Pernah mencium aroma “mobil baru”, cat segar, atau kasur baru? Meskipun baunya terasa khas dan mungkin menyenangkan, sebenarnya aroma tersebut berasal dari proses yang disebut outgassing atau off-gassing — pelepasan senyawa kimia ke udara yang bisa memengaruhi kualitas udara dalam ruangan dan kesehatan kita.
Apa Itu Outgassing?
Outgassing adalah proses pelepasan uap atau gas kimia dari bahan padat atau cair ke udara. Banyak produk modern dibuat dengan bahan kimia sintetis yang secara perlahan menguap pada suhu ruangan. Zat-zat ini disebut volatile organic compounds (VOCs) — atau senyawa organik yang mudah menguap — dan mencakup bahan seperti formaldehida, benzena, toluena, dan aseton.
Sumber VOC di rumah bisa berasal dari:
-
Cat, pernis, dan bahan perekat furnitur
-
Karpet, vinyl, atau lantai laminasi
-
Kasur busa, bantal, dan tekstil sintetis
-
Produk pembersih dan pengharum ruangan
Kadar VOC biasanya paling tinggi ketika produk masih baru, namun bisa terus terlepas berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, terutama di ruangan tertutup dengan sirkulasi udara buruk.
Dampak VOC terhadap Kesehatan
Paparan VOC dapat menyebabkan efek jangka pendek maupun jangka panjang pada kesehatan. Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA, 2022) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2021), paparan jangka pendek dapat menimbulkan:
-
Pusing, sakit kepala, dan kelelahan
-
Iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan
-
Mual atau reaksi alergi ringan
Sedangkan paparan jangka panjang dapat meningkatkan risiko kerusakan hati dan ginjal, gangguan pernapasan, bahkan penyakit kanker, terutama akibat formaldehida dan benzena. Anak-anak, ibu hamil, dan penderita asma termasuk kelompok yang paling rentan.
Cara Mengurangi Paparan VOC di Rumah
Untungnya, ada beberapa langkah sederhana untuk mengurangi risiko paparan VOC dan menjaga kualitas udara di dalam rumah:
-
Pilih produk berlabel rendah-VOC atau bebas-VOC – Saat membeli cat, furnitur, atau bahan bangunan, cari sertifikasi seperti GreenGuard atau EcoLabel.
-
Ventilasi yang baik – Buka jendela secara rutin, gunakan kipas angin, atau pasang air purifier dengan filter karbon aktif yang efektif menyerap gas kimia.
-
“Angin-anginkan” produk baru – Sebelum digunakan, biarkan furnitur atau kasur baru di tempat terbuka selama beberapa hari.
-
Gunakan bahan alami – Pilih furnitur kayu solid, tekstil organik, dan produk pembersih alami.
Menambahkan tanaman dalam ruangan juga dapat membantu menyerap sebagian senyawa kimia dan meningkatkan sirkulasi udara alami.
Mengapa Kesadaran Ini Penting
Kita menghabiskan hingga 90% waktu di dalam ruangan, sehingga kualitas udara di rumah memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan jangka panjang. Menyadari bahaya outgassing membantu kita membuat pilihan yang lebih cerdas saat membeli produk rumah tangga dan merancang ruang hidup yang lebih sehat.
Bau “baru” memang terasa segar, tapi bisa jadi itu tanda adanya bahan kimia yang tidak ramah bagi tubuh. Udara bersih dimulai dari pilihan yang sadar dan rumah yang lebih alami.
Sumber:
-
Salthammer, T., Mentese, S., & Marutzky, R. (2018). Formaldehyde in the indoor environment. Chemical Reviews, 110(4), 2536–2572. https://doi.org/10.1021/cr800399g
-
U.S. Environmental Protection Agency. (2022). Volatile organic compounds’ impact on indoor air quality.https://www.epa.gov/indoor-air-quality-iaq/volatile-organic-compounds-impact-indoor-air-quality
-
World Health Organization. (2021). WHO guidelines for indoor air quality: Selected pollutants.https://www.who.int/publications/i/item/9789240021280
Tinggalkan komentar