Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Hai Nona! Unduh aplikasi pelacak menstruasi kami untuk iOS & Android untuk memahami lebih baik tentang siklus menstruasi kamu.

Tinea Cruris - Jamur di Selangkangan: Pengertian, Penyebab, Cara Mengobati

Tinea Cruris - Jamur di Selangkangan: Pengertian, Penyebab, Cara Mengobati

Tinea cruris adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur di area selangkangan, paha bagian dalam, dan bokong. Gejala umumnya termasuk ruam merah, rasa gatal, dan kulit bersisik di area yang terinfeksi. Meskipun lebih umum terjadi pada pria yang sering berkeringat di area selangkangan, wanita juga berisiko terkena kondisi ini. 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, dan pengobatan tinea cruris, silahkan simak ulasan di bawah ini.

Apa itu Tinea Cruris?

Tinea cruris yang lebih dikenal dengan sebutan jock itch adalah infeksi jamur yang menyerang kulit di sekitar area kelamin, anus, dan bokong. Infeksi ini disebabkan oleh jamur dermatofita yang tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembab. Penyakit ini sering kali menyebabkan rasa gatal yang intens, kemerahan, dan ruam yang bersisik di daerah yang terkena.

Baca Juga: Infeksi Jamur Vagina: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Risiko terkena tinea cruris akan lebih tinggi jika Anda adalah pria, memiliki obesitas, atau sering mengenakan pakaian dalam yang ketat dan tidak dicuci setelah digunakan. Selain itu, risiko juga meningkat jika Anda sering berkeringat berlebih, yang menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur. Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko termasuk memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh dan penyakit kulit tertentu.

Agar terhindar dari penyakit ini, menjaga area selangkangan agar tetap kering sangatlah penting. Setelah mandi atau berolahraga, pastikan untuk mengelap area selangkangan dengan handuk yang bersih dan kering. Kelembaban yang tertinggal di kulit dapat menjadi tempat berkembang biaknya jamur, sehingga langkah ini sangat krusial.

Selain itu, gunakan pakaian dalam yang bersih dan tidak terlalu ketat. Pakaian dalam yang longgar memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik dan mengurangi kelembaban di area selangkangan. Hindari juga bertukar alat-alat pribadi seperti pakaian dalam atau handuk dengan orang lain. Bertukar barang-barang pribadi dapat meningkatkan risiko penularan infeksi jamur.

Penyebab Tinea Cruris

Penyebab utama tinea cruris adalah jamur Trichophyton rubrum. Jamur ini tumbuh dan berkembang di area selangkangan atau lipatan paha, yang mengakibatkan rasa gatal di selangkangan. Pertumbuhan jamur ini seringkali dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya:

1. Kutu Air 

Salah satu faktor pemicu adalah adanya kutu air yang menyebar ke selangkangan. Kutu air ini bisa berpindah dari kaki ke selangkangan melalui kontak langsung atau tidak langsung. Selain itu, gesekan antara kulit selangkangan dengan kain, seperti celana yang ketat, juga dapat menjadi penyebab jamur di selangkangan. Gesekan ini dapat merusak lapisan pelindung kulit, sehingga memudahkan jamur untuk tumbuh dan berkembang.

2. Kulit Lembab

Faktor lain yang mempengaruhi adalah kondisi kulit selangkangan yang terlalu lembab akibat keringat. Kelembaban yang berlebihan di area selangkangan menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur. Kelembaban ini bisa disebabkan oleh aktivitas fisik yang intens atau cuaca yang panas dan lembab. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kekeringan area selangkangan sangat penting untuk mencegah pertumbuhan jamur.

3. Terpapar dari Orang Lain

Selain itu, melakukan kontak fisik secara langsung dengan orang yang terinfeksi juga dapat menjadi penyebab tinea cruris. Kontak fisik ini bisa terjadi melalui sentuhan kulit atau berbagi barang pribadi dengan penderita, seperti pakaian, handuk, atau alat kebersihan pribadi. Oleh karena itu, penting untuk menghindari berbagi barang-barang pribadi dengan orang yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran jamur.

