Matcha adalah bubuk teh hijau yang digiling halus, kaya akan katekin (terutama EGCG), antioksidan, kafein, dan asam amino L-theanine. Senyawa-senyawa ini memiliki berbagai efek sistemik—beberapa berpotensi bermanfaat saat menstruasi, sementara yang lain mungkin kurang menguntungkan tergantung pada konteksnya. Berikut adalah rangkuman temuan riset dan pendapat pakar mengenai hubungan antara matcha dan kesehatan menstruasi.
Manfaat Potensial Matcha untuk Gejala Menstruasi
-
Efek antiinflamasi & aktivitas antioksidan
Matcha dan ekstrak teh hijau dikenal memiliki sifat antioksidan kuat. Peradangan berperan dalam ketidaknyamanan menstruasi—seperti kram, pembengkakan, dan nyeri—dan antioksidan dapat membantu mengurangi stres oksidatif. Meski uji klinis langsung tentang matcha dan kram menstruasi masih terbatas, potensi antiinflamasi ini diyakini bermanfaat. -
Regulasi mood & efek menenangkan
Matcha mengandung L-theanine, asam amino yang membantu relaksasi dan mengurangi stres. Selama siklus menstruasi, fluktuasi hormon (terutama estrogen dan progesteron) dapat memicu perubahan mood dan kecemasan. Kombinasi kafein dosis sedang (untuk meningkatkan fokus) dan L-theanine (untuk menenangkan) dapat menyeimbangkan energi serta suasana hati. Bukti klinis masih terbatas, tetapi mekanisme ini didukung oleh beberapa laporan gaya hidup. -
Energi, kelelahan, dan metabolisme
Kelelahan adalah gejala umum menstruasi. Kandungan kafein pada matcha dapat membantu melawannya. Sebuah uji klinis acak menunjukkan konsumsi matcha harian meningkatkan oksidasi lemak pada perempuan selama olahraga intensitas sedang. Studi pendahuluan lain dengan ekstrak teh hijau menemukan perubahan oksidasi lemak yang berbeda pada fase siklus menstruasi.
Risiko atau Kekurangan yang Perlu Diperhatikan
-
Efek terkait kafein
Matcha mengandung kafein—umumnya lebih rendah dari kopi, tetapi tetap signifikan. Kafein dapat memperburuk beberapa gejala menstruasi: meningkatkan kecemasan, mengganggu tidur, memperparah nyeri payudara, bahkan menambah aliran darah atau kram pada sebagian orang. Seorang apoteker Malaysia memperingatkan bahwa konsumsi matcha berlebihan (±70 mg kafein per cangkir) berpotensi mengganggu keseimbangan estrogen/progesteron. -
Interaksi hormonal: bukti terbatas
Data langsung bahwa matcha memengaruhi produksi hormon seks manusia masih minim. Namun, studi laboratorium pada sel kanker payudara (MCF-7) menunjukkan ekstrak matcha dapat memengaruhi ekspresi reseptor estrogen. Implikasi klinisnya pada perempuan sehat masih belum jelas. -
Toleransi individu & dosis
Sensitivitas tiap orang terhadap kafein dan katekin berbeda. Dosis kecil hingga sedang bisa bermanfaat, tetapi berlebihan dapat memicu gangguan pencernaan, insomnia, atau memperparah gejala PMS.
Hal yang Masih Belum Jelas
-
Uji klinis terkontrol khusus matcha untuk kram, PMS, atau perdarahan berat masih sangat terbatas.
-
Sebagian besar klaim manfaat bersifat teoritis (berdasarkan mekanisme antioksidan/antiinflamasi) atau berasal dari pengalaman konsumen.
-
Dampak matcha pada fase siklus yang berbeda (folikular, luteal, menstruasi) belum dipelajari secara detail.
Rekomendasi Praktis
-
Konsumsi moderat: 1–2 cangkir per hari. Hindari menjelang tidur.
-
Pilih matcha berkualitas: matcha grade tinggi lebih kaya antioksidan dan lebih sedikit kotoran.
-
Perhatikan respon tubuh: kurangi bila gejala memburuk.
-
Dukung gaya hidup sehat: hidrasi, pola makan seimbang (terutama zat besi), istirahat cukup, kompres hangat.
Kesimpulan
Matcha berpotensi menjadi minuman pendukung alami saat menstruasi—berkat kandungan antioksidan, efek metabolik, dan modulasi mood. Namun, bukti ilmiah masih awal dan terbatas. Kafein bisa membawa manfaat sekaligus risiko, tergantung individu. Karena itu, kunci utamanya adalah moderasi dan mendengarkan tubuh sendiri. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyusun panduan yang lebih jelas.
Sumber:
-
Willems ME, Fry H, Belding M, Kaviani M, et al. (2020). “Three Weeks Daily Intake of Matcha Green Tea Powder Affects Substrate Oxidation during Moderate-Intensity Exercise in Females.” PubMed.
-
Ishikawa A, Matsuda T, Gam H, Kanno M, Yamada M, et al. (2022). “Effect of Green Tea Extract Ingestion on Fat Oxidation during Exercise in the Menstrual Cycle: A Pilot Study.” Nutrients.
-
Studi ekstrak matcha & reseptor estrogen-β pada sel MCF-7. PubMed (2023).
-
Peringatan apoteker Malaysia tentang efek matcha berlebihan pada siklus menstruasi. Seasia.co.
Tinggalkan komentar