Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Hai Nona! Unduh aplikasi pelacak menstruasi kami untuk iOS & Android untuk memahami lebih baik tentang siklus menstruasi kamu.

Efek Menghentikan Pil KB & Cara Menghentikannya - Nona Woman

Cara Berhenti Pil KB Dengan Baik

Pil KB merupakan salah satu alat kontrasepsi yang paling sering digunakan. Beberapa orang menggunakan pil KB untuk mencegah terjadinya kehamilan. 

Meskipun ada banyak sekali jenis pil KB yang ada di pasaran, namun semuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mencegah kehamilan. 

Hal ini dikarenakan, dalam pil KB terdapat kandungan hormon estrogen dan progesteron sintetik. Dimana kedua hormon ini berfungsi untuk menghambat ovulasi, sehingga tidak ada sel telur yang matang dan siap untuk dibuahi. Selain itu, hormon estrogen dan progesteron sintetik ini berfungsi untuk mengentalkan lendir pada leher rahim. Akibatnya pergerakan sperma di dalam rahim menjadi terhambat. 

Cara minum pil KB yang benar adalah kamu harus meminumnya secara teratur, pada jam yang sama setiap harinya. Namun, beberapa orang sering mengabaikan aturan ini dan tidak teratur dalam meminumnya. Beberapa alasan yang paling sering adalah karena lupa, sibuk, dan kurang paham cara meminumnya.

Dari ketidakteraturan itu, mereka tidak mendapatkan hasil yang maksimal, sehingga mereka memutuskan untuk berhenti mengkonsumsinya. Terlepas dari apapun alasan untuk berhenti menggunakan pil KB, sebenarnya tidak ada larangan atau cara khusus untuk berhenti minum pil KB.

Perlu diketahui bahwa setelah berhenti minum pil KB, akan ada efek samping yang kamu rasakan. Salah satu efek samping itu adalah ketidakseimbangan hormon. Kamu perlu menunggu beberapa waktu untuk membuat hormon kamu bekerja secara normal kembali. Yuk, ketahui selengkapnya bagaimana cara berhenti mengkonsumsi pil KB yang mudah dan aman dalam artikel ini.

Baca juga: Kenali Kontrasepsi Kamu!

Jenis-Jenis Pil KB yang Bisa Kamu Pilih

Ada dua jenis pil KB yang bisa kamu pilih. Perhatikan kelebihan dan kekurangan setiap pil untuk mendapatkan jenis pil KB yang cocok.

1. Pil Kombinasi

Pil KB kombinasi adalah kontrasepsi oral yang mengandung kombinasi hormon yaitu estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini mirip dengan hormon yang diproduksi oleh wanita secara alami. Fungsi hormon ini adalah untuk membantu mengatur ovulasi, yaitu pembentukan dan pelepasan sel telur. Itulah kenapa pil kombinasi memegang kendali penuh untuk siklus ovulasinya. Pil ini terdiri dari pil aktif (mengandung hormon) dan pil non aktif (tidak mengandung hormon).

Selama mengkonsumsi pil ini, pola menstruasi akan lebih teratur dibandingkan pil mini. Bahkan, rasa nyeri yang dialami selama menstruasi juga lebih ringan dari biasanya. Namun, pil kombinasi tidak bisa digunakan oleh semua orang. 

Contohnya, wanita yang rentan terhadap pembekuan darah dan memiliki riwayat penyakit jantung. Jika kamu sedang menjalani diet karena obesitas, juga tidak disarankan mengonsumsi pil KB kombinasi.

2. Pil Mini

Pil mini atau pil progesteron saja merupakan pilihan lain yang bisa kamu pertimbangkan. Pil ini hanya mengandung hormon progesteron dan tidak mengandung estrogen. Pil mini bekerja dengan cara menebalkan lendir serviks sehingga sperma sulit mencapai sel telur, serta menipiskan dinding rahim sehingga sel telur yang telah dibuahi sulit untuk menempel.

Pil mini cocok untuk wanita yang tidak bisa mengkonsumsi estrogen, seperti ibu menyusui atau mereka yang memiliki risiko tinggi terhadap pembekuan darah. Namun, pil mini harus diminum pada waktu yang sama setiap hari untuk memastikan efektivitasnya. Jika kamu sering lupa minum pil, efektivitas pil mini bisa berkurang. 

