“Intermittent Fasting” 101: Pro & Kontra Untuk Kesehatan – Nona Woman
Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan Kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

“Intermittent Fasting” 101: Pro & Kontra Untuk Kesehatan

Dalam satu dekade terakhir, metode diet puasa atau yang biasa dikenal dengan “Intermittent Fasting” menjadi salah satu tren kesehatan yang populer. Metode ini dapat membantu orang untuk mengatur nafsu makan serta berat badan untuk mendukung proses kesehatan yang optimal.

Namun, bagi sebagian orang, metode “intermittent fasting” ini kurang tepat. Hal itu bisa disebabkan alasan medis atau ketidaksesuaian gambaran mereka terhadap diet bergizi dan berkelanjutan.

Sama seperti diet sehat lainnya, “intermittent fasting” juga memiliki metode yang harus kamu lakukan agar bisa mendapatkan hasil optimal. Namun, sebelum kita membahas metode “intermittent fasting” beserta pro dan kontranya, kita akan membahas terlebih dahulu pengertian dari “intermittent fasting” ini.

Pengertian “Intermittent Fasting”

“Intermittent fasting” atau diet puasa merupakan salah satu metode diet yang bertujuan untuk mengatur pola makan dengan cara berpuasa makan selama beberapa waktu. Namun, kamu bisa minum minuman yang tidak ada atau rendah kalori.

“Intermittent fasting” lebih mudah diartikan sebagai sebuah pola makan dimana kamu menahan diri untuk mengkonsumsi berbagai kalori dalam jangka waktu yang cukup lama. Proses ini umumnya berlangsung selama kurang lebih 12 sampai 40 jam.

Dalam jangka waktu tersebut, kamu masih diperbolehkan untuk minum air, kopi, teh dan minuman bebas dan rendah kalori lainnya. Kamu hanya tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung lebih dari sedikit kalori.

Contoh metode ini adalah, jika kamu terakhir makan pada pukul 7 malam pada hari Senin, maka kamu tidak diperbolehkan makan sampai jam 7 malam pada hari Selasa.

Dari contoh tersebut dapat kita lihat bahwa, metode ini tidak mengatur makanan atau minuman apa yang dikonsumsi, tetapi lebih berfokus pada jam berapa kamu boleh makan dan tidak boleh makan. Melakukan “puasa” selama hampir 24 jam mungkin sulit untuk dilakukan, dan cenderung ekstrim. Untuk itu, metode ini kurang dianjurkan bagi pemula. Namun, untuk waktu “puasa” sendiri sebenarnya dapat kita atur dan sesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.

Pola Makan “Intermittent Fasting”

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa “intermittent fasting” ini sama dengan program diet lainnya, dimana metode ini memiliki peraturan yang bervariasi untuk mengurangi konsumsi makanan. Selama periode tersebut, kamu diharuskan untuk mengkonsumsi makanan dalam porsi yang sedikit atau bahkan tidak sama sekali.

Ada beberapa pola makan yang populer dalam diet “intermittent fasting” ini:

  1. Diet 5:2
    Pada pola diet 5:2 ini kamu bisa melakukannya dengan cara mengurangi jumlah konsumsi sebanyak 25% dari jumlah konsumsi normal, atau setara dengan satu porsi makan. Pada diet 5:2 ini kamu dapat mengonsumsi makanan normal selama 5 hari dalam seminggu dan membatasi asupan kalori antara 500-600 pada 2 hari yang tersisa.
  2. Makan-Berhenti-Makan Metode makan-berhenti-makan ini bisa juga disebut dengan “eat-stop-eat.” Pada metode ini mengharuskan kamu untuk berhenti makan selama 24 jam dalam beberapa hari setiap minggu. Contohnya, kamu berhenti makan pada waktu makan malam sampai makan malam berikutnya. Setelah itu, di hari berikutnya kamu bisa berhenti berpuasa. Metode ini dapat kamu lakukan sekali atau dua kali dalam satu minggu.
  3. Metode 16/8
    Metode 16/8 ini juga bisa disebut dengan metode makan dengan batasan waktu. Pada metode ini, kamu dapat membagi 16 jam waktu untuk berpuasa dan 8 jam untuk makan. Misalnya, kamu makan pada pukul 11 siang sampai pukul 7 malam. Setelah itu, kamu bisa melanjutkan puasa hingga 16 jam kedepan.

