Saraf Vagus: Definisi, Fungsi, dan Gejala Kerusakannya – Nona Woman
Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan Kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Saraf Vagus: Definisi, Fungsi, dan Gejala Kerusakannya

Kepala merupakan pusat kontrol pada tubuh manusia. Di dalam kepala sendiri terdapat otak yang berperan penting dalam mengontrol semua saraf yang ada pada tubuh manusia. Terdapat 12 saraf kranial pada otak yang memiliki berbagai macam peran pada tubuh manusia, seperti mengenali wajah orang lain, mencium bau makanan, dan lainnya. Saraf-saraf ini memiliki ukuran yang kecil, namun perannya sangatlah penting bagi keberlangsungan hidup manusia sehari-hari.

Beberapa saraf jika disebutkan secara berurutan adalah olfaktori, optik, okulomotor, troklear, trigeminal, abdusen, fasialis, vestibulokoklear, glossopharyngeal, vagus, aksesorius, dan hipoglosus. Artikel kali ini akan membahas lebih dalam mengenai saraf kesepuluh yaitu saraf vagus, yang merupakan saraf kranial paling kompleks. Kita akan membahas mengenai pengertian, fungsi, hingga gejala kerusakan pada saraf vagus.


Pengertian Saraf Vagus

Saraf vagus atau “vagus nerve” merupakan saraf kranial kesepuluh yang menghubungkan otak dengan bagian organ tubuh lainnya. Kata “vagus” sendiri berasal dari bahasa latin yang berarti “mengembara.” Hal ini dikarenakan, saraf vagus sendiri mengembara dari otak menuju organ tubuh lainnya, seperti leher, dada, dan perut. Saraf vagus ini memiliki jalur yang panjang, yaitu dari kepala hingga perut.

Bisa dibilang bahwa saraf vagus ini merupakan saraf yang krusial dan kompleks. Hal ini lantaran, saraf vagus berperan membantu mengatur banyak aspek penting pada tubuh manusia, seperti tekanan darah, detak jantung, pencernaan, keringat, hingga berbicara.

Saraf vagus memiliki dua kumpulan badan sel saraf sensorik dan menghubungkan batang otak ke tubuh. Proses ini memungkinkan otak untuk memantau dan menerima semua informasi mengenai fungsi tubuh. Selain itu, saraf vagus juga berperan penting dalam fungsi saraf otonom, dimana saraf ini terdiri dari dua bagian yakni, parasimpatis dan simpatis. Saraf ini memiliki peran penting dalam beberapa aktivitas sensorik dan informasi motorik untuk gerakan pada tubuh. Caranya adalah dengan melibatkan pelepasan hormon, sehingga membuat tubuh menjalankan fungsinya untuk bertahan hidup.


Fungsi Saraf Vagus

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, saraf vagus merupakan saraf yang krusial dan kompleks. Hal itu dikarenakan saraf vagus mengatur banyak aspek dalam tubuh manusia. Untuk itu banyak sekali fungsi saraf vagus pada tubuh manusia. Beberapa fungsi saraf vagus adalah untuk menggerakkan motorik untuk gerakan organ tubuh, contohnya:

  • Berbicara
  • Mengatur gerakan pita suara
  • Detak jantung
  • Tekanan darah
  • Pencernaan, seperti usus dan lambung
  • Keringat
  • Pengontrol otot dan kelenjar
  • Merangsang kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon yang dapat mendukung metabolisme tubuh

Gejala Gangguan Saraf Vagus

Ada beberapa masalah kesehatan yang dapat membuat terjadinya gangguan pada saraf vagus. Gangguan ini akan mempengaruhi fungsi saraf dan menyebabkan kerusakan pada serabut saraf. Kerusakan tersebut akan mengakibatkan inflamasi, infeksi atau neoplastik sehingga menyebabkan abnormalnya aktivitas saraf vagus.

Ada beberapa gejala yang dapat kamu rasakan jika mengalami gangguan saraf vagus:

  1. Nyeri
    Saat terjadi gangguan pada saraf vagus, gejala yang paling umum terjadi adalah rasa nyeri. Rasa nyeri ini muncul karena adanya tekanan mekanis, trauma atau cedera yang menyebabkan pembengkakan inflamasi.
  2. Otot Kram
    Otot memasok saraf vagus yang berasal dari pita suara. Jika terjadi gangguan pada saraf vagus otomatis sistem otot pada pita suara juga akan bermasalah. Gangguan tersebut dapat menyebabkan otot kram yang berimbas pada suara dan pernapasan. Gangguan ini tidak hanya mengganggu otot pada pita suara, namun juga mengganggu otot-otot lainnya yang disediakan oleh saraf vagus.
  3. Disfungsi Organ
    Gejala gangguan saraf vagus lainnya yaitu terjadinya disfungsi organ atau organ yang tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Gejala disfungsi organ ini dapat disebabkan oleh kerusakan pada serabut saraf atau perbedaan dalam sintesis neurotransmitter.
  4. Pingsan
    Gangguan pada saraf vagus juga dapat menyebabkan penderitanya pingsan. Hal ini dikarenakan kegiatan yang berlebih pada saraf vagus, mengakibatkan peningkatan laju pembakaran reseptor. Dimana pembakaran ini dapat menyebabkan penderitanya pingsan secara tiba-tiba atau yang biasa disebut vasovagal. Sebenarnya pingsan secara tiba-tiba ini bukanlah hal yang mengkhawatirkan, namun, gejala ini dapat menyebabkan resiko cedera yang meningkat, sehingga dapat mengancam keselamatan jiwa.
  5. Gastroparesis
    Salah satu gejala gangguan saraf vagus lainnya adalah gastroparesis. Gastroparesis merupakan gangguan yang terjadi pada otot lambung, sehingga menyebabkan melambatnya gerakan lambung untuk mendorong makanan ke usus. Tanda-tanda gastroparesis termasuk mual, muntah, penurunan berat badan yang drastis.

Itulah beberapa penjelasan singkat mengenai saraf vagus. Saraf vagus merupakan saraf krusial dan memiliki peranan penting dalam mengontrol organ tubuh kita. Untuk itu, jika kamu merasa memiliki gejala gangguan saraf vagus, segera periksakan ke dokter, agar kamu mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Tinggalkan komentar

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.