Efek Berhenti Minum Pil KB 

Ada beberapa efek yang terjadi saat kamu berhenti mengkonsumsi pil KB. Beberapa efek tersebut adalah sebagai berikut:

1. Hamil

Saat memutuskan untuk berhenti minum pil KB, mungkin tidak butuh waktu lama untuk kamu bisa hamil. Akan tetapi, ada beberapa perempuan yang susah hamil pada awal berhenti minum pil KB karena siklus menstruasinya menjadi tidak teratur. Faktor-faktor seperti usia, kesehatan reproduksi, dan gaya hidup juga berperan penting dalam menentukan seberapa cepat kamu bisa hamil setelah berhenti minum pil KB.

Untuk memaksimalkan peluang hamil, penting untuk menjaga pola makan yang seimbang, rutin berolahraga, dan menghindari stres. Konsultasikan dengan dokter kandungan untuk mendapatkan saran dan pemeriksaan yang tepat. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi masalah medis yang mungkin menghambat kehamilan dan memberikan solusi yang sesuai.

2. Siklus Menstruasi Tidak Teratur

Mungkin beberapa perempuan merasakan bahwa saat mereka aktif menggunakan pil KB, siklus menstruasi mereka lancar. Sebaliknya, saat mereka berhenti menggunakan pil KB, siklus menstruasi mereka menjadi tidak lancar. Karena butuh beberapa waktu untuk membuatnya berjalan dengan normal kembali.

Berhenti minum Pil KB bisa berdampak pada ketidakteraturan siklus Haid

Namun, jika dari awal kamu memiliki siklus menstruasi yang tidak lancar, maka butuh waktu yang lebih lama lagi untuk membuatnya teratur. Itu juga terjadi jika menstruasimu sempat berhenti, karena butuh waktu berbulan-bulan untuk mengembalikannya berjalan normal.

3. Terjadi PMS

“Premenstrual Syndrome” (PMS) atau sindrom pra menstruasi merupakan gejala yang dialami oleh perempuan sebelum memasuki masa menstruasi. Pil KB biasanya digunakan untuk membantu tubuh mengatasi kekacauan hormon yang menyebabkan timbulnya rasa cemas, mudah tersinggung, tertekan saat menjelang menstruasi.

Untuk itu, saat kamu memutuskan untuk berhenti menggunakan pil KB, maka kamu akan kembali mengalami PMS, dimana suasana hati lebih cepat berubah-ubah.

4. Muncul Jerawat

Pil KB dapat menggabungkan hormon estrogen dan progestin untuk menurunkan kadar androgen sebagai penyebab jerawat dalam tubuh. Androgen sendiri merupakan hormon yang menghasilkan minyak dalam kulit. Saat kamu berhenti menggunakan pil KB maka bisa jadi jerawat akan muncul kembali saat menjelang menstruasi.

Selain itu, penting untuk memahami bahwa pil KB tidak hanya berfungsi sebagai alat kontrasepsi, tetapi juga sebagai solusi untuk masalah kulit seperti jerawat. Penggunaan pil KB yang konsisten dapat membantu menjaga keseimbangan hormon dan mencegah munculnya jerawat. Namun, jika kamu memutuskan untuk berhenti menggunakan pil KB, tubuh akan mengalami perubahan hormonal yang dapat memicu munculnya jerawat kembali.

5. Berat Badan Turun

Beberapa perempuan yang menggunakan KB progestin, seperti suntik, pil, atau spiral, akan mengalami kenaikan berat badan. Saat kamu berhenti menggunakan pil KB maka berat badan kamu juga akan mengalami penurunan. Namun, ada baiknya jika kamu menyeimbangi dengan diet sehat dan olahraga secara teratur. Dengan begitu, tubuh tidak hanya mengalami penurunan berat badan tapi juga jadi lebih sehat. 

Berat badan turun secara signifikan dapat dicapai dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi dan rendah kalori, seperti sayuran, buah-buahan, dan protein tanpa lemak. Selain itu, penting untuk tetap aktif dengan berolahraga minimal 30 menit setiap hari, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang. Menjaga pola tidur yang baik dan mengelola stres juga merupakan faktor penting dalam proses penurunan berat badan setelah berhenti menggunakan pil KB.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa tidak ada cara khusus untuk berhenti menggunakan pil KB. Tapi mungkin ada beberapa hal yang bisa kamu terapkan saat berhenti menggunakan pil KB tanpa menimbulkan efek samping.

Baca Juga: 6 Gejala Normal Saat Haid

Tips Berhenti Mengkonsumsi Pil KB

Berikut tips mudah dan aman jika kamu berencana untuk berhenti mengkonsumsi pil KB:

1. Mulai Gaya Hidup Sehat 

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah memulai gaya hidup sehat. Beberapa perempuan belum menyadari bahwa sebelum memutuskan berhenti menggunakan pil KB, mereka juga harus mengubah gaya hidup mereka untuk lebih sehat.

