Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan Kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Hai Nona! Unduh aplikasi pelacak periode kami untuk iOS & Android untuk memahami lebih lanjut tentang siklus menstruasi Anda.

Infeksi Saluran Kemih (ISK):Pengertian, Gejala, Pencegahan

Pengertian Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu kondisi dimana terjadi infeksi pada organ dalam sistem kemih, yakni ureter, uretra, ginjal, dan kandung kemih. Umumnya, kondisi ini terjadi pada dua organ yaitu uretra dan kandung kemih.

Sebelumnya kita akan membahas sedikit mengenai saluran kemih. Saluran kemih sendiri dibagi menjadi dua, yaitu saluran kemih atas dan saluran kemih bawah. Pada saluran kemih atas terdiri dari ginjal dan ureter. Sementara saluran kemih bawah terdiri dari uretra dan kandung kemih.

ISK terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih melalui uretra dan berkembang pada kandung kemih. Infeksi yang terjadi dan menyerang bagian paling dalam itulah yang menyebabkan terjadinya ISK. Jika kondisi ini tidak segera ditangani dengan tepat, bakteri dapat menyebabkan infeksi sampai ke ginjal.

ISK ini dapat terjadi pada semua orang tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Namun, dibandingkan dengan laki-laki, kondisi tersebut lebih banyak terjadi pada perempuan. Hal itu disebabkan, perempuan memiliki uretra yang lebih pendek, sehingga lebih rentan terjadi infeksi.

Unduh aplikasi pelacak menstruasi Nona Woman untuk iOS & Android untuk memahami siklus menstruasi Anda.

Gejala Infeksi Saluran Kemih

Ada beberapa gejala yang terjadi pada kondisi ini. Beberapa gejala ini menyebabkan lapisan saluran kemih menjadi merah dan mengalami iritasi. Adapun beberapa gejala yang disebabkan oleh ISK, sebagai berikut:

  • Keinginan buang air kecil terus terasa
  • Sering buang air kecil
  • Rasa nyeri pada area kemaluan saat buang air kecil
  • Kencing berwarna lebih gelap dan berbau menyengat
  • Tubuh merasa lelah dan bergetar
  • Pinggul terasa nyeri
  • Nyeri saat berhubungan seksual

Gejala diatas merupakan gejala yang umum terjadi pada orang yang menderita ISK. Adapun gejala lain yang berbeda, bergantung pada organ mana yang terkena infeksi. Berikut beberapa gejala ISK berdasarkan organ yang terinfeksi:

  • Ginjal: Demam, mual dan muntah, menggigil, serta nyeri pada punggung
  • Kandung Kemih: Terdapat rasa tekanan pada area perut bawah, sering merasa buang air kecil, dan berdarah saat buang air kecil
  • Uretra: Rasa nyeri saat buang air kecil, serta keluar cairan pada uretra

Pengobatan dan Pencegahan Infeksi Saluran Kemih

Pada umumnya, pengobatan ISK adalah dengan memberikan antibiotik. Antibiotik ini berfungsi untuk membunuh bakteri, sehingga dapat mengobati infeksi yang terjadi. Untuk itu, penderita ISK ini wajib untuk menghabiskan antibiotik yang diberikan oleh dokter. Dengan begitu ISK dapat teratasi dengan baik dan tepat.

Jika kondisi sering kambuh dalam kurun waktu satu tahun atau lebih, kamu bisa meminta rekomendasi pengobatan khusus kepada dokter. Ada beberapa pilihan pengobatan yang dapat dijalankan, seperti:

  • Penderita dapat mengonsumsi antibiotik dosis rendah dalam kurun waktu yang lebih lama. Hal ini bertujuan untuk mencegah infeksi yang berulang.
  • Mengonsumsi antibiotik dosis tunggal setelah berhubungan seksual. Hal ini bertujuan untuk mencegah infeksi umum.
  • Penderita dapat mengonsumsi antibiotik selama 1 hingga 2 hari setiap merasakan gejala.

ISK dapat dicegah dengan minum banyak minum air putih. Dengan begitu, bakteri akan langsung turun dan terbilas melalui air seni. Dan khusus untuk perempuan, ISK dapat dicegah dengan membersihkan bagian intim dengan benar, terutama setelah buang air besar atau kecil.

Baca artikel lainnya Nona Woman: 


Tinggalkan komentar

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.