Cara Mengatasi Infertilitas - Nona Woman
Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan Kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Hai Nona! Unduh aplikasi pelacak periode kami untuk iOS & Android untuk memahami lebih lanjut tentang siklus menstruasi Anda.

Cara Mengatasi Infertilitas

Menikah dan mempunyai anak adalah hal yang diimpikan banyak pasangan. Kedatangan anak tercinta memberikan kebahagiaan dan warna baru dalam hubungan rumah tangga, sehingga tidaklah heran bila banyak orang-orang yang begitu serius untuk menyiapkan kehamilan dan kedatangan buah hati. 

Beberapa diantaranya bahkan juga mulai menyiapkannya bertepatan dengan persiapan pernikahan. Akan tetapi seringkali, beberapa pasangan yang sudah menyiapkan kehamilan dalam saat yang lumayan lama belum diberikan buah hati. Bila hal itu terjadi pada kamu dan pasangan, kamu perlu memperhatikan keadaan fertilitas masing-masing. Sebagaimana yang umum diketahui, jika infertilitas adalah pemicu utama dari sulitnya mendapatkan buah hati.

Baca juga Manfaat Asam Folat Pada Kesuburan Wanita

Pengertian Infertilitas

Infertilitas yang terjadi pada beberapa wanita adalah satu diantara faktor yang menjadi penyebab pasangan suami-istri susah untuk mempunyai anak. Keadaan seperti ini dapat disebabkan karena beragam permasalahan pada mekanisme reproduksi wanita, misalkan gangguan hormon dan abnormalitas pada organ reproduksi. 

Seorang wanita bisa disebut mengalami infertilitas jika dia tidak juga hamil, meski telah teratur berhubungan seks tanpa menggunakan alat kontrasepsi atau bahkan telah melakukan program hamil selama satu tahun atau lebih. 

Pemicu infertilitas pada wanita dapat disebabkan oleh berbagai penyebab, akan tetapi biasanya muncul karena masalah pada proses ovulasi atau pelepasan sel telur dari indung telur (ovarium). Saat ovulasi terganggu, sel telur tidak bisa dilepaskan sehingga susah atau mungkin tidak dapat dibuahi oleh sperma. Oleh karena itu, kehamilan juga tidak bisa terjadi.

Ada satu hal yang harus kamu diingat bahwa infertilitas bukan hanya disebabkan karena faktor dari istri saja. Faktor dari suami atau bahkan di antara keduanya pun bisa menjadi pemicu sulit terjadi kehamilan. Adapun bagi pasangan suami istri dengan umur istri dibawahi 35 tahun, sebaiknya kamu segera melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan bila tidak juga memperoleh anak pada tahun pertama pernikahan.

Akan tetapi, bilamana umur istri diatas 35 tahun, dalam waktu enam bulan sesudah melakukan hubungan seks secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi tidak juga mengalami kehamilan, segeralah untuk berkonsultasi kepada dokter kandungan.

mengatasi infertilitas

Faktor yang Menyebabkan Infertilitas

Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat menjadi pemicu pasangan suami istri mengalami infertilitas, diantaranya yaitu:

  • Gangguan Fungsi Testis dan Ejakulasi Dini
    Salah satu penyebab disfungsi testis adalah disebabkan karena varikokel yaitu, pembengkakan pembuluh darah vena pada buah zakar (skrotum) sehingga dapat meningkatkan temperatur dan mengganggu produksi dan fungsi sperma, konsumsi beberapa obat dan suplemen tertentu, riwayat kanker, penyakit kronik, dan gaya hidup kurang sehat.

  • Faktor Usia
    Semakin tua umur seorang wanita, maka semakin rendah peluangnya untuk hamil. Ini disebabkan karena jumlah sel telur yang semakin berkurang. Disamping itu, semakin tua umur seorang wanita semakin besar pula resiko keguguran dan abnormalitas genetik pada bayi yang dikandung.

    Diprediksi sekitar 95% wanita yang berumur 35 tahun akan hamil sesudah tiga tahun melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi. Dalam pada itu, wanita dengan umur  diatas 38 tahun ataupun lebih, cuma mempunyai potensi hamil sebesar 78% pada jangka waktu yang sama.

