Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Hai Nona! Unduh aplikasi pelacak menstruasi kami untuk iOS & Android untuk memahami lebih baik tentang siklus menstruasi kamu.

Mengapa Perempuan Perlu Berolahraga Saat Hamil

Mengapa Perempuan Perlu Berolahraga Saat Hamil

Kehamilan adalah periode transformatif dalam kehidupan seorang perempuan, disertai dengan berbagai perubahan fisik, hormonal, dan emosional. Selama bertahun-tahun, olahraga saat hamil sempat dianggap berisiko dan tidak dianjurkan. Namun, penelitian dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan bahwa aktivitas fisik teratur dengan intensitas moderat tidak hanya aman bagi sebagian besar ibu hamil, tetapi juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan ibu dan bayi. Saat ini, organisasi kesehatan besar, termasuk American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), secara tegas merekomendasikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat selama kehamilan.


Manfaat untuk Ibu

  1. Meningkatkan Kesehatan Fisik
    Olahraga teratur membantu mencegah kenaikan berat badan berlebih, menurunkan risiko diabetes gestasional, serta mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah. Menurut ACOG (2020), aktivitas fisik juga menurunkan risiko preeklamsia, kondisi serius yang ditandai tekanan darah tinggi saat hamil.

  2. Mengurangi Ketidaknyamanan Kehamilan
    Latihan yang memperkuat otot inti dan punggung dapat mengurangi keluhan umum seperti nyeri punggung bawah dan rasa tidak nyaman pada panggul. Aktivitas seperti jalan kaki, berenang, atau yoga prenatal juga membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi bengkak pada kaki.

  3. Kesehatan Mental yang Lebih Baik
    Perubahan hormon dan gaya hidup dapat memengaruhi kondisi emosional ibu hamil. Studi menunjukkan bahwa olahraga teratur dapat mengurangi kecemasan, stres, dan depresi, sekaligus meningkatkan kualitas tidur dan suasana hati.


Manfaat untuk Bayi

  1. Mendukung Pertumbuhan Janin yang Sehat
    Penelitian mengungkap bahwa olahraga ibu hamil berkaitan dengan berat badan lahir yang sehat dan menurunkan risiko obesitas serta gangguan metabolisme pada anak di kemudian hari.

  2. Mendukung Perkembangan Otak
    Bukti ilmiah awal menunjukkan bahwa olahraga moderat saat hamil dapat memberi pengaruh positif terhadap perkembangan otak dan fungsi neurologis janin.


Jenis Olahraga yang Aman

Tidak semua olahraga cocok untuk ibu hamil, tetapi banyak pilihan aman yang bisa dilakukan. Aktivitas low-impact seperti jalan kaki, berenang, bersepeda statis, dan yoga prenatal umumnya direkomendasikan. Latihan kekuatan dengan beban ringan hingga sedang juga bisa dilakukan dengan pengawasan dan penyesuaian.


Panduan dan Kehati-hatian

  • Ibu hamil disarankan berolahraga setidaknya 150 menit per minggu dengan intensitas sedang.

  • Hindari olahraga dengan risiko jatuh tinggi, olahraga kontak fisik, atau gerakan berbaring telentang setelah trimester pertama.

  • Perempuan dengan kondisi medis tertentu, seperti placenta previa, risiko persalinan prematur, atau anemia berat, perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum berolahraga.


Kesimpulan

Olahraga selama kehamilan adalah cara efektif untuk menjaga kesehatan ibu, mendukung perkembangan janin, serta mengurangi tantangan fisik dan emosional yang muncul. Dengan panduan medis yang tepat dan pilihan olahraga yang aman, aktivitas fisik dapat membuat perjalanan kehamilan lebih sehat dan menyenangkan, baik bagi ibu maupun bayi.


Sumber:

  • American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). (2020). Physical Activity and Exercise During Pregnancy and the Postpartum Period. Committee Opinion No. 804. https://www.acog.org

  • Clapp, J. F. (2008). Long-term outcome after exercising throughout pregnancy: Fitness and cardiovascular risk. American Journal of Obstetrics and Gynecology, 199(6), 489.e1–489.e6. https://doi.org/10.1016/j.ajog.2008.03.006

  • Daley, A. J., Foster, L., Long, G., Palmer, C., Robinson, O., Walmsley, H., & Ward, R. (2015). The effectiveness of exercise for the prevention and treatment of antenatal depression: Systematic review with meta-analysis. BJOG: An International Journal of Obstetrics & Gynaecology, 122(1), 57–62. https://doi.org/10.1111/1471-0528.12909

  • Ehrlich, S. F., Hedderson, M. M., Brown, S. D., Feng, J., Neugebauer, R. S., Ferrara, A. (2016). Influence of maternal exercise on offspring cardiometabolic outcomes. Medicine and Science in Sports and Exercise, 48(5), 947–954. https://doi.org/10.1249/MSS.0000000000000859

  • Mottola, M. F., & Artal, R. (2016). Role of exercise in reducing gestational diabetes mellitus. Clinical Obstetrics and Gynecology, 59(3), 620–628. https://doi.org/10.1097/GRF.0000000000000214

  • Ruchat, S. M., & Mottola, M. F. (2012). The important role of physical activity in the prevention and management of gestational diabetes mellitus. Diabetes/Metabolism Research and Reviews, 29(5), 334–346. https://doi.org/10.1002/dmrr.2397

Tinggalkan komentar

Use coupon code WELCOME10 for 10% off your first order.

Keranjang

Selamat! Pesanan Anda memenuhi syarat untuk pengiriman gratis Spend Rp 200.000 for free shipping
Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.