Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Hai Nona! Unduh aplikasi pelacak menstruasi kami untuk iOS & Android untuk memahami lebih baik tentang siklus menstruasi kamu.

Kenapa Rambut Rontok Saat Haid? Memahami Keterkaitannya

Kenapa Rambut Rontok Saat Haid? Memahami Keterkaitannya

Banyak perempuan menyadari bahwa rambut mereka lebih mudah rontok sebelum, selama, atau setelah menstruasi. Meskipun sedikit kerontokan adalah bagian dari siklus alami pertumbuhan rambut, perubahan hormon selama siklus menstruasi dapat memperburuk kondisi ini. Memahami penyebabnya dapat membantu Anda mengelolanya dengan lebih baik.


1. Fluktuasi Hormon dan Siklus Pertumbuhan Rambut

Siklus menstruasi dikendalikan oleh perubahan kadar estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini tidak hanya berperan dalam reproduksi, tetapi juga memengaruhi kulit, suasana hati, dan pertumbuhan rambut.

Pada fase folikular (paruh pertama siklus), kadar estrogen meningkat, yang membantu memperpanjang fase anagen — fase pertumbuhan rambut — sehingga rambut tampak lebih tebal dan sehat. Namun, setelah ovulasi, kadar estrogen menurun sementara progesteron meningkat. Menjelang menstruasi, kedua hormon ini turun drastis, membuat folikel rambut masuk ke fase telogen (fase istirahat), yang dapat menyebabkan rambut rontok sementara.

Biasanya, kerontokan ini bersifat sementara dan akan kembali normal ketika kadar hormon stabil kembali.


2. Kekurangan Zat Besi dan Menstruasi Berat

Salah satu penyebab paling umum dari kerontokan rambut yang berkaitan dengan menstruasi adalah anemia defisiensi besi, terutama pada perempuan yang mengalami perdarahan menstruasi berat.

Zat besi penting untuk membawa oksigen ke folikel rambut. Jika tubuh kehilangan darah lebih banyak dari yang bisa digantikan, kadar ferritin (cadangan zat besi) akan turun, yang dapat menyebabkan rambut menipis dan rontok berlebihan.

Jika Anda sering merasa lelah, pusing, atau kulit tampak pucat bersamaan dengan rambut rontok, sebaiknya periksa kadar hemoglobin dan ferritin Anda ke dokter.


3. Stres, Hormon, dan Telogen Effluvium

Stres emosional atau fisik yang terjadi menjelang atau selama menstruasi juga dapat memicu kondisi bernama telogen effluvium, yaitu kerontokan rambut sementara akibat terlalu banyak folikel rambut masuk ke fase istirahat.

Kurang tidur, stres pramenstruasi (PMS), atau kekurangan nutrisi dapat memperparah kondisi ini. Meskipun bersifat sementara, pertumbuhan rambut baru biasanya baru terlihat setelah beberapa bulan.


4. Kondisi Hormon Lainnya

Dalam beberapa kasus, kerontokan rambut yang terjadi selama atau setelah menstruasi bisa menjadi tanda gangguan hormonal seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS). PCOS menyebabkan kadar androgen (hormon laki-laki) meningkat, yang dapat menyebabkan rambut menipis di kulit kepala namun tumbuh lebih banyak di wajah atau tubuh.

Jika siklus menstruasi Anda tidak teratur dan disertai jerawat atau kenaikan berat badan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.


5. Cara Mengelola Kerontokan Rambut Terkait Menstruasi

  • Konsumsi makanan kaya zat besi: Daging merah, bayam, lentil, dan sereal fortifikasi.

  • Rawat kulit kepala dengan lembut: Gunakan sampo bebas sulfat dan hindari panas berlebih.

  • Kelola stres: Coba yoga, meditasi, atau olahraga ringan.

  • Pantau pola siklus: Catat gejala dan konsultasikan jika kerontokan memburuk.


Kesimpulan

Kerontokan rambut saat menstruasi umumnya bersifat sementara dan disebabkan oleh perubahan hormon alami. Namun, jika kerontokan berlangsung lama atau disertai gejala lain, kemungkinan ada kekurangan nutrisi atau gangguan hormonal yang perlu ditangani. Dengan pola makan bergizi, perawatan rambut yang tepat, dan pengelolaan stres, kesehatan rambut dapat kembali pulih.


Sumber:

  • Azziz, R., Carmina, E., Chen, Z., Dunaif, A., Laven, J. S. E., Legro, R. S., & Lizneva, D. (2016). Polycystic ovary syndrome. Nature Reviews Disease Primers, 2, 16057.

  • Headington, J. T. (1993). Telogen effluvium: New concepts and review. Archives of Dermatology, 129(3), 356–363.

  • Olsen, E. A. (2011). Female pattern hair loss. Journal of the American Academy of Dermatology, 65(6), 1189–1202.

  • Randall, V. A. (2008). Hormonal regulation of hair follicles exhibits a biological paradox. Seminars in Cell & Developmental Biology, 19(3), 261–269.

  • Trost, L. B., Bergfeld, W. F., & Calogeras, E. (2006). The diagnosis and treatment of iron deficiency and its potential relationship to hair loss. Journal of the American Academy of Dermatology, 54(5), 824–844.

Tinggalkan komentar

Use coupon code WELCOME10 for 10% off your first order.

Keranjang

Selamat! Pesanan Anda memenuhi syarat untuk pengiriman gratis Spend Rp 200.000 for free shipping
Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.