Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Hai Nona! Unduh aplikasi pelacak menstruasi kami untuk iOS & Android untuk memahami lebih baik tentang siklus menstruasi kamu.

Bahaya Tersembunyi Mikroplastik bagi Kesehatan dan Lingkungan

Bahaya Tersembunyi Mikroplastik bagi Kesehatan dan Lingkungan

Mikroplastik — potongan plastik berukuran kurang dari 5 milimeter — kini telah menjadi bagian dari hampir setiap aspek kehidupan modern. Dari dasar laut hingga udara yang kita hirup, bahkan di dalam makanan dan air minum, partikel kecil ini sulit dihindari. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mikroplastik tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga menimbulkan risiko serius bagi kesehatan manusia.


Apa Itu Mikroplastik dan Dari Mana Asalnya?

Mikroplastik berasal dari dua sumber utama: mikroplastik primer dan mikroplastik sekunder.

  • Mikroplastik primer dibuat secara sengaja dalam ukuran kecil, seperti microbeads yang dulu digunakan dalam kosmetik dan pasta gigi.

  • Mikroplastik sekunder terbentuk dari pecahan plastik yang lebih besar — seperti botol air, kemasan, atau kain sintetis — akibat paparan sinar matahari dan proses pelapukan.

Aktivitas sehari-hari juga berkontribusi besar: mencuci pakaian sintetis melepaskan serat mikro ke air limbah, ban kendaraan melepaskan partikel plastik ke jalan, dan sampah plastik sekali pakai hancur menjadi fragmen kecil yang mencemari lingkungan.


Dampak terhadap Lingkungan

Mikroplastik kini ditemukan di laut, sungai, tanah, bahkan dalam air hujan. Hewan laut sering salah mengira mikroplastik sebagai makanan, menyebabkan gangguan pencernaan dan kematian. Lebih parah lagi, partikel ini menyerap zat kimia beracun, seperti logam berat dan persistent organic pollutants (POPs), yang dapat terakumulasi dalam rantai makanan.

Akibatnya, terjadi gangguan ekosistem: ikan tumbuh lebih lambat, kemampuan reproduksi menurun, dan keseimbangan laut terganggu.


Dampak terhadap Kesehatan Manusia

Penelitian terkini menemukan mikroplastik di darah manusia, paru-paru, ASI, bahkan plasenta. Artinya, paparan sudah meluas melalui makanan, air, dan udara.

Makanan laut, garam laut, serta air minum dalam kemasan merupakan sumber utama paparan. Setelah masuk ke tubuh, mikroplastik dapat memicu peradangan, stres oksidatif, dan reaksi sistem imun. Beberapa partikel juga membawa zat kimia pengganggu hormon (seperti BPA dan ftalat) yang dapat memengaruhi kesuburan, metabolisme, dan perkembangan janin.

Meskipun efek jangka panjang masih diteliti, paparan terus-menerus berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan, pencernaan, dan kardiovaskular.


Cara Mengurangi Paparan

Menghindari mikroplastik sepenuhnya memang sulit, tetapi kita dapat menguranginya dengan langkah sederhana:

  • Kurangi penggunaan plastik sekali pakai seperti botol dan sedotan.

  • Pilih pakaian berbahan alami (katun, linen, wol) daripada sintetis.

  • Gunakan filter mesin cuci untuk menangkap mikroserat.

  • Dukung kebijakan lingkungan dan merek yang berkomitmen pada bahan ramah lingkungan.


Kesimpulan

Mikroplastik bukan lagi sekadar masalah lingkungan — ini adalah isu kesehatan publik. Keberadaannya di udara, air, dan tubuh manusia menunjukkan bahwa tindakan nyata perlu segera diambil. Mengubah pola konsumsi plastik dan mendorong regulasi yang lebih ketat adalah langkah penting untuk melindungi bumi dan generasi mendatang.


Sumber:

  • Andrady, A. L. (2011). Microplastics in the marine environment. Marine Pollution Bulletin, 62(8), 1596–1605. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2011.05.030

  • GESAMP. (2016). Sources, fate and effects of microplastics in the marine environment: A global assessment (IMO/FAO/UNESCO-IOC/UNIDO/WMO/IAEA/UN/UNEP).

  • Leslie, H. A., van Velzen, M. J. M., Brandsma, S. H., Vethaak, A. D., Garcia-Vallejo, J. J., & Lamoree, M. H. (2022). Discovery and quantification of plastic particle pollution in human blood. Environment International, 163, 107199. https://doi.org/10.1016/j.envint.2022.107199

  • Ragusa, A., Svelato, A., Santacroce, C., Catalano, P., Notarstefano, V., Carnevali, O., et al. (2021). Plasticenta: First evidence of microplastics in human placenta. Environment International, 146, 106274. https://doi.org/10.1016/j.envint.2020.106274

  • Rochman, C. M., Hoh, E., Kurobe, T., & Teh, S. J. (2013). Ingested plastic transfers hazardous chemicals to fish and induces hepatic stress. Scientific Reports, 3, 3263. https://doi.org/10.1038/srep03263

  • Smith, M., Love, D. C., Rochman, C. M., & Neff, R. A. (2018). Microplastics in seafood and the implications for human health. Current Environmental Health Reports, 5(3), 375–386. https://doi.org/10.1007/s40572-018-0206-z

Tinggalkan komentar

Use coupon code WELCOME10 for 10% off your first order.

Keranjang

Selamat! Pesanan Anda memenuhi syarat untuk pengiriman gratis Spend Rp 200.000 for free shipping
Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.