Bahaya Minum Kopi Terhadap Kesehatan Hormon – Nona Woman
Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan Kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Bahaya Minum Kopi Terhadap Kesehatan Hormon

Saat ini minum kopi sudah menjadi suatu kebiasaan bagi banyak orang, khususnya anak muda. Banyaknya kafe saat ini, membuat mereka memiliki tempat untuk berdiskusi, cerita, nongkrong, dan lainnya, sambil memesan secangkir kopi. Tentunya kafe tersebut tidak hanya menyediakan satu varian kopi, tapi mereka menyediakan berbagai varian kopi yang menarik dan enak, seperti americano, vanilla latte, moccacino, cappucino, dan masih banyak lagi.

Kebiasaan minum kopi ini sering mereka lakukan saat sebelum beraktivitas pagi hari, siang hari, sore hari, hingga malam hari. Kopi sering digunakan untuk menyegarkan tubuh mereka, dan agar mereka tidak mengantuk saat beraktivitas.

Namun, bolehkah kita mengkonsumsi kopi setiap hari

Jawabannya adalah boleh, asalkan tidak melebihi batas normal mengkonsumsi kopi. Menurut European Food Safety Authority, batas normal mengkonsumsi kopi, sebaiknya tidak lebih dari 4 cangkir atau setara dengan 400 miligram kopi espresso dalam sehari. Jika kamu mengkonsumsi kopi lebih dari batas normal tersebut, maka akan muncul beberapa efek, seperti kecemasan, gangguan pencernaan, sakit kepala, hingga detak jantung yang cepat. Efek ini dikarenakan, tubuh mengkonsumsi terlalu banyak kafein.

Lalu apakah efek tersebut berpengaruh pada kerja hormon?

Tentu saja iya. Menurut Prescription Hope, tubuh kita menghasilkan banyak hormon yang dapat mempengaruhi suasana hati, perilaku, serta tingkat energi kita. Dan kafein juga dapat mempengaruhi mempengaruhi aspek-aspek tersebut. Sehingga ada keterkaitan antara kafein dan hormon.

Kafein dapat mempengaruhi hormon, baik produksi hingga reseptor dari hormon itu sendiri. Beberapa hormon umum yang dapat terpengaruh oleh kafein, sebagai berikut:

  1. Hormon Kortisol

    Hormon kortisol merupakan hormon yang berfungsi untuk mengatur stres dalam tubuh. Tubuh kita memiliki hormon kortisol karena kortisol bertanggung jawab untuk membantu tubuh melakukan berbagai fungsi setiap harinya. Contohnya, kadar kortisol akan tinggi di pagi hari untuk mendorong kamu untuk bangun tidur.

    Adapun beberapa tanggung jawab dari hormon kortisol untuk tubuh, sebagai berikut:

    • Mengontrol siklus tidur
    • Meningkatkan kadar glukosa dalam darah
    • Meningkatkan energi
    • Mengurangi inflamasi
    • Mengontrol tubuh dalam menggunakan karbohidrat, protein, dan lemak yang berasal dari makanan

    Jika kadar kortisol tinggi maka dapat menghambat sistem kerja otak, memperlambat metabolisme tubuh, menyebabkan lemahnya otot, serta meningkatkan tekanan darah. Dan jika kadar kortisol rendah, dapat membuat tubuh cepat lemas, lelah, cemas, hingga emosional.

    Untuk itu jika kamu merasakan gejala-gejala tersebut, alangkah baiknya jika kamu mengurangi jumlah kafein yang kamu konsumsi setiap harinya.

  2. Hormon Adrenalin

    Hormon adrenalin ini mirip dengan kortisol. Adrenalin juga membantu tubuh untuk melakukan fungsinya dengan baik setiap hari. Hanya saja yang membedakan keduanya, hormon adrenalin merupakan hormon jangka pendek, sedangkan kortisol merupakan hormon jangka panjang.

    Kafein dapat menyebabkan hormon adrenalin mengalami lonjakan sementara dengan memberikan seseorang energi yang lebih banyak. Namun, lonjakan ini bisa turun suatu saat, dan membuat tubuh menjadi lelah. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa mengkonsumsi terlalu banyak kafein dapat membuat kelenjar adrenal kita rusak, dan pada nantinya akan menyebabkan kelelahan adrenal.

