Pahami hormonmu, pahami siklusmu – Glosarium Hormon

Oleh Dr Rocio Salas-Whalen, endocrinologist dan Tim Hormona (translated by Vinka N)


Hai! Nona-Nona, hari ini kita akan membahas tentang hormon dan bagaimana pengaruhnya tidak hanya pada siklus menstruasimu tetapi juga semua yang ada di tubuhmu. Hormon memiliki peranan yang penting dalam mengatur dan mengkoordinasikan fungsi tubuh kita yang kompleks seperti mengatur suhu tubuh dan penyerapan nutrisi dan yang paling penting, mengatur siklus menstruasi kita.

Hormon seks kami

Empat hormon yang paling penting untuk siklus menstruasi kita adalah Follicular Stimulating Hormone (FSH), Luteinizing Hormone (LH), Estrogen dan Progesteron. Sebelum melanjutkan dan memberi gambaran lengkap tentang berbagai hormon dalam tubuh kita, Aku ingin menghabiskan sedikit waktu untuk menjelaskan tentang bagaimana keempat hormon tersebut bekerja secara harmonis untuk menciptakan apa yang dikenal sebagai siklus menstruasi.

FSH dan LH disebut sebagai hormon kontrol. Keduanya diproduksi pada kelenjar pituitari di otak. Mereka mengontrol perkembangan dan pelepasan folikel. Sedangkan, Estrogen dan Progesteron diproduksi di ovarium sebagai akibat dari perubahan FSH dan LH. Oleh karena itu, Estrogen dan Progesterone disebut sebagai hormon respon ovarium.

Hormone seks and siklus kami

Ketika keempat hormon ini bekerja sama dalam keseimbangan sempurna, LH dan FSH merangsang pertumbuhan folikel ovarium (kita sering keliru menyebutnya sebagai "telur", terutama ketika kita berbicara tentang berapa banyak telur yang tersisa. Folikel berisi telur yang matang tetapi akan benar-benar disebut "telur" ketika sudah dilepaskan dari folikel). Mereka juga merangsang produksi estrogen di ovarium.

Kedua hormon ini, LH dan FSH, adalah hormon yang paling aktif pada awal siklus kita, pra-ovulasi, dan mencapai tingkat tertinggi pada hari ovulasi. FSH sebenarnya mencapai puncaknya hanya beberapa jam sebelum ovulasi. Karena peningkatan FSH dan LH yang stabil selama fase folikuler dan pengaruhnya terhadap estrogen, ingatlah bahwa kedua hormon ini merangsang produksi estrogen, kadar estrogen kita juga mencapai puncaknya tepat sebelum ovulasi.

Selama fase ini, progesteron akan tetap rendah karena sebagian besar diproduksi oleh korpus luteum, kelenjar sementara yang dihasilkan setelah folikel melepaskan sel telur. Ini berarti bahwa, progesteron akan mulai meningkat setelah ovulasi dan menjadi hormon yang dominan. Progesteron penting untuk kehamilan karena mempersiapkan penebalan dinding rahim untuk menerima sel telur yang telah dibuahi. Jika sel telur tidak dibuahi maka korpus luteum akan rusak, kadar progesteron turun dan memicu menstruasi yang pada dasarnya adalah peluruhan dinding rahim yang telah dipersiapkan untuk kehamilan.

Hormone fluctuations during the menstrual cycle

Bagaimana hormon membuat dampak di hidup kami

Perubahan hormon yang dominan pada ovarium menjadi representasi dinamika perasaan kita. Selama fase folikuler, ketika kadar estrogen tinggi dan mendominasi, Perasaan kita biasanya cukup baik, oleh karena itu estrogen disebut sebagai hormon bahagia. Saat estrogen meningkat, suasana hati, tingkat energi, dan produktivitas kita juga meningkat. Dan sebaliknya ketika progesteron menjadi hormon yang dominan, saat itulah kita mulai mengalami gejala PMS seperti perubahan suasana hati yang tidak stabil, kelelahan, kesulitan tidur, dan sedikit pemarah dan sensitif.

Seperti yang Anda lihat pada ilustrasi di atas, ada fluktuasi alami pada hormon kita sepanjang siklus menstruasi dan itu benar-benar normal. Namun, tidak menutup kemungkinan kondisi tersebut menunjukkan hormon yang tidak seimbang. Hal tersebut sangat sering terjadi, lebih dari 80% perempuan menderita ketidakseimbangan hormon dan sebagian besar disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan kita. Ketika hormon tidak seimbang, gejala yang sering terjadi biasanya mulai dari gejala fisik seperti rambut rontok, kenaikan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, jerawat dan hilangnya libido sedangkan, gejala psikologis yang muncul biasanya seperti kecemasan, depresi, lekas marah atau kabut otak (berpikir kurang jelas). Inilah tujuan kami di Hormona, mendidik perempuan tentang hormon mereka dan dampaknya pada kehidupan sehari-hari untuk membantu mereka mengoptimalkan hidup bersama hormon mereka dan memahami kapan fluktuasi dan perubahannya dianggap normal. Kami membantu perempuan mengendalikan hormon mereka dengan menyeimbangkannya secara alami untuk meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan!

