Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan Kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Hai Nona! Unduh aplikasi pelacak periode kami untuk iOS & Android untuk memahami lebih lanjut tentang siklus menstruasi Anda.

Dampak vaksin COVID-19 pada siklus menstruasi

Siklus menstruasi merupakan salah satu aspek kesehatan tubuh yang penting bagi perempuan. Perubahan pada siklus menstruasi bisa menjadi tanda adanya perubahan pada kesehatan badan secara umum. Terapi pengobatan dan vaksinasi bisa menjadi pemicu terjadinya perubahan pada siklus menstruasi. Oleh karena itu, keberadaan vaksin Covid-19 menimbulkan pertanyaan khusus untuk perempuan; adakah dampaknya pada siklus menstruasi?

covid 19 vaccine effect on menstrual cycle

Foto milik Reuters

Prosedur Penelitian

Beberapa perempuan di Amerika Serikat melaporkan adanya perubahan pada siklus menstruasi mereka setelah mendapatkan vaksin Covid-19 Pfizer, Moderna dan J&J.

Meski banyak yang mengeluhkan dampak vaksin pada siklus menstruasinya, hanya baru-baru ini ada satu penelitian terkait hal tersebut. Seorang profesor obstetri dan ginekologi di Oregon Health and Science University telah melakukan observasi terhadap 4000 perempuan di Amerika Serikat terkait dampak vaksin Covid-19 terhadap siklus menstruasi.

Sampel penelitian tersebut dibagi menjadi dua yaitu perempuan yang sudah divaksin serta perempuan yang belum divaksin. Sampel penelitian merupakan perempuan dengan siklus menstruasi yang relatif teratur. Data menstruasi yang diambil adalah panjang siklus dan lamanya waktu menstruasi selama total enam siklus atau periode menstruasi.

Unduh aplikasi pelacak menstruasi Nona Woman untuk iOS & Android untuk memahami siklus menstruasi Anda.


Hasil Penelitian

  • pemberian vaksin dosis pertama berhubungan dengan meningkatnya panjang siklus menstruasi sebesar 0.71 hari.
  • pemberian vaksin dosis kedua berhubungan dengan meningkatnya panjang siklus menstruasi sebesar 0.91 hari.
  • tidak ditemukan adanya perubahan terhadap lamanya menstruasi.
  • pada subgrup studi dari perempuan yang mendapatkan dua dosis vaksin pada siklus menstruasi yang sama mengalami peningkatan panjang siklus selama 2 hari. Namun kembali normal seiring berjalannya waktu.

Artinya, terjadi sedikit perubahan yang sifatnya sementara terhadap panjang siklus menstruasi setelah penerimaan vaksin Covid-19.


Kesimpulan

International Federation of Gynecology dan Obstetrics mengklasifikasikan variasi pada panjang siklus menstruasi yang kurang dari delapan hari dalam kategori normal. Jadi bisa dikatakan kalau tidak ditemukan dampak signifikan yang terjadi pada panjang siklus menstruasi setelah penerimaan vaksin Covid-19.


Tantangan

Panjang siklus dan lamanya menstruasi hanya dua dari sekian karakter normal menstruasi. Apalagi siklus menstruasi bukan sekedar siklus bulanan tapi merupakan rangkaian kejadian hormonal dalam waktu yang panjang. Setidaknya perlu data selama 6 bulan untuk mengevaluasi adanya anomali pada siklus menstruasi. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut, mendalam dan jangka panjang untuk benar-benar mengetahui dampak vaksin Covid-19 terhadap siklus menstruasi secara keseluruhan. Tetapi sudah ada temuan bahwa vaksin Covid-19 tidak menimbulkan masalah kesehatan atau fertilitas.

Untuk saat ini tidak perlu khawatir vaksin covid-19 akan merusak siklus menstruasi mu, karena wajarnya hanya akan ada perubahan sementara saja. Kalau kamu sendiri adakah perubahan yang kamu rasakan terhadap siklus menstruasi setelah vaksin Covid-19?

Baca artikel lainnya Nona Woman: 

Tinggalkan komentar

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.