Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan Kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Hai Nona! Unduh aplikasi pelacak periode kami untuk iOS & Android untuk memahami lebih lanjut tentang siklus menstruasi Anda.

Arti di balik warna darah menstruasi Anda

Warna darah menstruasi tidak selalu sama di tiap siklusnya dan bahkan bisa berbeda dari hari ke hari selama menstruasi berlangsung. Hal ini menandakan bahwa warna darah menstruasi sangat dipengaruhi oleh mekanisme hormonal badan yang sedang berlangsung. Penting bagi perempuan untuk mengamati dan memahami arti warna darah menstruasi.

Secara umum, warna darah menstruasi ada yang sifatnya normal dan ada yang bisa menjadi tanda suatu ketidakseimbangan hormon hingga penyakit yang perlu diwaspadai.



Warna darah menstruasi yang tergolong normal

Merah cerah

Warna merah cerah seperti buah ceri menandakan menstruasi yang normal dan sehat. Darah dari dinding rahim yang meluruh melewati vagina dengan cepat sehingga warnanya masih terlihat cerah. Biasanya warna ini muncul pada hari-hari awal menstruasi, warna darah mungkin tetap seperti ini sepanjang menstruasi kamu atau mungkin menjadi gelap saat menstruasi menjadi lebih ringan.

Merah Tua

Warna merah tua saat menstruasi juga masih dikategorikan normal. Warna merah tua mungkin hanya karena darah telah berada di dalam rahim untuk sementara waktu. Warna ini biasanya dikaitkan dengan akhir menstruasi.

Coklat

Pada awal maupun akhir masa menstruasi, warna darah biasanya menjadi coklat. Hal ini dikarenakan darah dari dinding rahim teroksidasi sebab tidak langsung keluar. Darah coklat pada awal menstruasi berasal dari darah teroksidasi pada periode menstruasi sebelumnya. Jika ada darah coklat muncul di luar jadwal menstruasi bisa jadi merupakan tanda awal kehamilan.



Warna darah menstruasi yang perlu diwaspadai

Oranye

Kemungkinan adanya infeksi adalah penyebab utama warna darah menstruasi menjadi oranye. Jika terjadi infeksi, kemungkinan besar akan disertai dengan rasa gatal pada vagina, rasa tidak nyaman dan bau atau keputihan yang berbau tidak sedap.

Pink

Warna pink pada darah menstruasi menandakan kadar estrogen yang terlalu rendah. Kadar estrogen yang rendah membuat volum darah menstruasi lebih sedikit sehingga bercampur dengan cairan serviks yang mengakibatkan warnanya menjadi memudar. Selain itu warna darah pink bisa menjadi indikasi diet yang tidak sehat atau juga anemia.

Ungu

Kebalikan dari warna pink, warna darah menstruasi ungu menandakan tingginya kadar estrogen. Sering diikuti dengan gumpalan darah yang lumayan besar dan menstruasi yang berlangsung lebih dari seminggu. Kadar estrogen yang terlalu tinggi lambat laun dapat memicu peradangan dan menyebabkan komplikasi kesehatan lebih lanjut seperti endometriosis, fibroid hingga kista ovarium.

Abu-Abu

Seperti yang kita tahu, secara alami vagina kita penuh oleh flora bakteri yang baik. Namun apabila pertumbuhannya terlalu banyak bisa menyebabkan vaginosis bakteri. Hal ini ditandai dengan warna darah menstruasi yang abu-abu.

Hitam

Warna darah menstruasi yang menghitam diakibatkan oleh penyumbatan dalam vagina. Penyumbatan ini dapat disebabkan oleh berbagai alasan mulai dari masalah bawaan dengan selaput dara, septum vagina atau bahkan tidak adanya serviks. Jika parah, bahkan mungkin mengalami amenore, sama sekali tidak ada menstruasi. Ini mungkin disertai dengan rasa sakit, perlengketan, dan endometriosis.

Jika kamu menjumpai warna darah menstruasi yang perlu diwaspadai sebaiknya segera berkonsultasi dengan layanan fasilitas kesehatan (faskes) terdekat ya.

Jangan ragu untuk menggunakan Pembalut Organik Nona Woman, dibuat dengan 100% bahan katun organik yang mewah dan sangat menyerap untuk membuat Anda tetap kering dan nyaman selama menstruasi.


Tinggalkan komentar

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.