Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Hai Nona! Unduh aplikasi pelacak menstruasi kami untuk iOS & Android untuk memahami lebih baik tentang siklus menstruasi kamu.

Penyebab Telat Haid Lebih dari 1 Bulan yang Perlu Anda Pahami

Penyebab Telat Haid Lebih dari 1 Bulan yang Perlu Anda Pahami

Telat haid sering kali dianggap sebagai hal yang sepele, karena kondisi ini memang kerap terjadi dan bisa dialami oleh semua wanita. Namun, penting untuk mengetahui batas telat haid dan hal apa saja yang perlu dilakukan. Jika disebabkan oleh gangguan kesehatan, telat haid perlu segera mendapatkan tindakan medis agar dapat terhindar dari komplikasi serius. 

Penyebab Telat Haid Tapi Tidak Hamil

Telat haid lebih dari 1 bulan bisa disebabkan oleh beberapa hal. Nah, berikut adalah penjelasan lengkap berbagai penyebab telat haid yang perlu kamu pahami. 

1. Stres

Tahukah kamu bahwa bagian otak yang mengatur siklus menstruasi, yakni hipotalamus, akan terganggu kinerjanya saat kamu mengalami stres? Oleh karena itu, stres secara fisik dan mental bisa menjadi alasan kenapa seseorang telat haid. 

Saat dalam kondisi stres dan kelelahan, produksi estrogen, progesterone, dan berbagai hormon lain di dalam tubuh menjadi kacau. Akibatnya, siklus haid dapat terganggu. Pada beberapa kasus, hal ini dapat menyerupai kehamilan palsu. Untuk itu, segeralah atasi stresmu dengan relaksasi, mengubah pola hidup jadi lebih sehat, dan rutin berolahraga. 

2. Sindrom Ovarium Polikistik/PCOS

Polycystic ovary syndrome atau yang disingkat PCOS merupakan suatu kelainan hormonal yang ditandai dengan adanya sejumlah kista pada ovarium. Pada remaja yang mengalami PCOS, proses pelepasan sel telur tidak akan bisa terjadi. Pasalnya, indung telur wanita dengan PCOS dipenuhi oleh folikel atau gelembung-gelembung sel yang mencegah telur tersebut untuk matang dan terlepas.

Kondisi ini bisa menjadi penyebab seseorang telat haid lebih dari 1 bulan, serta berefek pada kesuburan. Walau penyebabnya belum diketahui secara pasti, diduga PCOS berhubungan dengan kondisi lain, seperti resistensi insulin dan sindrom metabolik. 

3. Gangguan Tiroid

Jika kamu mengalami gangguan tiroid, baik itu hipotiroid maupun hipertiroid, kondisi ini bisa mempengaruhi siklus haid kamu. Tanda dan gejala gangguan tiroid berupa rasa lelah, berat badan cepat berubah, rambut rontok, dan sensitif terhadap suhu panas atau dingin.

Gangguan tiroid umumnya bisa dikontrol dengan obat-obatan sehingga siklus haid dapat lancar kembali. Tapi, jika tidak ditangani dengan baik, gangguan tiroid dapat memberikan berbagai komplikasi, salah satunya gangguan kesuburan.

4. Perimenopause dan Menopause

Terlambatnya haid bisa disebabkan oleh perimenopause atau yang dikenal dengan masa transisi menopause. Perimenopause terjadi antara 2-8 tahun sebelum menopause. 

Kondisi perimonopause menjadi tanda bahwa kadar hormon estrogen mulai berfluktuasi. Pada fase ini, haid bisa menjadi lebih sering atau lebih jarang. Gejala lain yang dapat muncul berupa hot flash, sering berkeringat, sulit tidur, vagina kering, dll. Menopause menyebabkan pelepasan sel telur berhenti, hasilnya menstruasi terlambat atau bahkan terhenti sama sekali.

5. Hormon Prolaktin Berlebih

Produksi hormon prolaktin yang tidak normal bisa menjadi penyebab dari telat haid. Hormon yang dihasilkan di kelenjar pituitari ini akan meningkat pada masa menyusui, tetapi bisa juga meningkat akibat kondisi medis tertentu, misalnya penyakit ginjal dan tumor kelenjar pituitari di otak. Saat produksi hormon prolaktin tidak normal, hal ini dapat berdampak pada fungsi hormon lain yang penting dalam proses menstruasi, yaitu estrogen dan progesteron.

6. Penggunaan Alat Kontrasepsi Hormonal

Salah satu efek samping dari penggunaan kontrasepsi hormonal seperti KB hormonal adalah perdarahan yang tidak teratur. Bahkan, tercatat bahwa 70 persen pengguna KB suntik mengalami gangguan menstruasi. 

Meski demikian, setiap individu memiliki respons yang berbeda-beda dalam penerimaan hormon ini. Ketika kamu berhenti menggunakan kontrasepsi, sering kali dibutuhkan waktu untuk siklus haid kembali seperti semula.

Untuk mengetahui kondisi tubuh dan kemungkinan penyebab telat haid, cobalah untuk melakukan pemeriksaan dengan dokter spesialis kebidanan kandungan atau Sp.OG. Nantinya, dokter akan memberi petunjuk terkait hal apa saja yang perlu dilakukan saat mengalami telat haid. 

Sumber:

https://www.halodoc.com/artikel/berapa-lama-batas-telat-haid-yang-perlu-diwaspadai

https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/perawatan-wanita/telat-haid-sebulan-pertanda-apa

https://bocahindonesia.com/telat-haid-yang-normal/

Tinggalkan komentar

Use coupon code WELCOME10 for 10% off your first order.

Keranjang

Selamat! Pesanan Anda memenuhi syarat untuk pengiriman gratis Spend Rp 200.000 for free shipping
Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.