Dengan memahami penyebab tinea cruris, langkah-langkah pencegahan dapat diambil untuk mengurangi risiko infeksi. Menjaga kebersihan pribadi, menghindari kondisi lembab di area selangkangan, dan menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan. Pencegahan ini tidak hanya membantu mencegah infeksi jamur, tetapi juga menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.

Baca Juga: Penyebab Gatal pada Kemaluan dan Cara Mengobatinya

Gejala yang Timbul Akibat Tinea Cruris

Gejala utama tinea cruris adalah rasa gatal di selangkangan yang memburuk saat beraktivitas atau berolahraga. Gatal ini sering kali menjadi sangat mengganggu dan dapat mempengaruhi kenyamanan serta produktivitas individu yang mengalaminya. 

Selain rasa gatal yang intens, terdapat beberapa perubahan pada kulit di area selangkangan yang menjadi indikasi dari tinea cruris, yaitu:

1. Munculnya Ruam Merah

Perubahan pertama yang sering diamati adalah munculnya ruam kemerahan dengan bentuk melingkar seperti cincin. Ruam ini biasanya memiliki tepi yang lebih menonjol dan di bagian tepinya sering kali terdapat lepuhan kecil. Bentuk ruam yang khas ini memudahkan dalam mengidentifikasi tinea cruris sebagai penyebab masalah kulit di area selangkangan.

2. Gatal di Area Kemaluan

Selain ruam, gejala lain yang sering muncul adalah rasa gatal pada penis atau vagina. Gatal ini bisa sangat mengganggu dan mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Kulit di area yang terkena juga sering kali menjadi bersisik, pecah-pecah, dan terkelupas. Kondisi ini dapat memperparah rasa tidak nyaman dan menambah risiko infeksi sekunder akibat garukan yang berlebihan.

3. Perubahan Warna Kulit

Warna kulit di area yang terinfeksi juga bisa berubah menjadi lebih terang atau lebih gelap dibandingkan dengan kulit di sekitarnya. Perubahan warna ini seringkali disertai dengan tekstur kulit yang berubah, membuat area tersebut tampak berbeda dan lebih jelas terlihat.

4. Gatal dan Perih di Area Selangkangan

Kulit di daerah selangkangan yang terinfeksi tinea cruris juga dapat mengalami lecet dan terasa perih seperti terbakar. Sensasi terbakar ini biasanya disebabkan oleh kulit yang mengelupas akibat garukan yang berulang kali. Lecet dan perih ini tidak hanya menambah ketidaknyamanan, tetapi juga dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi lebih lanjut.

Faktor Risiko Tinea Cruris

Tinea cruris yang disebabkan oleh jamur Trichophyton rubrum sering terjadi pada area kulit yang lembab. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tinea cruris. Faktor-faktor ini perlu diperhatikan untuk mengurangi kemungkinan terkena infeksi ini.

1. Sering Berkeringat

Faktor pertama adalah sering berkeringat. Keringat yang berlebihan dapat menciptakan lingkungan yang lembab, yang sangat disukai oleh jamur penyebab tinea cruris. 

2. Obesitas 

Selain itu, berat badan berlebih atau obesitas juga merupakan faktor risiko. Orang dengan berat badan berlebih cenderung memiliki lipatan kulit yang lebih banyak, yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya jamur.

3. Lingkungan yang Lembab

Lingkungan dengan udara lembab dan panas juga dapat meningkatkan risiko. Udara yang lembab dan panas menciptakan kondisi yang ideal bagi pertumbuhan jamur. 

4. Sistem Imun yang Lemah

Memiliki imun tubuh yang lemah juga merupakan faktor risiko. Sistem kekebalan tubuh yang lemah tidak mampu melawan infeksi dengan efektif, sehingga jamur lebih mudah berkembang biak. 

5. Kurang Memperhatikan Kebersihan Tubuh

Terakhir, kurang menjaga kebersihan tubuh, misalnya jarang mandi, dapat meningkatkan risiko. Kebersihan tubuh yang buruk dapat menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur. Oleh karena itu, menjaga kebersihan tubuh sangat penting untuk mencegah tinea cruris.