Saat melihat beberapa metode “intermittent fasting” diatas, sebagian orang mungkin berpikir diet ini terlalu ekstrim dan akan susah dilakukan oleh banyak orang. Melihat metode “intermittent fasting” ini sendiri tentu menimbulkan pro dan kontra, khususnya pada aspek medis dan kesehatan.

Untuk itu kita akan membahas pro dan kontra dari “intermittent fasting.” Dengan begitu kita dapat menimbang manfaat dari metode diet ini sebelum menggunakannya.

Pro “Intermittent Fasting”

Bagi sebagian orang, “intermittent fasting” cocok dengan model diet jangka panjang dan berkelanjutan yang sehat. Dan para peneliti masih terus meneliti manfaat “intermittent fasting” bagi kesehatan.

Adapun beberapa manfaat dari intermittent fasting yang mungkin dapat membuatmu tertarik:

  1. Menjadi Perubahan Gaya Hidup Berkelanjutan
    Seperti yang sudah dijelaskan di awal, bahwa poin utama dari diet “intermittent fasting” ini sebenarnya adalah untuk mengatur pola makan kita. Mengatur makanan dan minuman apa yang boleh dikonsumsi, dan kapan kita harus berhenti atau mulai makan.

    Jika melihat pola tersebut, metode ini baik untuk kesehatan. Karena dengan mengurangi jumlah kalori, maka tubuh akan menggunakan gula dan lemak yang tersimpan sebagai sumber energi. Tentunya hal ini dapat membantu mencegah resiko terkena penyakit yang berbahaya.

  2. Menjadi Pendukung Penurunan Badan Dan Meningkatkan Kesehatan Metabolisme
    Ada 2 alasan utama untuk kamu mencoba “intermittent fasting” ini. Pertama, “intermittent fasting” dapat membantu mengatur berat badan, dan kedua membantu meningkatkan kesehatan metabolisme.

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet “intermittent fasting” ini dapat digunakan untuk menurunkan berat badan, meskipun masih belum efektif seperti metode diet lainnya yang juga sama bergantung pada pembatasan konsumsi kalori harian.

    Selain dapat mengurangi asupan kalori, “intermittent fasting” ini juga dapat mendukung penurunan berat badan dengan mengatur nafsu makan untuk menekan rasa lapar.

    Selain itu, dengan mengatur pola makan ada beberapa hal yang dapat meningkatkan kesehatan seperti:
    • Mengurangi kadar gula darah
    • Melindungi kesehatan otak
    • Memperbaiki sel yang rusak
    • Menurunkan tekanan darah
Kontra “Intermittent Fasting”

Jika kita sudah melihat pro atau manfaat dari “intermittent fasting,” maka selanjutnya kita akan membahas sisi kontra dari “intermittent fasting.”

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, bahwa “intermittent fasting” ini merupakan salah satu pola atau cara yang bertujuan untuk mengatur asupan kalori untuk meningkatkan kesehatan metabolisme tubuh. Meskipun pola ini bertujuan untuk mengatur pola makan yang sehat, tapi “intermittent fasting” ini membutuhkan beberapa penyesuaian, dimana tidak semua orang bisa melakukan pola ini.

Menurut Loop Cayman, salah satu kekurangan dari “intermittent fasting” ini adalah dapat menyebabkan tubuh tidak produktif. Hal itu disebabkan tubuh tidak memiliki banyak energi. Selain itu, jika pola ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama, maka dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah pencernaan, seperti sakit perut, kram, hingga kembung.



Itulah beberapa penjelasan mengenai “intermittent fasting” beserta pro dan kontranya untuk kesehatan. Sebelum kamu menggunakan metode ini, ada baiknya jika kamu mempelajari aturan dan pola diet tersebut, serta mempertimbangkan manfaat dan kekurangan dari metode tersebut.

Untuk mempersiapkan semuanya, kamu tentu membutuhkan tubuh yang sehat agar siap dalam menjalani program tersebut. Untuk itu, kamu bisa mulai dengan minum air putih yang cukup, rajin berolahraga, tidur yang cukup, dan lainnya. Selamat mencoba!

Tinggalkan komentar

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.