Fase ovulasi - Apa yang harus dilakukan (Cycle Syncing series pt 2/4)

Siklus menstruasi merupakan proses bulanan yang akan dialami oleh semua perempuan. Pada setiap siklus menstruasi, ovarium akan melepaskan sel telur, dan kemudian sel telur tersebut akan berkembang. Proses pelepasan tersebut disebut dengan ovulasi.

Pada saat yang sama dinding rahim akan mengalami penebalan, dan itu menandakan rahim siap untuk mempersiapkan kehamilan. Namun, jika sel telur yang lepas tidak kunjung dibuahi, maka lapisan tersebut akan luruh dan keluar melalui vagina. Kondisi inilah yang biasa disebut menstruasi.

Seperti yang kita tahu, bahwa terdapat 4 siklus menstruasi, yaitu fase menstruasi, folikuler, ovulasi, dan luteal. Dan artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai fase ovulasi.


Pengertian Fase Ovulasi

Ovulasi sendiri merupakan proses pelepasan ovum berupa oosit sekunder atau sel yang berukuran besar dari ovarium. Singkatnya, ovulasi merupakan proses dimana ovarium melepas sel telur yang telah matang. Sel telur yang matang tersebut kemudian bergerak dari tuba falopi menuju rahim untuk siap dibuahi oleh sperma.

Fase ovulasi ini terjadi pada pertengahan siklus menstruasi. Jika kamu mendapatkan periode menstruasi selama 28 hari, maka fase ovulasi ini terjadi pada hari ke-14, terhitung sejak hari pertama menstruasi. Pada fase ovulasi ini, vagina akan mengeluarkan cairan seperti lendir dari leher rahim.

Fase ovulasi sendiri merupakan satu-satunya fase dalam siklus menstruasi yang memungkinkan perempuan untuk hamil.


Gejala Saat Fase Ovulasi

Saat fase ovulasi berlangsung, para perempuan biasanya mengalami keputihan yang kental dan lengket, serta berwarna seperti putih telur. Selain itu, suhu basal tubuh juga mengalami peningkatan.

Suhu basal tubuh sendiri merupakan suhu terendah yang dapat dicapai pada saat kondisi tidur atau istirahat. Tubuh kita sendiri memiliki suhu normal antara 35.5 hingga 36° celcius. Sementara pada saat fase ovulasi berlangsung suhu tubuh akan naik antara 37 hingga 38° celcius.

Tentunya gejala atau tanda-tanda yang terjadi pada setiap perempuan berbeda-beda. Namun, selain gejala yang sudah disebutkan diatas, ada beberapa gejala atau tanda-tanda ovulasi itu sendiri, yaitu:

  • Muncul Keputihan
    Keputihan merupakan lendir rahim yang bisa menandakan bahwa kamu sedang berada dalam masa subur. Umumnya setelah menstruasi, lendir tersebut akan meningkat secara perlahan dan bahkan teksturnya akan berubah. Menjelang ovulasi, tekstur lendir akan berubah menjadi cair, dengan begitu sperma akan lebih mudah masuk ke dalam tuba falopi untuk menuju ke sel telur. Dan pada kondisi inilah masa yang paling subur untuk kamu.
  • Gairah Bertambah
    Pada fase ovulasi ini, perempuan merasakan gairah yang berlebih untuk melakukan hubungan seksual. Selain itu, pada masa ini kamu akan terlihat lebih menarik dan tanpa kamu sadari tubuh juga akan mengeluarkan aroma wangi.
  • Nyeri Pada Perut
    Selain kedua ciri diatas, rasa nyeri pada bagian perut juga merupakan ciri fase ovulasi. Kondisi ini terjadi pada sebagian perempuan, mereka mengaku merasakan nyeri pada perut bagian bawah (ovarium). Tidak hanya di perut, rasa nyeri tersebut terkadang juga terasa pada bagian punggung.

Fase Meningkatkan Peluang Kehamilan

Fase ovulasi ini merupakan fase subur untuk perempuan. Pada fase ini, cobalah untuk melakukan hubungan seksual setiap dua hingga tiga hari. Dengan cara ini sperma yang berkualitas akan berada di tempat yang tepat kapanpun. Dengan berhubungan badan secara sering maka kamu akan mendapatkan peluang besar untuk hamil.

Umumnya, pasangan yang sedang dalam masa subur akan mendapatkan kemungkinan antara 20 hingga 25 persen untuk hamil. Jadi, jika kamu berhubungan seksual selama dua hingga tiga hari, maka butuh waktu tiga hingga enam bulan untuk hamil.



Itulah beberapa penjelasan mengenai fase ovulasi. Dengan mengetahui fase ovulasi yang benar, kamu dapat merencanakan kehamilan dengan tepat.

Tinggalkan komentar

Keranjang Belanja

Tidak ada produk lain yang tersedia untuk dibeli

Keranjangmu saat ini kosong.