Benarkah Menggunakan Tampon Membuat Selaput Dara Robek? – Nona Woman
Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan Kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Benarkah Menggunakan Tampon Membuat Selaput Dara Robek?

Semua perempuan yang masih berada dalam masa subur akan mengalami masa menstruasi. Umumnya, saat menstruasi berlangsung, perempuan akan menggunakan pembalut untuk menampung darah menstruasi. Namun, saat ini ada beberapa alat yang bisa digunakan perempuan untuk menampung darah menstruasi, seperti pembalut, “menstrual cup,” dan tampon.

Bagi perempuan yang terbiasa menggunakan pembalut sebagai alat penampung darah menstruasi mungkin akan merasa ngeri untuk menggunakan tampon atau “menstrual cup.” Hal itu disebabkan adanya asumsi bahwa tampon dapat menyebabkan selaput dara robek, sehingga tampon hanya bisa digunakan bagi perempuan yang sudah menikah. Tentu hal ini membuat beberapa perempuan masih ragu untuk menggunakannya.

Lalu benarkah menggunakan tampon dapat membuat selaput dara robek?

Tampon dan Keperawanan

Jika dilihat dari fungsinya, antara tampon dan pembalut memiliki fungsi yang sama, yakni untuk menampung darah menstruasi. Hanya saja, tampon memiliki bentuk yang berbeda dengan pembalut. Bentuk yang berbeda ini juga berpengaruh pada cara penggunaannya.

Tampon merupakan kapas yang berbentuk silinder yang bertujuan untuk menyerap darah menstruasi. Penggunaan tampon sendiri yaitu dengan cara memasukkannya ke dalam lubang vagina. Melihat cara ini, beberapa perempuan masih takut jika tampon dapat menyebabkan selaput dara robek. Namun, ada juga sebagian perempuan yang nyaman menggunakan tampon saat masa menstruasi.

Lalu apakah tampon ini aman digunakan?

Melihat masalah ini, Dr. Sepriani Timurtini Limbong mengatakan bahwa penggunaan tampon memang dapat melukai vagina dan menyebabkan selaput dara robek lebih besar lagi. Hal itu dapat terjadi jika penggunaan tampon salah dan memasukkannya secara paksa. Tampon sendiri dapat menyebabkan cedera jika ukurannya tidak sesuai atau masuk terlalu dalam.

Tampon memang dapat membuat selaput dara pada perempuan robek atau merenggang. Namun, selaput dara robek bukan menjadi ukuran perempuan itu masih perawan atau tidak. Selama ini mungkin banyak yang mengira jika selaput dara perempuan sobek itu artinya dia sudah tidak perawan. Anggapan tersebut justru salah besar.

Selaput dara merupakan selaput yang berada pada bukaan vagina dan menutup sebagian vagina. Selaput dara sendiri sebenarnya sudah berlubang, jadi tidak menutup rapat lubang vagina seperti yang banyak orang pikirkan. Selaput dara sendiri merupakan salah satu bagian yang cukup sensitif, karena memiliki sifat yang elastis dan bisa merenggang.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan selaput dara robek, seperti cedera atau kecelakaan, olahraga yang terlalu ekstrim, berhubungan seksual, dan penggunaan alat medis. Jadi sekali lagi, selaput dara yang robek bukan berarti perempuan telah kehilangan keperawanannya. Hal itu juga dikatakan oleh Presiden dari Asosiasi Medis di Kenya, Dr. Jacqueline Kitulu, bahwa penggunaan tampon memang kurang nyaman, tapi mereka tidak merusak keperawanan perempuan.

Cara Aman Menggunakan Tampon

Bagi kamu yang ingin menggunakan tampon, kamu bisa memperhatikan cara untuk menggunakan tampon secara aman. Dengan begitu, kamu tidak perlu merasa khawatir saat menggunakannya.

Adapun beberapa cara aman saat menggunakan tampon, seperti berikut ini:

  1. Memastikan Tangan Bersih
    Cara pertama adalah memastikan bahwa tangan kita bersih dari kuman dan kotoran lainnya. Ini merupakan salah satu hal yang wajib kamu lakukan sebelum menggunakan tampon. Karena jika tangan bersih maka kita juga tidak perlu khawatir kuman atau kotoran masuk kedalam area intim. Kamu bisa mencuci tangan dengan sabun sebelum memegang tampon.
  2. Pakai Tampon Yang Baru Dibuka
    Cara kedua yaitu, gunakan tampon yang benar-benar baru dibuka dan tersegel dengan baik. Hindari menggunakan tampon yang sudah terbuka. Karena dikhawatirkan tampon itu sudah tidak steril.
  3. Periksa Benang Pada Ujungnya
    Sebelum menggunakan tampon, periksa kembali benang pada ujungnya. Pastikan benang itu kuat dan tidak mudah putus. Kamu bisa mencoba menarik benang tersebut, jika benang tidak putus, maka itu aman untuk digunakan. Sebaliknya, jika benang putus, maka sebaiknya kamu menggunakan tampon lainnya.
  4. Posisikan Tubuh Dengan Nyaman
    Sebelum memasukkan tampon, sebaiknya kamu memposisikan tubuhmu pada kondisi senyaman mungkin. Beberapa perempuan biasanya menggunakan posisi jongkok, kemudian mengangkat sebelah kaki dan menahannya pada tembok atau bangku.
  5. Masukkan Secara Perlahan
    Selanjutnya, setelah kamu memposisikan diri senyaman mungkin, kamu bisa mulai memasukkan tampon secara perlahan. Kamu bisa membuka bibir vagina menggunakan satu tangan, kemudian tangan satunya lagi akan memasukkan tampon ke dalam vagina secara perlahan. Jangan memaksakan tampon untuk masuk, karena hal itu akan mengakibatkan resiko cedera.
  6. Pastikan Benang Berada Di Luar
    Jika kamu merasa tampon sudah masuk dengan baik, maka hal terakhir yang perlu kamu perhatikan adalah benang harus tetap berada di luar. Jangan sampai benang masuk ke dalam lubang vagina.

Itulah beberapa penjelasan mengenai penggunaan tampon sebagai alat penampung darah menstruasi. Untuk menggunakan tampon, pastikan kamu benar-benar memahami cara penggunaannya. Hindari menggunakan tampon jika kamu merasa masih kurang nyaman atau masih khawatir.


Sekali lagi, tampon aman untuk digunakan saat menstruasi. Tampon memang dapat membuat selaput dara robek atau renggang, namun tidak membuat kamu kehilangan keperawanan.

Tinggalkan komentar

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.