Pelajari selengkapnya video ini tentang “TINEA CRURIS: Definisi, penyebab, gejala, pengobatan dan pencegahan” 

Cara Mengobati Tinea Cruris

Tinea cruris bisa diatasi dengan menggunakan obat yang dijual bebas, seperti bedak, salep, obat semprot, dan lotion anti-jamur. Penggunaan obat-obatan ini bertujuan agar ruam bisa segera hilang. Bedak dan salep anti-jamur sering digunakan untuk mengurangi rasa gatal dan iritasi pada kulit. Obat semprot dan lotion juga efektif dalam mengatasi infeksi jamur di area yang lebih luas.

Namun, untuk mencegah tinea cruris muncul kembali, penting untuk terus melakukan pengobatan dua kali sehari setidaknya selama kurun waktu sepuluh hari. Konsistensi dalam pengobatan sangat penting untuk memastikan bahwa infeksi jamur benar-benar hilang dan tidak kembali. Selain itu, menjaga kebersihan dan kekeringan area yang terkena juga sangat dianjurkan untuk mencegah perkembangan jamur lebih lanjut.

Jika pengobatan yang dilakukan dengan obat-obatan bebas tidak bisa mengatasinya, atau jika tinea cruris yang diderita sudah parah, segera temui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan obat resep. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan tingkat keparahan infeksi dan memberikan rekomendasi pengobatan yang sesuai.

Dengan mengikuti petunjuk dokter dan menjalankan pengobatan dengan disiplin, tinea cruris dapat diatasi dengan efektif. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar untuk mencegah infeksi jamur ini muncul kembali.

Baca Juga: Cegah Infeksi Jamur pada Organ Intim Kamu Dengan Sabun Intim Organik Nona Woman

Langkah Pencegahan Agar Tinea Cruris Tidak Muncul Lagi

Tinea cruris adalah infeksi kulit yang dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Berikut adalah beberapa langkah preventif yang dapat diambil untuk mencegah terjadinya tinea cruris:

  1. Menjaga Kebersihan Tubuh: Mandi secara teratur, terutama setelah berolahraga atau melakukan aktivitas yang menghasilkan banyak keringat. Pastikan untuk membersihkan seluruh tubuh, termasuk area lipatan seperti selangkangan.
  1. Tidak Berbagi Barang Pribadi: Hindari berbagi penggunaan barang pribadi seperti celana dalam atau handuk dengan orang lain. Kebiasaan ini dapat mengurangi risiko penularan jamur.
  1. Mengeringkan Tubuh dengan Baik: Setelah mandi, pastikan tubuh benar-benar kering sebelum mengenakan pakaian. Perhatian khusus perlu diberikan pada area lipatan tubuh yang cenderung lembab, seperti selangkangan.
  1. Menghindari Pakaian Basah: Jangan mengenakan pakaian yang basah dalam jangka waktu lama. Kelembaban dapat menjadi tempat berkembang biaknya jamur.
  1. Penyimpanan Pakaian: Hindari menyimpan pakaian lembab di dalam lemari atau loker. Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan untuk mencegah pertumbuhan jamur.
  1. Memilih Bahan Pakaian yang Tepat: Kenakan celana dalam yang terbuat dari bahan lembut dan menyerap keringat, seperti katun. Bahan ini membantu menjaga area selangkangan tetap kering dan nyaman.

Jika gejala tidak menunjukkan perbaikan setelah upaya pengobatan yang telah dilakukan, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter mungkin akan meresepkan obat antijamur dalam bentuk tablet, seperti itraconazole atau fluconazole, yang dapat membantu mengatasi infeksi secara lebih efektif.

Sumber:

https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-tinea-cruris

https://www.halodoc.com/kesehatan/tinea-cruris

https://www.alodokter.com/tinea-cruris

Tinggalkan komentar

Use coupon code WELCOME10 for 10% off your first order.

Keranjang

Selamat! Pesanan Anda memenuhi syarat untuk pengiriman gratis Spend Rp 200.000 for free shipping
Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.