Nona Diaries: Leilani Hambali

Nona Diaries adalah segmen yang menampilkan beberapa perempuan inspiratif dan cerita mengenai menstruasi mereka. Fitur hari ini adalah tentang @leilanihambali.

Pemimpin Konten Digital di Nona. Mahasiswa S2 MPH (Master of Public Health) di Columbia University mempelajari Health Policy and Management dan dulu S1 Pra-Kedokteran di University of Notre Dame. Suka tidur siang dan minum susu sapi.

Hai! Mari kita mulai dengan namamu

Leilani Hambali

Gimana ceritanya kamu memulai berkerja dengan Nona dan apa yang paling berkesan dari pengalamanmu?

Isi dan gerakannya sangat menyentuh saya sebagai perempuan Indonesia. Lewat teman bersama, saya terhubung dengan Nicole dan sisanya adalah sejarah.

Yang paling saya suka dari Nona adalah bagaimana siapa aja bisa berkontribusi. Melalui pelajaransaya, saya belajar tentang anatomi dan biologi tubuh perempuan - kanker, hormon, dan metode diagnostik. Saya juga belajar tentang kemiskinan menstruasi (period poverty), manajemen kesehatan menstruasi (MHM) dan bagaimana perempuan muda di Indonesia tidak mau ke kamar mandi dan mengganti pembalut karena fasilitas yang kotor!

Jelaskan menstruasi kamu dalam 3 emoji.

😴🏳️💢

Aku suka sekali tidur siang karena menstruasi membuat aku lelah. Bendera putih bukannya aku “menyerah” , akan tetapi lebih sebagai “perdamaian” dengan tubuhku - aku tidak ingin berperang dengan menstruasiku. Aku juga sering jutek atau marah jika sedang mens.

Apa perasaan kamu tentang menstruasimu?

Hubungan cinta-benci.

Ketika datang, mensku hadir dengan penampilan yang heboh dan bekasnya kemana-mana (RIP cute jeans). Saya juga biasanya merasa seperti ditusuk-tusuk di rahim saya. Kalau telat sehari, saya khawatir karena saya tidak pernah terlambat mens. Saya tahu ada sesuatu yang gak bener dan saya perlu menilai gaya hidup saya.

Setelah bertahun-tahun mengalaminya, saya lebih menghargai menstruasi saya. Menstruasi adalah tanda kesehatan yang baik. Saya diberkati karena hanya pernah gak dapet mens sekali saja dalam hidup saya.

Apakah kamu mendapatkan intuisi atau tanda-tanda ketika menstruasimu akan datang?

Ya! Biasanya jerawat, rasa kesal, dan kram ringan sehari sebelumnya.

Apa kebiasaan kamu untuk menjalani menstruasimu?

Take it slow. Setelah berapa tahun, saya baru ngeh bahwa stres (*choke choke* cari-cari apartemen di musim panas di NYC dengan pembalut basah dan lembap) menganggu siklus dan menunda menstruasi saya. Melihatlah mensmu sebagai kesempatan untuk introspeksi diri, mebereskan tempat tinggal, dan melakukan tugas-tugas yang ribet tapi mudah.

Melakukan tugas yang kecil-kecil = tetap produktif.

Pengalaman menstruasimu yang paling berkesan - GO!

Sebuah adegan tragis. Bayangkan seorang anak SMP menangis pada jam 4 pagi di wastafel sambil mencoba membersihkan noda darah dari celana dan seprai. Dia lelah dan emosional. Dia meletakkan seprai di rak pengeringan dan masuk ke kamar tidur untuk menyadari bahwa dia harus memasang seprai baru. Dia tambah nangis.

Malam itu berakhir dengan membungkus handuk di pinggang saya seperti sarung dan tidur di kasur tanpa seprai. Yaudah lah udah capek.

Kalau kamu bisa memberikan nasihat kepada dirimu saat pertama kali mengalami menstruasi, apa yang akan kamu katakan?

Pertama, jangan gunakan air panas untuk membersihkan noda darah dari pakaian dan seprai. Malahan, rendam dalam air dingin dan cuci perlahan-lahan dengan sabun dan sikat gigi bekas.

Kedua, jangan lupa makan dan makan makanan bergizi!

Ketiga, kamu dapat menjalani menstruasimu dengan nyaman - jika kamu menjalani hidupmu sehubungan siklus menstruasimu.

----------------------

Baca lebih lanjut tentang perempuan inspirasional lainnya di segmen Nona Diaries series. Ingin menominasikan perempuan lain untuk Nona Diaries? Beri tahu kita melalui email atau link ini!

Tinggalkan komentar

Keranjang Belanja

Tidak ada produk lain yang tersedia untuk dibeli

Keranjangmu saat ini kosong.