Saat perempuan memutuskan berhenti minum pil KB, akan ada efek samping yang terjadi, seperti berat badan turun, jerawat, siklus menstruasi yang tidak lancar, dan lainnya. Kamu bisa memulai gaya hidup sehat dengan berolahraga secara rutin dan melakukan diet sehat. Dengan begitu kamu dapat menyeimbangkan hormon estrogen dan progesteron secara alami. 

2. Mengidentifikasi dan Mengatasi Kekurangan Nutrisi 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa pil KB mengandung hormon estrogen dan progesteron sintetis. Kedua hormon sintetis ini dapat menguras vitamin dan mineral dalam tubuh. Vitamin tersebut antara lain, vitamin E, B, dan C, mineral, magnesium, selenium, dan zinc.

Saat kamu memutuskan untuk berhenti mengkonsumsi pil KB, pastikan kamu juga mengkonsumsi makanan bergizi untuk mengganti nutrisi yang hilang. 

3. Perhatikan Siklus Menstruasi 

Saat berhenti menggunakan pil KB kemungkinan siklus menstruasimu akan mengalami ketidaklancaran. Umumnya butuh waktu untuk membuat siklus menstruasi berjalan normal.

Jika siklus menstruasimu kembali normal dengan cepat, maka itu merupakan hal yang baik. Sebaliknya, jika menstruasi kamu tidak lancar selama berbulan-bulan, segera temui dokter kandungan untuk mengetahui penyebabnya.

Untuk itu, sebelum memutuskan berhenti menggunakan pil KB, ada baiknya jika kamu memperhatikan siklus menstruasi kamu terlebih dahulu. Dengan begitu kamu bisa mengatasi beberapa efek yang terjadi pasca berhenti menggunakan pil KB. 

4. Mengembalikan Kesehatan Usus 

Selain mengurangi nutrisi dari tubuh, penggunaan pil KB juga dapat merusak ekosistem mikroba internal dalam tubuh. Semakin lama kamu mengkonsumsinya, maka akan semakin berdampak buruk pada kesehatan tubuh, terutama usus.

Konsumsi makan-makanan yang mengandung gizi tinggi. Untuk hasil yang lebih cepat, konsumsilah makanan yang mengandung prebiotik yang kuat untuk mengembalikan kesehatan dan fungsi usus. 

5. Mengembalikan Hormon Alami 

Saat memutuskan berhenti menggunakan pil KB, jangan lupa untuk mengembalikan keseimbangan hormon alami. Mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin B6, seperti pisang, ubi jalar, ayam, hingga daging sapi.

Mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak dan asam amino juga baik untuk mengembalikan keseimbangan hormon. 

6. Lakukan Detox Estrogen 

Berhenti menggunakan pil KB akan menimbulkan disfungsi hormonal. Hal itu dikarenakan tubuh didominasi oleh hormon estrogen.

Untuk itu, lakukan detox estrogen untuk mengembalikan kesehatan hormon. Kamu bisa mengkonsumsi sayuran hijau, seperti kangkung, bayam, brokoli, dan lainnya untuk mengatasi permasalahan tersebut. 

Pelajari bagaimana “Cara Minum Pil KB yang Benar” dalam penjelasan video ini

Itulah beberapa cara berhenti menggunakan pil KB untuk meminimalisir efek yang terjadi. Cara-cara tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Jika kamu merasa kesulitan, kamu bisa melakukan konsultasi kepada dokter kandungan untuk mendapatkan arahan yang tepat.

Nona Woman Shop


Download eBook Nona untuk mempelajari lebih dalam tentang siklus menstruasimu. Jangan lewatkan Produk Kesehatan Wanita Organik dari Nona Woman:

Sumber:

https://www.halodoc.com/artikel/ini-tips-memilih-pil-kb-yang-sesuai-dengan-kondisi-tubuh

https://www.klikdokter.com/info-sehat/reproduksi/hal-yang-terjadi-pada-tubuh-saat-wanita-berhenti-minum-pil-kb

1 komentar

TEMAN CERITA

https://temanceritaindonesia.wordpress.com/

Tinggalkan komentar

Use coupon code WELCOME10 for 10% off your first order.

Keranjang

Selamat! Pesanan Anda memenuhi syarat untuk pengiriman gratis Spend Rp 200.000 for free shipping
Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.