Pengaruh Alkohol Terhadap Hormon Dalam Tubuh – Nona Woman
Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan Kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Pengaruh Alkohol Terhadap Hormon Dalam Tubuh

Alkohol merupakan salah satu jenis minuman yang memabukkan. Meskipun banyak penelitian yang menunjukkan bahaya dari minuman beralkohol, tapi masih banyak orang yang mengkonsumsinya sebagai penghilang stres. Tidak hanya memabukkan, jika kamu mengkonsumsi minuman ini dalam jumlah yang banyak, maka alkohol juga dapat mempengaruhi cara kerja hormon dalam tubuh.

Seperti yang kita tahu, hormon memiliki peran yang penting dalam menjaga kesehatan dan fungsi tubuh agar tetap dapat berjalan dengan normal. Hormon sendiri merupakan zat yang mampu membawa pesan untuk mengontrol serta mengkoordinasikan jaringan dan organ tubuh. Jadi, ketika hormon terganggu, maka keseimbangan dalam tubuh juga ikut terganggu.

Mengkonsumsi alkohol dapat mempengaruhi kesehatan dengan cara yang berbeda-beda, tergantung pada usia dan kesehatan masing-masing. Misalnya, orang yang sudah berusia 40-an tidak dapat mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang sama seperti orang usia 20-an yang sehat. Menurut sebuah penelitian menunjukkan bahwa, pada usia 40-50 tahun orang akan mengalami gangguan sistem hormonal bahkan jika mereka meminum alkohol satu kali perhari.

Gangguan akibat mengkonsumsi alkohol ini dapat menyerang pria maupun perempuan, tidak terkecuali. Dan menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal “Alcoholism: Clinical and Experimental Research,” alkohol dapat menyebabkan penurunan kadar progesteron serta melonjaknya estrogen pada perempuan premenopause. Jika perempuan mengalami penurunan progesteron, maka akan menyebabkan sulitnya perempuan untuk hamil atau melahirkan hingga usia maksimal.

Untuk pria, meminum dua hingga tiga bir dapat menyebabkan pengurangan tingkat hormon pada pria. Berkurangnya tingkat hormon ini akibat bahan kimia yang terkandung dalam minuman alkohol, sehingga menyebabkan peningkatan kadar estrogen yang memicu penurunan kadar testosteron.

Ketika hormon terganggu akibat mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, maka terdapat beberapa gangguan, seperti ketidakstabilan gula darah, terganggunya fungsi reproduksi, dan gangguan lainnya.

Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai beberapa gangguan yang disebabkan oleh konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan.

Pengaruh Alkohol Pada Cara Kerja Hormon:

  1. Tidak Stabilnya Gula Darah
    Alkohol dapat mempengaruhi kestabilan gula darah serta glukosa. Glukosa merupakan sumber energi utama untuk semua jaringan tubuh. Tubuh kita mendapatkan glukosa dari makanan, setelah itu, tubuh akan melakukan sintesis dari asupan tersebut.

    Kadar gula darah dalam tubuh dikendalikan oleh dua hormon, yakni hormon insulin dan glukagon. Hormon insulin ini berfungsi untuk menurunkan glukosa, sementara hormon glukagon berfungsi menaikkan glukosa. Kedua hormon ini juga bekerjasama untuk mengatur konsentrasi glukosa dalam darah.

    Alkohol sendiri berdampak pada cara kerja kelenjar adrenal dan hipofisis untuk melepaskan glukagon dalam mengatur kadar gula dalam tubuh. Namun, ketika glukagon tidak mampu menakar gula dalam tubuh dengan baik, maka akan mengakibatkan orang tersebut pingsan hingga mengalami kerusakan otak.

  2. Mempengaruhi Sistem Reproduksi
    Selain mempengaruhi hormon glukagon, alkohol juga dapat mempengaruhi cara kerja hormon reproduksi, seperti hormon androgen yang terdapat pada pria, dan hormon estrogen pada perempuan.

    Gangguan pada hormon androgen akan menyebabkan beberapa gejala seperti penurunan kadar hormon testosteron, membesarnya payudara pada pria, pengganguan fungsi reproduksi seksual, dan pengubahan struktur sperma. Sedangkan gangguan pada cara kerja hormon estrogen pada perempuan akan menyebabkan gangguan, seperti terhambatnya siklus menstruasi, resiko keguguran pada saat hamil, peluang menopause lebih awal, dan memicu siklus menstruasi tanpa ovulasi.

  3. Resiko Osteoporosis
    Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan antara 59 hingga 88 ml setiap hari dapat mempengaruhi kadar kalsium sehingga mengakibatkan resiko osteoporosis. Kalsium sendiri merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk tulang yang kuat.

    Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat mengganggu cara kerja pankreas dengan mengabsorbsi kalsium dan vitamin D. Selain itu, alkohol juga dapat mempengaruhi cara kerja hati ("liver"), dimana hati merupakan organ yang berfungsi mengaktivasi vitamin D untuk menyerap kalsium dalam tubuh.

    Untuk itu, minum alkohol dalam jumlah yang banyak akan menyebabkan patah tulang dan tulang akan kesulitan untuk memperbaiki diri secara cepat. Selain itu, tulang juga akan mengalami kerusakan akibat konsumsi alkohol.

  4. Meningkatkan Kortisol
    Kortisol merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Kelenjar adrenal merupakan penghasil hormon yang berada di atas ginjal. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa minuman alkohol dapat mempengaruhi hormon kortisol. Efek ini akan terjadi saat alkohol dikonsumsi dan setelahnya. Efek ini juga dapat menyebabkan intoksikasi.

    Alkohol juga dapat mempengaruhi peningkatan pada kortisol serta peningkatan tekanan darah. Hal ini tentu membahayakan, mengingat kortisol memegang peranan penting dalam regulasi imun, penurunan kognitif, serta gangguan emosi.

Itulah beberapa gangguan hormon yang terjadi akibat konsumsi alkohol yang berlebihan. Alkohol dapat menyebabkan orang tersebut tidak mampu berpikir dengan baik dan mengambil keputusan, sehingga rawan mengalami kecelakaan atau kejadian lainnya.

Jika kamu termasuk sering mengonsumsi alkohol, kamu perlu memeriksakan kesehatanmu ke dokter untuk mencegah penyakit yang tidak diinginkan.

Tinggalkan komentar

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.