6 Penyebab Telat Menstruasi - Nona Woman
Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan Kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Hai Nona! Unduh aplikasi pelacak periode kami untuk iOS & Android untuk memahami lebih lanjut tentang siklus menstruasi Anda.

Beberapa Penyebab Telat Menstruasi

Kehamilan merupakan hal pertama yang dipikirkan wanita saat mereka telat haid. Tetapi, apa kehamilan salah satu pemicu telat haid? Terlambat haid dapat menjadi tanda-tanda dari masalah kesehatan yang penting mendapat penanganan dokter. 

Bahkan juga dalam beberapa kasus, perubahan sederhana pada kegiatan rutin setiap hari bisa berpengaruh pada keterlambatan menstruasi. Harus dipahami jika perputaran menstruasi tiap wanita biasanya berbeda. Tetapi, perputaran yang normal ialah 21-35 hari, terhitung dari hari menstruasi paling akhir. 

Nah, kamu dapat disebut mengalami menstruasi telat jika tidak haid sepanjang 35 hari atau lebih. Walau biasa terjadi, kamu disarankan untuk selalu waspada, karena ada banyak keadaan klinis yang bisa mengakibatkan menstruasi telat. Berikut ialah penjelasannya, mudah-mudahan bisa membantu!

Baca juga Langkah Untuk Pemula Saat Menstruasi Terjadi

Faktor Penyebab Telat Menstruasi

Telat menstruasi tidak selalu identik dengan kehamilan. Karena bisa jadi ada faktor lain yang dapat menyebabkannya, diantaranya yaitu:

  • PCOS (“polycystic ovary syndrome”)
    Sindrom polikistik ovarium atau “polycystic ovarian syndrome” (PCOS) adalah masalah hormon yang terjadi pada wanita di umur subur. PCOS diketahui dengan gangguan menstruasi dan kandungan hormon maskulin (hormon androgen) yang terlalu berlebih. Sehingga kondisi ini yang menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur.

  • Penyakit Kronis
    Penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit celiac bisa menjadi faktor pemicu telat haid. Perubahan gula darah berkaitan dengan perubahan hormonal, dan diabetes yang tidak termonitor secara baik bisa mengakibatkan siklus haid tidak teratur. Mereka yang menderita diabetes tipe 1 dan tipe 2 mungkin saja mengalami menstruasi yang terlewat dalam kasus yang jarang ada.

    Ini cenderung cuma terjadi saat kandungan gula darah tidak dalam batasan normalnya. Penyakit celiac menyebabkan infeksi yang bisa mengakibatkan kerusakan pada usus kecil. Sehingga mencegah badan mem penyerap nutrisi penting. Ini bisa mengakibatkan haid terlambat atau mungkin tidak teratur.

  • Gangguan Masalah Tiroid
    Kelenjar tiroid berperan atur metabolisme tubuh. Bila hormon ini tidak bekerja yang baik, menstruasi juga dapat terganggu. Kelenjar tiroid memiliki masalah bisa dikenal dengan tanda-tanda berupa lelah, pengurangan berat tubuh secara mencolok, rambut rontok, dan sensitif terhadap temperatur dingin atau panas.

    Tetapi, kamu tak perlu cemas dan karena masalah pada tiroid bisa diatasi dengan beberapa obat dan operasi. Menstruasi juga akan kembali normal sesudah masalah tiroid diatasi oleh dokter.

  • Menopause Dini
    Menopause dini terjadi ketika ovarium berhenti bekerja sebelum seorang wanita berumur 40 tahun. Hal inilah yang menjadi faktor penyebab telat menstruasi. Menopause dini mengakibatkan pelepasan sel telur berhenti yang ditemui dengan tanda-tanda seperti menstruasi telat, berkeringat di waktu malam, dan susah tidur.

    Tetapi, bila kamu berumur lebih dari 40 tahun dan menunjukkan tanda-tanda menstruasi telat, menstruasi bertambah lama, atau terjadi pendarahan sesudah berhubungan seksual, seharusnya segera konsultasikan ke dokter. Masalah ini bisa jadi tanda-tanda penyakit polip serviks, polip endometrium, atau kanker endometrium.

  • Mengalami Obesitas
    Penambahan berat badan dapat menimbulkan perubahan hormon pada wanita. Riset menunjukkan jika wanita yang mempunyai kelebihan berat badan mempunyai resiko tinggi mengalami menstruasi telat. 

  • Stress Berlebihan
    Seiring berjalannya waktu depresi bisa mengakibatkan munculnya penyakit atau  bahkan mengalami peningkatan atau pengurangan berat tubuh secara drastis, yang semua bisa mempengaruhi siklus haid. 

Kenaikan hormon ini memaksakan otak untuk menentukan fungsi badan mana yang paling penting, ini berlangsung hingga masa depresi usai. Keadaan ini bisa menjadi pemicu telat haid. Bila menurut kamu depresi bisa mempengaruhi siklus haid, coba latihan untuk melakukan relaksasi dan perubahan pola hidup. Janganlah lupa untuk olahraga dan beristirahat yang cukup.

Baca juga 5 Tips Menjaga Kebersihan & Kesehatan Saat Menstruasi

References:

https://www.alodokter.com/menstruasi-terlambat-bisa-disebabkan-oleh-10-hal-ini

https://www.orami.co.id/magazine/penyebab-terlambat-haid

Tinggalkan komentar

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.