Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan Kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Hai Nona! Unduh aplikasi pelacak periode kami untuk iOS & Android untuk memahami lebih lanjut tentang siklus menstruasi Anda.

PCOS & Resistensi Insulin

Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) atau dalam bahasa lain dikenal dengan “Polycystic Ovary Syndrome” (PCOS) merupakan salah satu gangguan kesuburan yang dialami oleh perempuan. Hasil penelitian dari sindrom ovarium polikistik atau PCOS diduga melibatkan defek primer pada aksis hipotalamus-hipofisis, sekresi dan aktivitas insulin, serta fungsi ovarium.

Hingga saat ini memang belum ditemukan penyebab terjadinya PCOS ini. Namun, PCOS sendiri telah dikaitkan dengan terjadinya resistensi insulin dan obesitas. Resistensi insulin diyakini sebagai “principal underlying etiologic factor.” Pendapat tersebut dibuktikan dengan tingginya angka terjadinya resistensi insulin pada penderita Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK). Insulin sendiri berfungsi untuk membantu mengatur fungsi ovarium, dan selanjutnya ovarium akan merespon kadar insulin yang berlebih dengan cara memproduksi hormon androgen.

Sebelum kita membahas hubungan antara PCOS dan resistensi insulin, kita akan membahas sedikit pengertian dari resistensi insulin ini.

Apa Itu Resistensi Insulin?

Resistensi insulin merupakan suatu kondisi dimana sel tubuh tidak dapat menggunakan gula darah dengan baik dan mengabaikan sinyal yang diberikan hormon insulin. Hal ini menyebabkan tubuh tidak dapat memberikan respon yang layak terhadap hormon ini.

Resistensi insulin tidak memiliki gejala yang khusus, sehingga hal itu membuat beberapa orang mengalami resistensi insulin selama bertahun-tahun tanpa menyadarinya.

Proses pertama terjadinya resistensi insulin adalah saat tubuh mengkonsumsi karbohidrat yang ada dalam makanan. Selanjutnya, karbohidrat yang telah dikonsumsi itu akan berubah menjadi glukosa, dan kemudian melepaskannya ke dalam darah. Glukosa yang telah terserap akan diubah menjadi energi di dalam sel.

Saat seseorang mengalami resistensi insulin, maka akan terjadi gangguan pada proses glikolisis, dimana pankreas tetap memproduksi insulin namun, sel-sel yang ada dalam tubuh tidak dapat menyerap glukosa dengan layak. Oleh karena ini, kondisi ini menyebabkan kadar glukosa dalam tubuh meningkat dan berada di atas batas normal.



Faktor Penyebab Resistensi Insulin

Hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti penyebab resistensi insulin ini. Namun, ada beberapa faktor yang dianggap sebagai penyebab resistensi insulin. Adapun beberapa faktor tersebut, sebagai berikut:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Genetik
  • Stres berkepanjangan
  • Kehamilan
  • Pola hidup yang tidak sehat
  • Kebiasaan konsumsi gula yang berlebih
  • Mengkonsumsi obat kortikosteroid
  • Mengalami sindrom ovarium polikistik (SOPK)

Hubungan PCOS dan Resistensi Insulin

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa resistensi insulin berkaitan dengan manifestasi klinis dari PCOS. Insulin sendiri merupakan hormon yang berfungsi untuk mengontrol gula darah pada tubuh. Resistensi insulin akan menimbulkan suatu keadaan yang disebut hiperinsulinemia sebagai reaksi kompensasi insensitivitas insulin. Tingginya kadar insulin akan merangsang produksi androgen ovarium dengan berbagai mekanisme.

Perempuan yang mengalami PCOS akan rentan terkena resistensi insulin. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat menyebutkan bahwa perempuan dengan PCOS akan rentan resistensi terhadap insulin. Dalam kondisi ini, tubuh mereka sebenarnya dapat membuat insulin tetapi tidak dapat menggunakannya secara efektif, sehingga hal tersebut memicu resiko resistensi insulin.

