulaika, G., Lenchner, M., et al. (2018). Menstrual hygiene management among adolescent girls in India: A systematic review and meta-analysis. BMJ Open, 8(6), e019276.
Tinggalkan komentar