Perjalanan Penyembuhan PCOS

Merangkul Kesehatan Hormonal, Mengubah Perang dalam Tubuhku menjadi Gerakan #PeriodRevolution Di Indonesia

Bekerja sama dengan hormona.io (lihat postingan asli di sini)

Hormona adalah perusahaan female-founded di London yang membawa kesehatan hormonal yang lebih baik untuk semua perempuan. Tujuan mereka adalah untuk membantu perempuan memerangi ketidakseimbangan hormon mereka dan hidup lebih sehat dan bahagia dengan hormon mereka terkendali. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang hormonmu, ikuti mereka di @hormona.io atau kunjungi website mereka di sini.

---

Oleh Nicole J

Aku menyadari ada sesuatu yang tidak 100% pada tubuhku ketika masa menstruasi ku tiba-tiba terhenti selama lebih dari 6 bulan saat aku masih mahasiswa di universitas. Setiap hari aku mengonsumsi 4 cangkir kopi dan makanan yang diproses atau biasa disebut processed food, tidur tidak teratur, dan berat badan terus bertambah. Kemudian, aku mengetahui (setelah berkali-kali mengunjungi dokter dan kesalahan diagnosis) bahwa itu adalah PCOS.

PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) adalah gangguan pada sistem endokrin yang ditandai dengan menstruasi tidak teratur, kadar hormon androgen berlebih, dan ovarium polikistik. Gejala umum lainnya seperti penambahan berat badan, jerawat, rambut rontok, dan hirsutisme. Kita tahu bahwa kondisi tersebut relatif umum untuk 1 dari 10 perempuan usia subur di Inggris, tapi, ketika aku pertama kali didiagnosis pada tahun 2013, aku merasa sangat sendiri dan desperate untuk “fixing” diri aku sendiri.

Untuk mengontrol berat badan, aku mencoba melakukan bermacam-macam diet ketat (keto, vegan, juice cleanse, intermittent fasting) tapi semua itu hanya membuat gula darahku naik turun dan menjungkirbalikkan harapanku. Untuk mengatasi jerawat, aku mencoba segalanya dari Accutane dan Proactiv (ingat masa itu?!) hingga semua jenis minyak wajah alami. Untuk mengatasi rambut rontok, aku menjadi mangsa pemasaran untuk sampo pertumbuhan rambut yang mahal, menghindari perawatan rambut berbahan kimia, dan menghabiskan uang untuk perawatan PRP. Aku merasa seperti kelinci percobaan, mencoba setiap jenis resep obat yang dikirim oleh dokter, termasuk pil KB, spironolakton, dan metformin. Setelah beberapa tahun, aku tidak ingin terus bergantung pada pil untuk membuatku merasa "normal", karena pada akhirnya, aku tahu bahwa aku harus berhenti menggunakan "perban sementara" ini.

Keberhasilan yang aku capai ternyata jauh lebih sederhana daripada apa yang aku pikirkan dan mendorongku untuk lebih memprioritaskan kesehatan mental dan fisik. Semuanya dimulai melalui pergeseran mental untuk mencoba menempatkan kesehatanmu di tangan kamu sendiri, bukan dalam perintah diagnosis PCOS.

Aku belajar banyak tentang kesehatan dari ibuku, yang cenderung mencoba sesuatu yang alami terlebih dahulu, daripada menggunakan jalan pintas. Menyadari betapa privilege-nya karena bekerja dengan tim praktisi holistic, aku mengambil pelajaran dari western naturopath, praktisi ayurveda India, dan ahli akupunktur tradisional Cina. Aku sekarang memiliki kendali lebih besar atas siklusku daripada sebelumnya, dan ingin berbagi pengetahuan sehingga kamu dapat belajar dari tahun-tahun percobaan dan kesalahanku:

  1. Kurangi stres – Aku tahu bahwa ini lebih mudah dibilang daripada dilakukan dalam masyarakat yang (unfortunately) membanggakan budaya hiruk pikuk. Aku yakin bahwa kelelahan akan menjadi krisis kesehatan generasi berikutnya. Ketika kita stres, tubuh kita mematikan fungsi yang tidak penting dan beralih ke mode bertahan hidup. Satu hal yang mungkin dikorbankan adalah kesehatan reproduksi dan siklus menstruasi. Pastikan kamu memeriksakan diri dan tingkat stres secara teratur, memperhatikan kesehatan mental, dan mempraktikkan perawatan diri yang sesuai – baik itu latihan meditasi, jalan-jalan dengan anjing, melakukan spa, ataupun hot date (dengan pacar, suami, atau diri sendiri).
  2. Terhubung dengan Divine Feminine mu – Budaya “selalu sibuk” saat ini memuliakan maskulinitas. Tetapi ketika kita selalu hidup dalam maskulinitas (logis, kompetitif, analitis), kita mengabaikan Divine Feminine yang kita miliki (mengasuh, penuh kasih, empati). Kehidupan modern dan korporat telah melatih kita untuk selalu "aktif", fokus pada pencapaian, dan mengorbankan energi intuitif Yin dalam melakukannya. Perempuan tidak terikat dengan cara yang sama seperti laki-laki. Laki-laki memiliki siklus 24 jam, sedangkan perempuan, rata-rata, memiliki ~ siklus 28 hari dengan tingkat energi, nafsu makan, dan gejala fisik yang berubah sepanjang siklus mereka dengan cara yang sangat teratur (lebih lanjut tentang ini di #5).
  3. Nourish tubuh – Kita membutuhkan keseimbangan dari lemak, protein, serat, karbohidrat kompleks dan semua nutrisi mikro yang sehat untuk mengisi bahan bakar tubuh dan mendukung produksi sel telur yang sehat. “You are what you eat”, dan sel telur yang dilepaskan tubuhmu selama fase ovulasimu setiap bulan adalah akibat langsung dari bagaimana kamu memberi makan tubuhmu dalam minggu-minggu menjelang ovulasi. Aku belajar dengan susah payah bahwa diet ketat memiliki efek berlawanan dari apa yang kamu inginkan dan ternyata lambat dan konsisten dapat memenangkan semua perlombaan ini.
  4. Berolahraga dengan mindfulness – Dalam hal olahraga, dengarkan apa yang diinginkan tubuhmu. Mungkin dalam satu minggu ia ingin berkeringat banyak, tapi minggu lain mungkin terlalu lelah untuk melakukan apa pun selain kelas yoga restoratif. Berolahraga karena cinta diri, bukan karena mau hukumkan diri atau membakar kalori doang.
  5. Selaraskan diri dengan siklusmu – Setelah kamu menguasai tips basic ini, latihlah sinkronisasi siklus dan tingkatkan “mendengarkan tubuhmu” ke tingkat berikutnya. Sinkronisasi siklus adalah rahasia bio-hacking menstruasiku. Siklusmu terdiri dari empat fase (folikel, ovulasi, luteal, dan menstruasi), dan begitu kamu menyesuaikan diri dengan siklus keperempuananmu, hubungan kamu dengan tubuh dan kesehatanmu secara keseluruhan akan meningkat secara drastis. Tubuh kita membutuhkan berbagai jenis makanan, aktivitas, dan stimulasi sepanjang bulan, jadi dengarkan dan selaraskan dengannya. Jadikan menstruasimu cocok untukmu.

Pada akhirnya, PCOS adalah berkah tersembunyi yang memungkinkanku membangun hubungan terbaik dengan menstruasiku. Perjalanan penyembuhanku untuk mengatasinya telah mengilhami aku untuk mengadvokasi tentang kesadaran kesehatan menstruasi bersama co-founder ku, Monica, melalui usaha kami, Nona. Aku berharap aku tahu saat itu bagaimana "tidak sendirian" dalam pertempuran melawan tubuhku sendiri, dan Aku berharap Nona dapat menjadi pendamping bagi perempuan lain melalui pertempuran diam mereka menuju kesehatan menstruasi yang optimal.

Tinggalkan komentar

Keranjang Belanja

Tidak ada produk lain yang tersedia untuk dibeli

Keranjangmu saat ini kosong.