  3. Hormon Dopamin

    Hormon dopamin sering disebut sebagai hormon pengendali emosi. Tubuh kita sering melepaskan hormon ini saat berolahraga. Itu sebabnya setelah berlari, tubuh kita akan mengalami “runner`s high.” Saat hormon ini dilepaskan dalam jumlah yang tepat, hormon ini dapat meningkatkan suasana hati, sehingga suasana hati orang tersebut akan senang dan gembira. Namun, jika tubuh kekurangan hormon dopamin, maka suasana hati akan menjadi buruk dan menyebabkan depresi.

    Kafein dapat mempengaruhi hormon ini dengan memperlambat penyerapannya. Oleh sebab itu, kafein tidak secara langsung meningkatkan hormon dopamin tapi memperlambat kecepatannya untuk meninggalkan otak kita. Dimana akhirnya akan menghasilkan peningkatan kadar dopamin sementara di otak, dan tentunya dapat meningkatkan “mood” seseorang.

  4. Hormon Serotonin

    Hormon serotonin merupakan hormon yang bertugas untuk memperbaiki suasana hati menjadi lebih baik, sehingga kamu dapat merasa bahagia. Tak hanya itu, hormon ini juga dapat menentukan dorongan seksual, ingatan seseorang, tidur, serta nafsu makan.

    Mengkonsumsi kafein secara berlebihan dapat menyebabkan berkurangnya kadar serotonin dalam tubuh. Jika kadar serotonin rendah maka akan memicu gejala depresi. Sementara itu, kadar serotonin yang tidak teratur dapat mempengaruhi pola tidur, rasa sakit, hingga nafsu makan.

    Namun, beberapa penelitian menyebutkan bahwa, meskipun kafein dapat menyebabkan penurunan hormon serotonin, tapi kafein juga dapat meningkatkan sensitivitas reseptor serotonin. Reseptor serotonin ini akan mengambil lebih banyak serotonin yang ada, sehingga dapat meningkatkan mood seseorang.

  5. Hormon Testosteron

    Hormon testosteron merupakan hormon yang bertugas untuk memberikan dorongan seksual serta produksi sperma. Hormon ini sebenarnya dapat ditemukan pada pria maupun perempuan, namun, hormon ini merupakan hormon utama dalam tubuh pria. Selain itu, hormon testosteron juga bertanggung jawab untuk mengatur masa otot, distribusi lemak, hingga produksi sel darah merah.

    Menurut sebuah penelitian, asupan kafein secara teratur dapat mengatur kadar testosteron dalam tubuh. Dan bagi pria yang sering mengkonsumsi kopi, akan memiliki kadar testosteron yang lebih tinggi.

  6. Hormon Estrogen

    Hormon estrogen merupakan hormon yang berperan penting dalam perkembangan serta pertumbuhan seksual perempuan hingga proses reproduksi. Sama halnya dengan hormon testosteron, hormon estrogen sebenarnya ada dalam tubuh pria maupun perempuan. Tapi, kadar hormon ini pada pria lebih rendah, jadi hormon ini jauh lebih bekerja banyak dalam tubuh perempuan.

    Kafein juga dapat mempengaruhi kadar estrogen pada perempuan, namun, semua itu bergantung pada kebangsaan yang dimiliki oleh setiap individu. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketika perempuan Asia mengkonsumsi 200 miligram kafein, itu akan menyebabkan peningkatan hormon estrogen dalam tubuh mereka. Sebaliknya, ketika perempuan Kaukasia mengkonsumsi kafein dalam jumlah yang sama, mereka justru mendapatkan hormon estrogen yang lebih rendah.

    Sebenarnya, tingkat estrogen tidak terlalu memiliki dampak negatif pada perempuan. Namun, perubahan kadar estrogen yang tidak teratur dapat menyebabkan kanker payudara dan ovarium, endometriosis, hingga osteoporosis.


Itulah beberapa pengaruh bahaya kopi pada hormon tubuh. Alangkah sebaiknya jika kita bisa menjaga takaran kafein yang kita konsumsi setiap harinya, dan tidak berlebihan. Dengan begitu, tubuh akan tetap dalam kondisi yang baik.

Tinggalkan komentar

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.