Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Hai Nona! Unduh aplikasi pelacak menstruasi kami untuk iOS & Android untuk memahami lebih baik tentang siklus menstruasi kamu.

Ciri-Ciri Haid yang Tidak Normal

Ciri-Ciri Haid yang Tidak Normal

Menstruasi adalah proses alami dan penting dalam siklus reproduksi wanita. Aliran menstruasi bervariasi dari wanita ke wanita, dengan perbedaan durasi, intensitas aliran, dan karakteristik lainnya. Meskipun beberapa variasi dianggap normal, ada saat-saat ketika karakteristik darah menstruasi yang abnormal dapat terjadi. Perubahan dalam warna, konsistensi, atau aspek lain dari darah menstruasi dapat menunjukkan adanya masalah kesehatan yang mendasarinya. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa karakteristik darah menstruasi yang abnormal yang umum, penyebab potensialnya, dan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga medis ketika mengalami ketidaknormalan.

  • Warna yang Tidak Biasa

Darah menstruasi normal biasanya berkisar dari merah cerah hingga merah tua. Namun, warna yang tidak biasa seperti cokelat, hitam, atau merah muda bisa terjadi. Darah berwarna cokelat atau hitam pada awal atau akhir menstruasi bisa menandakan darah yang lebih tua yang membutuhkan waktu lebih lama untuk keluar dari rahim. Darah berwarna merah muda mungkin menjadi tanda perdarahan lebih ringan. Warna yang tidak biasa ini bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan hormonal, kelainan rahim, atau beberapa kondisi medis tertentu. Jika perubahan seperti ini terus berlanjut atau disertai gejala lain, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.

  • Pembekuan Darah yang Berlebihan

Selama menstruasi, wajar jika ada pembekuan darah kecil yang keluar. Namun, pembekuan yang berlebihan, terutama jika disertai perdarahan hebat dan nyeri yang parah, bisa menjadi tanda kondisi yang disebut menorrhagia, yang mengacu pada periode menstruasi yang sangat berat atau berkepanjangan. Menorrhagia bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan hormonal, mioma rahim, polip, atau kontrasepsi hormonal. Jika kamu mengalami pembekuan darah yang sering atau besar selama menstruasi, penting untuk mencari evaluasi medis.

  • Aliran Sangat Berat atau Ringan

Meskipun jumlah aliran menstruasi bisa bervariasi dari wanita ke wanita, perubahan yang tiba-tiba dan signifikan dalam aliran menstruasi perlu diperhatikan. Aliran menstruasi yang sangat berat atau sangat ringan bisa menjadi tanda ketidakseimbangan hormonal, gangguan tiroid, sindrom ovarium polikistik (PCOS), atau kelainan rahim. Aliran yang sangat berat atau sangat ringan bisa menyebabkan anemia atau menunjukkan masalah kesuburan. Jika kamu memperhatikan perubahan drastis dalam aliran menstruasi kamu, penting untuk mendiskusikannya dengan tenaga medis.

  • Siklus Menstruasi Tidak Teratur

Siklus menstruasi yang teratur biasanya terjadi setiap sekitar 21 hingga 35 hari. Siklus menstruasi yang tidak teratur, ditandai dengan siklus yang lebih pendek atau lebih panjang dari biasanya, atau panjang siklus yang tidak terduga antara satu siklus dengan siklus berikutnya, bisa terkait dengan berbagai faktor. Penyebab umum dari siklus tidak teratur termasuk stres, olahraga berlebihan, ketidakseimbangan hormonal, PCOS, dan gangguan tiroid. Siklus tidak teratur bisa mempengaruhi kesuburan dan memerlukan evaluasi oleh tenaga medis.

  • Kehilangan Menstruasi

Kehilangan menstruasi ketika tidak hamil bisa menjadi hal yang mencemaskan. Kehilangan menstruasi atau tidak menstruasi, yang dikenal sebagai amenorea, bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penurunan berat badan yang ekstrem, olahraga berlebihan, ketidakseimbangan hormonal, PCOS, gangguan tiroid, atau menopause dini. Jika kamu melewatkan lebih dari satu periode atau mengalami amenorea tanpa penyebab yang diketahui, penting untuk mencari nasihat medis.

  • Perdarahan Menstruasi yang Berkepanjangan

Perdarahan menstruasi yang berlangsung lebih dari tujuh hari, dikenal sebagai menometrorrhagia, dianggap tidak normal. Perdarahan berkepanjangan bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan hormonal, mioma rahim, polip, atau kondisi yang mempengaruhi pembekuan darah. Jika kamu mengalami perdarahan menstruasi yang berlangsung terus-menerus, evaluasi medis perlu dilakukan.

Memantau kesehatan menstruasi dan mengenali karakteristik darah menstruasi yang abnormal adalah penting untuk memahami kesejahteraan secara keseluruhan. Meskipun beberapa variasi adalah hal yang normal, perubahan yang konsisten atau signifikan dalam karakteristik darah menstruasi dapat menunjukkan adanya masalah kesehatan yang mendasarinya. Jika kamu mengalami ketidaknormalan dalam siklus menstruasi kamu atau memperhatikan karakteristik darah menstruasi yang tidak normal, seperti warna yang tidak biasa, pembekuan darah yang berlebihan, aliran sangat berat atau ringan, siklus tidak teratur, tidak menstruasi, atau perdarahan yang berlangsung lama, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis. Evaluasi medis yang tepat waktu dapat membantu mengidentifikasi penyebab potensial dan memastikan pengelolaan yang tepat dari kondisi yang mendasarinya, untuk meningkatkan kesehatan reproduksi dan ginekologi secara keseluruhan.

Sumber:

  • Chandra A, Copen CE, Stephen EH. Infertility and impaired fecundity in the United
  • States, 1982-2010: Data from the National Survey of Family Growth. Natl Health Stat Report. 2013;(67):1-18.
  • American College of Obstetricians and Gynecologists. Frequently asked questions. Gynecologic problems. FAQ011. Heavy menstrual bleeding. Obstet Gynecol. 2019;133(5):e326-e337.
  • Fritz MA, Speroff L. Clinical gynecologic endocrinology and infertility. 8th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2011.
  • Mayo Clinic. Menorrhagia (heavy menstrual bleeding). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menorrhagia/symptoms-causes/syc-20352829. Accessed October 2021.
  • The American College of Obstetricians and Gynecologists. Practice Bulletin No. 194: Polycystic Ovary Syndrome. Obstet Gynecol. 2018;131(6):e157-e171.
  • American College of Obstetricians and Gynecologists. Practice Bulletin No. 206: Use of hormonal contraception in women with coexisting medical conditions. Obstet Gynecol. 2019;133(4):e128-e150.
  • Centers for Disease Control and Prevention. Infertility FAQs. https://www.cdc.gov/reproductivehealth/infertility/index.htm. Accessed October 2021.

Tinggalkan komentar

Use coupon code WELCOME10 for 10% off your first order.

Keranjang

Selamat! Pesanan Anda memenuhi syarat untuk pengiriman gratis Spend Rp 200.000 for free shipping
Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.