Sekarang, cukup dulu ngebahas tentang kita dan hormon seks karena ada sekitar 50 hormon dengan fungsi yang berbeda-beda dalam tubuh kita. Itulah sebabnya kami ingin memberi Anda perkenalan singkat tentang hormon-hormon yang paling umum. Jadi, mari menyelami lebih dalam istilah hormon dan perlu diingat bahwa ini dirancang sebagai kamus singkat dari beberapa hormon terpenting bagi perempuan, harap dicatat bahwa ada hormon lain yang tidak disebutkan dalam daftar ini.


HORMONE GLOSSARY:

Estradiol: Jenis estrogen pertama dan jenis estrogen yang paling aktif pada perempuan usia subur. Selama siklus menstruasi, peningkatan kadar estradiol menyebabkan pematangan dan pelepasan sel telur, serta penebalan dinding rahim untuk memungkinkan sel telur yang telah dibuahi berimplantasi.

Estrone: Jenis estrogen kedua dan merupakan salah satu hormon utama yang ditemukan dalam tubuh perempuan pasca menopause. Estrone berasal dari ovarium, serta jaringan adiposa dan kelenjar adrenal. Tidak sekuat hormon estrogen lainnya, hormone ini seringkali sebagai gudang untuk estrogen, dan tubuh dapat mengubahnya menjadi estrogen hanya bila diperlukan.

Estriol: Jenis estrogen ketiga dan estrogen utama yang diproduksi selama masa kehamilan. Estriol membantu pertumbuhan rahim dan secara bertahap mempersiapkan tubuh perempuan untuk melahirkan. Hormon ini juga mempersiapkan sang ibu untuk persalinan dan menyusui.

Follicle Stimulating Hormone (FSH): FSH dibuat oleh kelenjar pituitari, kelenjar kecil yang terletak di bawah otak.Hormon ini membantu mengontrol siklus menstruasi dan merangsang pertumbuhan telur di ovarium. FSH membantu pematangan dan pelepasan sel telur, sekaligus merangsang produksi estrogen dari folikel.

Luteinizing Hormone (LH): LH diproduksi di kelenjar hipofisis anterior dan penting dalam siklus menstruasi karena merangsang pelepasan sel telur dari folikel. Jika terjadi pembuahan, LH akan terus merangsang korpus luteum, yang selanjutnya akan terus memproduksi progesteron untuk mempertahankan kehamilan.

Progesterone: Progesteron adalah hormon penting dari fase luteal pada siklus menstruasi. Hormon ini diproduksi oleh korpus luteum, kelenjar sementara yang terbentuk di tempat folikel yang pecah. Hormon ini mempersiapkan endometrium karena adanya potensi kehamilan setelah ovulasi dengan memicu penebalan dinding Rahim untuk menerima sel telur yang telah dibuahi. Hormon ini juga melarang kontraksi otot di rahim yang akan menyebabkan tubuh menolak sel telur.

Testosterone: Yups, perempuan memiliki kadar hormon testosteron tetapi dalam jumlah yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pria. Hormon ini sebagian besar diproduksi di ovarium dan kelenjar adrenal yang berdampak pada dorongan seksual, pemicu energi, mengatur suasana hati, kesehatan tulang dan otot kita. Terlalu banyak testosteron dapat menyebabkan kebotakan, peningkatan massa otot, rambut pada wajah dan suara yang lebih berat. Hal Ini juga umum terjadi pada penderita PCOS dan dapat menyebabkan infertilitas.

Prolaktin: Prolaktin diproduksi pada kelenjar pituitari di otak Anda dan fungsi utama hormon ini adalah memproduksi ASI. Namun, ada penelitian bahwa hormone ini juga mempengaruhi siklus menstruasi dan kesuburan. Selain itu, hormone ini juga digunakan untuk mengatur metabolisme dan sistem kekebalan tubuh.

Relaksin: Relaksin adalah hormon yang disekresikan di ovarium oleh korpus luteum dan pada perempuan hamil, plasenta juga akan melepaskan hormone tersebut, seperti hal nya lapisan rahim. Relaksin penting dalam persiapan persalinan karena melemaskan dinding rahim dan ligamen di panggul juga melembutkan dan memperlebar serviks untuk sementara. Hormon ini akan terus meningkat hingga fase melahirkan untuk mencegah kontraksi rahim.

Anti-mullerian Hormone (AMH): Hormon ini disekresikan dalam folikel dan memicu perkembangan telur. Semakin banyak folikel ovarium yang dimiliki seorang perempuan, semakin banyak hormon anti-Müllerian yang dapat diproduksi ovariumnya, sehingga AMH dapat diukur dalam aliran darah untuk menilai berapa banyak folikel yang tersisa di ovarium seorang perempuan.