  • Perokok Aktif 
    Kebiasaan merokok dapat tingkatkan risiko wanita mengalami keguguran dan kehamilan ektopik. Tak hanya itu, asap rokok yang dihirup juga dapat membuat indung telur alami penuaan bisa lebih cepat dan menghabiskan jumlah sel telur saat sebelum waktunya, sehingga hal ini menyulitkan proses kehamilan.

  • Berat Badan yang Sangat Tidak Ideal
    Wanita yang mempunyai berat tubuh berlebihan (obesitas) atau malah terlampau rendah juga beresiko mengalami infertilitas. Penghitungan berat tubuh ideal dapat ditetapkan dari indeks massa tubuh (IMT). Maka dari itu, jaga selalu berat tubuh kamu supaya keadaan kesuburan selalu terlindungi dan kesempatan kamu untuk hamil juga semakin besar.

  • Mengkonsumsi Minuman Beralkohol Berlebihan
    Kebiasaan mengonsumsi minuman mengandung alkohol terlalu berlebih atau dalam periode panjang dijumpai bisa menghancurkan organ badan, termasuk organ reproduksi. Wanita yang kerap minuman mengandung alkohol lebih beresiko terserang masalah ovulasi dan endometriosis. Maka dari itu, jauhi atau batasi rutinitas konsumsi minuman mengandung alkohol untuk jaga kesuburan kamu.

  • Stress yang Tidak Terkontrol
    Stres terlalu berlebih bisa mempengaruhi mekanisme hormon pada tubuh dan performa organ reproduksi wanita. Bila tidak terkontrol, stres yang berkelanjutan atau terlampau berat dapat ikut berpengaruh pada kesuburan wanita. Stres juga sering membuat wanita kurang bernafsu untuk berhubungan seks, hingga mengurangi kesempatan untuk hamil.

  • Adanya Penyakit atau Kelainan
    Selain itu, infertilitas pada wanita dan pria juga bisa disebabkan oleh beberapa penyakit seperti gangguan ovulasi, penyumbatan tuba falopi, jaringan parut pascaoperasi, gangguan lendir serviks, kelainan bawaan, submucosal fibroid, endometriosis, dan efek samping obat-obatan

Cara Mengatasi Infertilitas

Bagaimana Cara Mengatasi Infertilitas?

Cara penanganan infertilitas baik pada wanita maupun pria terdiri dari dua cara yaitu, pengobatan noninvasif dan pengobatan invasif. Adapun pengobatan non invasif seperti:

  • Konseling pola hidup sehat
  • Tracking siklus ovulasi
  • Induksi ovulasi sampai intrauterine insemination (IUI). 

Selain cara diatas, pengobatan non invasif yang bisa ditempuh yaitu dengan melakukan program donor sperma bilamana pasien menghendakinya.

Sementara itu, pengobatan invasif pada pria dan wanita mempunyai cara penanganan yang berlainan. pengobatan invasif pada wanita ialah meliputi:

  • Bedah Tubal, 
  • Bedah Uterus, 
  • Bayi Tabung (IVF), 
  • Assisted Hatching
  • Donor Oocyte

Sedangkan pengobatan invasif pada pria dengan melakukan bedah mikro untuk pasien yang mempunyai riwayat :

  • Vasektomi, 
  • Sperm retrieval
  • Intracytoplasmic sperm injection (ICSI) dan
  • IVF atau bayi tabung.

Semua tindakan pengobatan diatas, tentunya dilaksanakan setelah pasien melalui tahap skrining terkait pemicu ketidaksuburan. Setelah itu, dokter akan melakukan tindakan lebih lanjut sesuai dengan kondisi yang dialami pasien. Maka dari itu, untuk mengetahui secara detail terkait pemicu infertilitas yang kamu alami, segeralah melakukan konsultasi diri kamu dan pasangan dengan dokter kandungan.

Baca juga artikel Ciri-Ciri Masa Subur Wanita

References:

https://www.alodokter.com/penyebab-infertilitas-wanita-yang-perlu-diketahui

https://aido.id/diseases/infertilitas/detail

https://herminahospitals.com/id/articles/infertilitas-adalah-gangguan-kesuburan-yang-harus-diwaspadai-pasutri.html

Tinggalkan komentar

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.