Bagi banyak perempuan, menggunakan tampon untuk pertama kalinya bisa terasa menakutkan atau membingungkan. Namun sebenarnya, tampon adalah salah satu cara yang aman, nyaman, dan praktis untuk mengelola menstruasi — terutama bagi kamu yang aktif, sering berolahraga, atau ingin tetap bebas bergerak selama haid.
1. Apa Itu Tampon?
Tampon adalah gulungan kecil dari bahan penyerap (biasanya kapas atau campuran kapas dan rayon) yang dimasukkan ke dalam vagina untuk menyerap darah menstruasi dari dalam tubuh.
Berbeda dengan pembalut (pad) yang digunakan di luar, tampon bekerja secara internal sehingga memberikan kebebasan bergerak lebih besar, termasuk saat berenang.
Terdapat dua jenis tampon:
-
Tampon dengan aplikator: dilengkapi tabung plastik atau kertas untuk membantu memasukkan tampon.
-
Tampon tanpa aplikator: dimasukkan langsung menggunakan jari.
2. Memilih Tampon yang Tepat
Tampon memiliki tingkat daya serap berbeda, mulai dari light hingga super plus. Pilih sesuai dengan banyaknya darah menstruasi kamu:
-
Hari ringan: gunakan light atau regular.
-
Hari deras: gunakan super atau super plus.
Hindari menggunakan tampon dengan daya serap terlalu tinggi jika tidak diperlukan, karena dapat meningkatkan risiko Toxic Shock Syndrome (TSS) — infeksi bakteri langka namun serius.
3. Langkah-Langkah Menggunakan Tampon
Langkah 1: Cuci tangan dengan sabun dan air.
Langkah 2: Cari posisi yang nyaman — misalnya duduk di toilet, berdiri dengan satu kaki di atas, atau jongkok.
Langkah 3: Lepaskan pembungkus tampon dan pastikan tali (string) tampak di bagian bawah.
Langkah 4: Masukkan tampon perlahan ke dalam vagina dengan sudut miring ke arah punggung bawah.
Langkah 5: Jika menggunakan aplikator, tekan batang aplikator untuk mendorong tampon ke dalam, lalu lepaskan aplikator.
Langkah 6: Pastikan tali tampon tetap menggantung di luar tubuh untuk memudahkan saat dilepas.
Jika terasa tidak nyaman, kemungkinan tampon belum masuk cukup dalam. Coba lepaskan dan ulangi dengan lembut.
4. Cara Melepas dan Membuang Tampon
Tampon sebaiknya diganti setiap 4–8 jam sekali, tergantung banyaknya darah (ACOG, 2021).
Untuk melepas:
-
Cuci tangan.
-
Tarik tali tampon perlahan ke bawah dan ke depan.
-
Bungkus tampon bekas dengan tisu dan buang ke tempat sampah.
❌ Jangan pernah membuang tampon ke dalam toilet karena dapat menyumbat saluran pembuangan.
Pastikan tampon terakhir dilepas di akhir menstruasi agar tidak menimbulkan iritasi atau infeksi.
5. Tips Penggunaan Aman
-
Gunakan daya serap paling rendah yang sesuai dengan kebutuhan.
-
Hindari penggunaan lebih dari 8 jam, terutama saat tidur malam.
-
Ganti tampon jika terasa penuh, lembap, atau tidak nyaman.
-
Jika muncul gejala seperti demam, ruam, pusing, atau muntah, segera lepaskan tampon dan konsultasikan ke dokter — ini bisa menjadi tanda TSS.
Kesimpulan
Menggunakan tampon adalah soal kenyamanan dan pilihan pribadi. Dengan memahami cara pakai yang benar dan menjaga kebersihan, tampon dapat menjadi solusi yang aman, higienis, dan memudahkan kamu dalam beraktivitas selama haid.
Sumber:
-
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). (2021). Frequently Asked Questions: Toxic Shock Syndrome. Retrieved from https://www.acog.org
-
Cleveland Clinic. (2022). How to Insert and Remove a Tampon. Retrieved from https://health.clevelandclinic.org
-
U.S. Food and Drug Administration (FDA). (2020). The Facts on Tampons and How to Use Them Safely. Retrieved from https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/facts-tampons-and-how-use-them-safely
-
Mayo Clinic. (2021). Menstrual products: Choosing what's right for you. Retrieved from https://www.mayoclinic.org
Tinggalkan komentar