Resistensi insulin pada penderita PCOS dapat disebabkan karena kerusakan proses pengiriman sinyal pada reseptor insulin. Disamping itu, resistensi insulin ini memiliki keterkaitan dengan adiponektin, dimana adiponektin ini merupakan hormon yang dihasilkan adiposit yang berfungsi untuk mengatur metabolisme lipid dan kadar glukosa dalam tubuh.

Selain itu, perempuan dengan PCOS juga memiliki tingkat androgen yang lebih tinggi (hormon pria yang juga dimiliki perempuan), yang dapat menghentikan pelepasan telur (ovulasi) dan menyebabkan menstruasi tidak teratur, masalah jerawat, penipisan rambut kulit kepala, dan pertumbuhan rambut berlebih di wajah dan tubuh.

Kadar insulin yang tinggi juga dapat memicu penekanan pada produksi “Sex Hormone Binding Globulin” (SHBG), dimana hormon ini diproduksi di hati. Kondisi tersebut juga dapat memperburuk hiperandrogenemia, dimana hiperandrogenemia ini dapat membuat proporsi androgen yang bersirkulasi bebas menjadi meningkat.

Cara Menurunkan Resistensi Insulin


Seperti yang sudah dijelaskan bahwa resistensi insulin membuat kadar insulin didalam tubuh terlalu tinggi. Bagi perempuan yang memiliki kondisi resistensi insulin, tubuhnya akan mengalami lonjakan gula darah yang tinggi.

Untuk itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh agar dapat menurunkan resistensi insulin ini. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menurunkan resistensi insulin dalam tubuh.

  1. Olahraga Rutin
    Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan berolahraga secara rutin. Olahraga yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan kinerja insulin dan menurunkan resistensi insulin.

    Olahraga yang efektif untuk menurunkan resistensi insulin adalah olahraga angkat beban dan aerobik. Selain itu, aerobik juga cocok diterapkan bagi penderita obesitas dan diabetes. Jika kamu menginginkan hasil yang lebih cepat, kamu bisa mengkombinasikan olahraga aerobik dengan angkat beban.

  2. Atur Pola Makan Sehat
    Selain olahraga, kamu juga bisa mulai mengatur pola makan yang lebih sehat untuk menurunkan resistensi insulin. Kamu bisa mengkonsumsi sayur, buah, biji-bijian, atau makanan yang kaya akan serat, khususnya serat larut air.

    Serat larut air ini merupakan salah satu jenis serat yang mudah dicerna oleh tubuh. Dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung serat larut air, maka perut akan menjadi lebih kenyang. Dengan begitu jumlah kalori akan berkurang dan berat badan akan turun. Penurunan berat badan ini juga dapat membantu menurunkan resiko resistensi insulin.

  3. Diet Rendah Karbohidrat
    Tiga macam zat gizi makro yang sering kita konsumsi adalah karbohidrat, protein, dan lemak.

    Resistensi insulin merupakan suatu kondisi dimana sel tubuh tidak dapat menggunakan gula darah dengan baik dan mengabaikan sinyal yang diberikan hormon insulin. Oleh sebab itu, salah satu cara untuk menurunkan resistensi insulin adalah dengan diet karbohidrat. Diet karbohidrat akan membuat kadar gula darah turun, dan hal tersebut juga akan berpengaruh pada penurunan kadar insulin dalam tubuh. Diet karbohidrat juga terbukti efektif untuk menurunkan kadar gula pada penderita PCOS.

Untuk saat ini memang belum ditemukan obat untuk resistensi insulin. Namun, dengan melakukan beberapa cara diatas, kamu dapat menurunkan resistensi insulin dalam tubuh. Dengan begitu, kamu dapat mencegah kondisi tersebut agar tidak terlalu parah.

Jika kamu merasa kesulitan dalam menanganinya, kamu bisa berkonsultasi ke dokter atau ahli medis lainnya. Dengan begitu kamu akan mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Tinggalkan komentar

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.