Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Hai Nona! Unduh aplikasi pelacak menstruasi kami untuk iOS & Android untuk memahami lebih baik tentang siklus menstruasi kamu.

Kapan Waktu Terbaik Untuk Berolahraga?

Kapan Waktu Terbaik Untuk Berolahraga?

Kita semua tahu bahwa olahraga teratur bermanfaat bagi kesehatan — mulai dari meningkatkan energi hingga menjaga jantung tetap kuat. Namun, tahukah kamu bahwa waktu berolahraga juga bisa memengaruhi hasil latihanmu?

Penelitian menunjukkan bahwa jam berolahraga dapat memengaruhi performa, metabolisme, bahkan konsistensi seseorang dalam berolahraga. Jadi, kapan sebenarnya waktu terbaik untuk berolahraga? Jawabannya tergantung pada tujuan, gaya hidup, dan ritme alami tubuhmu.


Pagi Hari: Energi Baru dan Kebiasaan yang Konsisten

Olahraga di pagi hari memberikan banyak keuntungan, baik untuk tubuh maupun pikiran. Penelitian menunjukkan bahwa berolahraga di pagi hari dapat meningkatkan kewaspadaan dan energi, karena kadar hormon kortisol dan endorfin berada pada puncaknya di awal hari.

Selain itu, olahraga pagi cenderung lebih konsisten. Mereka yang berolahraga sebelum beraktivitas biasanya lebih mampu mempertahankan rutinitasnya, karena tidak terganggu oleh pekerjaan atau urusan lain.

Latihan sebelum sarapan juga dapat membantu pembakaran lemak yang lebih efisien. Ketika kadar gula darah masih rendah, tubuh akan menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi utama. Ini bisa menjadi pilihan tepat bagi yang ingin menurunkan berat badan atau meningkatkan sensitivitas insulin.

Namun, perlu diingat bahwa di pagi hari suhu tubuh dan kekuatan otot masih rendah, jadi pemanasan sangat penting untuk menghindari cedera.


Sore dan Malam Hari: Performa Lebih Kuat dan Tubuh Lebih Siap

Bagi sebagian orang, berolahraga di sore atau malam hari terasa lebih optimal. Tubuh cenderung berada dalam kondisi terbaik pada pukul 4–7 sore, dengan suhu tubuh, kekuatan otot, dan koordinasi yang meningkat.

Hal ini membuat latihan intensitas tinggi — seperti angkat beban, HIIT, atau olahraga kompetitif — terasa lebih mudah dilakukan dan menghasilkan performa maksimal.

Selain itu, olahraga di sore atau malam hari bisa menjadi cara efektif untuk melepas stres setelah seharian bekerja. Aktivitas fisik memicu pelepasan hormon serotonin dan endorfin yang meningkatkan suasana hati dan relaksasi.

Berlawanan dengan anggapan umum, olahraga malam tidak selalu mengganggu tidur. Menurut penelitian, latihan ringan hingga sedang justru dapat meningkatkan kualitas tidur, asalkan dilakukan setidaknya satu jam sebelum waktu tidur.


Dengarkan Tubuhmu dan Utamakan Konsistensi

Yang paling penting bukan jam berapa kamu berolahraga, tetapi seberapa rutin kamu melakukannya. Tubuh manusia mampu beradaptasi terhadap pola latihan yang konsisten, sehingga manfaat olahraga tetap bisa diperoleh di waktu mana pun.

Jika kamu masih mencari waktu terbaik, cobalah bereksperimen: dua minggu olahraga pagi, lalu dua minggu di sore hari. Catat bagaimana pengaruhnya terhadap energi, tidur, dan suasana hatimu. Dengan begitu, kamu bisa menemukan waktu yang paling sesuai dengan ritme dan gaya hidupmu.


Kesimpulan

Tidak ada waktu yang benar-benar “terbaik” untuk berolahraga — semuanya bergantung pada kebutuhan dan preferensi individu. Olahraga pagi cocok untuk membentuk kebiasaan dan membakar lemak, sementara sore atau malam hari lebih ideal untuk performa dan kekuatan.

Yang terpenting adalah konsistensi. Jadi, pilih waktu yang membuatmu paling bersemangat untuk bergerak — entah itu pagi, siang, atau malam — karena setiap waktu adalah kesempatan untuk menjaga tubuh tetap sehat.


Sumber:

  • Chtourou, H., & Souissi, N. (2012). The effect of training at a specific time of day: A review. Journal of Strength and Conditioning Research, 26(7), 1984–2005. https://doi.org/10.1519/JSC.0b013e31825770a7

  • Edinburgh, R. M., Hengist, A., Smith, H. A., Travers, R. L., Betts, J. A., & Thompson, D. (2019). Morning exercise improves glucose tolerance and lipid metabolism compared with evening exercise in overweight men. Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 104(11), 5115–5126. https://doi.org/10.1210/jc.2019-00486

  • Schroeder, E. C., Franke, W. D., Sharp, R. L., & Lee, D.-C. (2019). Timing of physical activity in relation to body weight and metabolism: A systematic review. International Journal of Obesity, 43(9), 1689–1696. https://doi.org/10.1038/s41366-019-0362-4

  • Stutz, J., Eiholzer, R., & Spengler, C. M. (2019). Effects of evening exercise on sleep in healthy participants: A systematic review and meta-analysis. Sports Medicine, 49(2), 269–287. https://doi.org/10.1007/s40279-018-1015-0

Tinggalkan komentar

Use coupon code WELCOME10 for 10% off your first order.

Keranjang

Selamat! Pesanan Anda memenuhi syarat untuk pengiriman gratis Spend Rp 200.000 for free shipping
Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.