Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Hai Nona! Unduh aplikasi pelacak menstruasi kami untuk iOS & Android untuk memahami lebih baik tentang siklus menstruasi kamu.

Mastopexy: Tujuan, Prosedur, dan Resikonya

Mastopexy: Tujuan, Prosedur, dan Resikonya

Ingin mengembalikan bentuk payudara yang kendur setelah melahirkan atau seiring bertambahnya usia? Mastopeksi (pengencangan payudara) bisa menjadi solusi. Prosedur ini relatif aman dan terbukti efektif untuk mengangkat dan mengencangkan payudara yang kendur. Namun, sebelum kamu memutuskan untuk menjalani operasi ini, penting untuk memahami lebih dalam tentang mastopeksi, termasuk manfaat dan risikonya.

Tujuan Mastopexy

Banyak wanita yang merasa tidak nyaman dengan kondisi payudara kendur, baik akibat faktor usia, kehamilan, atau penurunan berat badan. Hal ini dapat mempengaruhi rasa percaya diri dan kualitas hidup mereka. Berikut tujuan dilakukannya mastopexy:

  • Mengangkat dan mengencangkan payudara
  • Mengurangi ukuran areola
  • Menghilangkan kelebihan kulit
  • Memperbaiki bentuk dan proporsi payudara

Prosedur Operasi Mengencangkan Payudara

Sebelum menjalani prosedur ini, penting untuk memahami langkah-langkah umum yang terlibat dalam operasi ini. Berikut beberapa informasi yang berguna.

1. Pemeriksaan Persiapan Operasi

Sebelum operasi dimulai, dokter akan memberikan penjelasan rinci tentang persiapan yang diperlukan. Kamu mungkin diminta untuk menjalani beberapa tes, seperti mammogram, pemeriksaan jantung, tekanan darah, dan tes urine.

2. Berpuasa Sebelum Hari Operasi

Dokter juga mungkin menyarankan kamu untuk berpuasa selama sekitar 6 jam sebelum operasi. Terkadang, direkomendasikan untuk menjalani perawatan inap setidaknya satu malam sebelum operasi dilaksanakan.

3. Pelaksanaan dengan Anestesi Total

Prosedur kencangkan payudara dilakukan dengan menggunakan anestesi umum atau bius total. Ini berarti kamu akan tidur selama operasi. Penting untuk mengikuti petunjuk dokter anestesi agar proses pembiusan berjalan dengan lancar.

4. Tahap Proses Bedah

Langkah terpenting dalam prosedur ini melibatkan pemotongan garis areola secara vertikal, diikuti dengan pengangkatan kelebihan kulit dan pembentukan jaringan payudara. Selanjutnya, puting akan diangkat ke posisi yang lebih tinggi. Durasi operasi biasanya berlangsung sekitar 90 menit.

Apakah Ada Resikonya?

Setiap tindakan bedah memiliki potensi risiko, termasuk prosedur operasi untuk mengencangkan payudara. Meskipun tidak selalu terjadi, beberapa aspek risiko yang perlu diakui mencakup:

  • Timbulnya jaringan parut pada kulit sekitar area payudara.
  • Kemungkinan perbedaan dalam ukuran dan bentuk payudara.
  • Risiko kerusakan pada puting atau areola payudara akibat gangguan aliran darah.
  • Potensi kesulitan dalam proses menyusui.

Penting untuk dicatat bahwa hasil dari operasi pengencangan payudara tidak bersifat permanen. Seiring dengan bertambahnya usia, ada kemungkinan payudara akan mengalami kekenduran kembali karena elastisitas kulit yang berkurang atau faktor-faktor lainnya.

Sumber:

https://hellosehat.com/wanita/mastopexy/

https://www.halodoc.com/artikel/ketahui-prosedur-dan-risiko-operasi-mengencangkan-payudara

Tinggalkan komentar

Use coupon code WELCOME10 for 10% off your first order.

Keranjang

Selamat! Pesanan Anda memenuhi syarat untuk pengiriman gratis Spend Rp 200.000 for free shipping
Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.