5 Jenis Gangguan Menstruasi - Nona Woman
Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan Kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Hai Nona! Unduh aplikasi pelacak periode kami untuk iOS & Android untuk memahami lebih lanjut tentang siklus menstruasi Anda.

5 Jenis Gangguan Menstruasi yang Perlu Kamu Waspadai

Saat menjelang datang bulan, biasanya para perempuan akan merasakan beberapa gejala yang disebut dengan “PMS.” Tidak jarang gejala tersebut masih bisa dirasakan saat fase menstruasi. “PMS” dan gangguan lainnya saat menstruasi sudah menjadi satu hal yang umum, sehingga terkadang tidak dipermasalahkan oleh perempuan yang sedang mengalaminya. 

Akan tetapi, tahukah kamu jika beberapa gangguan mungkin saja bukanlah sebuah gejala biasa? Ada baiknya untuk segera berkonsultasi dengan dokter, terutama jika gangguan ini sudah mengganggu kegiatan sehari-hari dan di luar siklus kamu. Siklus menstruasi atau haid yang normal berlangsung dalam 21-35 hari dengan lama menstruasi kurang lebih 3-7 hari. Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, berikut 5 jenis gangguan menstruasi yang perlu untuk kamu waspadai.

Baca juga artikel tentang Menstruasi: Gejala, Siklus, Pengobatan

Jenis Gangguan Menstruasi

  • Dismenorea
    Nyeri atau kram pada perut bagian bawah yang berlangsung terus-menerus, normalnya terasa di hari pertama dan kedua menstruasi disebut dengan “Dismenorea.” Gangguan menstruasi ini terkadang menyebar hingga ke area punggung bawah dan paha. Bisa juga disertai dengan keluhan lainnya seperti mual, muntah, dan sakit kepala.

    Kadar hormon prostaglandin yang tinggi bisa menjadi faktor dismenorea terjadi. Biasanya, hormon ini akan berkurang kadarnya setelah beberapa hari, sehingga nyeri haid pun ikut mereda. Akan tetapi, dismenorea bisa saja terjadi karena faktor lain, di antaranya, miom rahim, tumor atau kista rahim, radang panggul, endometriosis, dll.

  • Menorrhagia
    “Menorrhagia” merupakan sebuah gangguan yang terjadi ketika darah menstruasi keluar dalam jumlah yang sangat banyak atau berlebihan dan mengakibatkan aktivitas sehari-hari terganggu. Durasi haid atau menstruasi yang berlangsung lebih lama dari menstruasi normal juga termasuk dalam gangguan tersebut. 

    Perubahan pola makan, gangguan hormon, sering olahraga, gangguan tiroid, peradangan di leher rahim dan vagina, gangguan pembekuan darah, miom dan polip, hingga kanker serviks merupakan faktor yang mungkin bisa menyebabkan “menorrhagia.”

  • Amenore
    Kondisi ketika menstruasi tidak kunjung datang dalam waktu kurang lebih 90 hari padahal masih berada dalam usia reproduksi adalah salah satu contoh gangguan Amenorea. Gangguan menstruasi yang satu ini dibagi menjadi amenorea primer dan sekunder di mana contoh kasus yang dijabarkan sebelumnya masuk dalam kategori amenorea sekunder.

    Gangguan amenorea primer sendiri adalah kondisi di mana seorang wanita belum mengalami haid sama sekali hingga umurnya 16 tahun. Beberapa faktor yang mungkin menyebabkan amenorea ini terjadi di adalah: obesitas, olahraga yang berlebihan, kelainan proses ovulasi, gangguan tiroid, hingga gangguan makan. Baca lebih banyak mengenai Amenore

  • Metroragia
    Metroragia berupa perdarahan vagina yang muncul di luar dari siklus menstruasi. Hormon yang tidak seimbang, malnutrisi, stres, endometriosis, penggunaan obat-obat tertentu, hingga kanker rahim dapat menjadi faktor yang menyebabkan metroragia muncul.

    Secara umum, pengidap gangguan menstruasi metroragia akan dianjurkan oleh dokter untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat lagi. Jika penyebabnya lebih berbahaya, bisa saja pasien akan dianjurkan untuk terapi hormon, hingga operasi. Oleh karena itu, sangat penting untuk berkonsultasi ke dokter saat gangguan tersebut dirasakan.
  • Premenstrual Dysphoric Disorder
    Gangguan menstruasi “premenstrual dysphoric disorder” sering disingkat menjadi “PMDD.” Gangguan yang satu ini hadir saat gejala “PMS” terasa cukup berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari pengidapnya. Nyeri atau kram di bagian perut, merasa cemas, gelisah, mudah emosi, hingga sakit kepala adalah gejala-gejala yang sering terjadi ketika “PMS” dan bisa berubah menjadi “PMDD” saat gangguannya meningkat.

    Belum diketahui penyebab pasti dari “PMDD” dan “PMS” itu sendiri. Akan tetapi ada beberapa hal yang mungkin memicu kondisi tersebut terjadi, di antaranya: kelainan zat kimia (serotonin), faktor keturunan, jarang olahraga, obesitas, konsumsi alkohol, penyakit tiroid, hingga penggunaan obat-obat terlarang.

Baca juga cara melacak menstruasi

Jangan lewatkan Pembalut Organik (24.5 cm) - 12 Pembalut buatan Nona Woman yang terbuat dari bahan organik (baik untuk tubuh kamu dan ramah lingkungan).

    Tinggalkan komentar

    Keranjang

    Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

    Keranjang Anda saat ini kosong.