Human chorionic gonadotropin (hCG): Hormon ini mulai meningkat dengan cepat jika implantasi sel telur yang telah dibuahi terjadi. Hormon ini diproduksi oleh sel-sel yang mengelilingi embrio dan nantinya membentuk plasenta. HCG memastikan bahwa korpus luteum terus memproduksi progesteron selama trimester pertama untuk membantu mempertahankan kehamilan.

Thyroid Stimulating Hormone (TSH): Merupakan hormon yang diproduksi di kelenjar pituitari dan fungsi utamanya adalah mengontrol produksi hormon di kelenjar tiroid.

Hormon Tiroid- Triiodothyronine (T3) dan Thyroxine (T4): Hormon-hormon ini mengontrol metabolisme, berat badan, tidur, suhu internal, pertumbuhan rambut / kuku, tingkat energi, membantu menjaga kontrol otot, fungsi dan perkembangan otak, fungsi jantung dan pencernaan dan diproduksi pada kelenjar tiroid.

Oksitosin: Oksitosin adalah hormon yang diproduksi oleh hipotalamus dan disekresikan oleh kelenjar pituitari. Hormon ini memainkan peranan penting dalam persalinan karena setelah bayi lahir, ia meningkatkan laktasi. Hormon ini juga memainkan peran besar dalam perilaku sosial, ikatan, pengakuan, gairah seksual, kepercayaan, dan kecemasan. Itulah sebabnya kadang-kadang disebut sebagai "hormon cinta".

Vitamin D: Ya, Vitamin D sebenarnya adalah hormon dan sekitar 10% dari vitamin D yang dibutuhkan tubuh berasal dari makanan kita tetapi sisanya dibuat oleh tubuh sendiri di ginjal. Hormon ini mengontrol konsentrasi kalsium dalam darah untuk meningkatkan pertumbuhan tulang dan otot yang berdampak pada sistem kekebalan tubuh. Tubuh membuat vitamin D dalam reaksi kimia yang terjadi ketika sinar matahari mengenai kulit. Reaksi ini menghasilkan cholecalciferol, yang diubah hati menjadi calcidiol, ginjal kemudian mengubah zat tersebut menjadi calcitriol, yang merupakan bentuk aktif dari hormon dalam tubuh.

Serotonin: Hormon yang memungkinkan sel-sel otak dan sel-sel sistem saraf lainnya untuk berkomunikasi satu sama lain. Serotonin juga membantu tidur, makan, dan pencernaan.

Insulin: Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas dan memungkinkan sel-sel di otot, lemak dan hati untuk menyerap glukosa yang ada di dalam darah. Glukosa berfungsi sebagai energi untuk sel-sel ini, atau dapat diubah menjadi lemak bila diperlukan. Insulin juga mempengaruhi proses metabolisme lainnya, seperti pemecahan lemak atau protein.

Leptin: Hormon yang dibuat di jaringan adiposa dan sangat penting untuk mengatur nafsu makan dan pengendalian berat badan. Hormon ini membantu menghambat rasa lapar dan mengatur keseimbangan energi, sehingga tubuh tidak memicu respons rasa lapar saat tidak membutuhkan energi.

Cortisol: Sering disebut "hormon stres" dan diproduksi di kelenjar adrenal. Kortisol membantu mengontrol kadar gula darah, mengatur metabolisme, membantu mengurangi peradangan, memiliki efek mengendalikan keseimbangan garam dan air dan membantu mengontrol tekanan darah.

Melatonin: Dibuat oleh kelenjar pineal di otak dan sangat penting untuk memberi sinyal relaksasi dan menurunkan suhu tubuh yang membantu tidur nyenyak. Melatonin dilepaskan dalam siklus berirama, melatonin diproduksi lebih banyak pada malam hari karena cahaya yang masuk ke mata mulai berkurang.

Dehydroepiandrosterone Sulphate: Hormon ini adalah androgen lemah yang dibuat di kelenjar adrenal yang membantu produksi testosteron dan estrogen.

Kisspeptin: Dibuat di hipotalamus dan mempengaruhi produksi testosteron dan estradiol.

----------------

Kolaborasi dengan hormona.io

Hormona adalah perusahaan start-up perempuan dari London yang berdedikasi untuk kesehatan hormonal yang lebih baik untuk semua perempuan. Tujuan mereka adalah membantu perempuan memerangi ketidakseimbangan hormon dan hidup lebih sehat dan bahagia dengan hormon yang terkendali. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang hormon Anda, ikuti mereka di @hormona.io atau kunjungi website mereka.



mereka.

Tinggalkan komentar

Keranjang Belanja

Tidak ada produk lain yang tersedia untuk dibeli

Keranjangmu saat ini kosong.