Kenali “Brain Fog” Beserta Penyebabnya – Nona Woman
Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan Kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Kenali “Brain Fog” Beserta Penyebabnya

Apakah kamu pernah mengalami gejala lupa sesaat ketika sedang melakukan sesuatu atau berbicara? Waspada, kemungkinan kamu mengalami “brain fog.” “Brain fog” dapat mempengaruhi kemampuan kamu untuk berpikir sehingga membuat kamu merasa bingung, lupa, hingga kacau.

Ada banyak aspek yang bisa menyebabkan kondisi seperti ini, salah satunya adalah stres. Namun, sebelum kita membahas penyebab dari “brain fog,” kita akan membahas pengertian dari “brain fog” terlebih dahulu.

Apa Itu “Brain Fog”?

“Brain fog” atau bisa disebut dengan kabut otak adalah sebuah kondisi dimana seseorang sulit untuk fokus dan berkonsentrasi ketika melakukan suatu hal. “Brain fog” sendiri bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala atau kondisi tertentu yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir dan mengingat.

Saat kondisi ini terjadi, kamu akan merasa sulit fokus, kebingungan, atau merasa kacau ketika tidak bisa menyebutkan sesuatu yang ingin kamu katakan. Misalnya, kamu pergi ke dapur untuk mengambil pisau, namun sesampainya di dapur kamu justru lupa benda apa yang ingin kamu cari.

Sebenarnya, “brain fog” merupakan sebuah kondisi yang wajar. Namun, jika kondisi ini berlangsung terus menerus dalam jangka waktu yang lama tentu akan sangat mengganggu aktivitas kita.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab terjadinya “brain fog.”

Penyebab “Brain Fog”

  1. Stres
    Stres bisa menjadi penyebab terjadinya “brain fog.” Merasa banyak pikiran atau merasa tertekan merupakan sesuatu hal yang wajar dan tentu normal terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, jika kamu merasa sedih, gelisah, atau bahkan murung dalam jangka waktu yang lama, maka itu dapat menyebabkan stres.

    Kondisi stres kronis dapat menjadi penyebab terjadinya masalah kesehatan pada tubuh, seperti tekanan darah, penurunan daya tahan tubuh, gangguan mental, depresi, hingga penurunan fungsi otak.

    Jika fungsi otak terganggu, maka akan timbul beberapa keluhan, seperti sulit berpikir, sulit berkonsentrasi, hingga mudah lupa. Hal itulah yang menjadi alasan kenapa stres dapat menyebabkan “brain fog.”
  2. Perubahan Hormon
    Penyebab kedua adalah perubahan hormon pada tubuh. Contohnya, ketika perempuan mengalami menopause, hal itu juga dapat menyebabkan “brain fog.” Karena pada saat “menopause,” kadar hormon progesteron dan estrogen pada tubuh perempuan mengalami perubahan. Sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi memori hingga fungsi otak selama beberapa saat.
  3. Kurang Tidur
    Memiliki kualitas tidur yang buruk juga menjadi salah satu penyebab “brain fog.” Hal itu dikarenakan, kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu sistem kerja otak.

    Sebenarnya waktu tidur yang kurang atau berlebihan sama-sama memiliki efek yang buruk bagi kesehatan otak. Untuk itu, usahakan tidur 8 hingga 9 jam setiap malam dan jangan bermain “gadget” menjelang tidur.
  4. Pola Makan
    Pola makan yang kurang sehat ternyata dapat menyebabkan terjadinya “brain fog.” Hal itu dikarenakan, tubuh kamu memiliki nutrisi yang kurang. Tentunya hal ini yang dapat meningkatkan resiko terkena “brain fog.”

    Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa seseorang yang kekurangan asupan gizi tertentu, seperti zat besi, protein, vitamin E, antioksidan, hingga omega-3, memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terkena “brain fog.”
  5. Efek Samping Obat
    Setiap obat memiliki efek samping tersendiri. Misalnya, antikolinergik, obat penenang, antidepresan, hingga obat tidur, diketahui dapat mempengaruhi kinerja saraf otak dan zat kimia pada otak.

    Hal ini juga terjadi pada pengobatan kanker. Pengobatan kanker seperti kemoterapi yang menggunakan jenis obat yang kuat, juga dapat menyebabkan terjadinya “brain fog.” Oleh karena itu, pasien kanker yang menjalani kemoterapi akan merasa kesulitan dalam mengingat beberapa hal, seperti nama, tanggal, atau hal lainnya.

    Jika kamu merasakan gejala “brain fog” setelah meminum obat, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter. Dengan begitu dokter akan mencoba mengurangi dosis obat tersebut dan memberikan penanganan yang tepat dan cepat.
  6. Kondisi Medis
    Ada beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan terjadinya “brain fog,” seperti kelelahan, penuaan, anemia, demensia, autoimun, hingga infeksi virus COVID-19.

Tentunya kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja. Untuk itu kamu bisa melakukan beberapa hal berikut sebagai bentuk penanganan pada kondisi “brain fog” ini:
  • Mengelola stres dengan baik
  • Tidur antara 8 hingga 9 jam setiap malam
  • Olahraga secara rutin
  • Batasi minuman yang mengandung kafein atau alkohol
  • Lakukan senam otak untuk mengelola fungsi serta kesehatan otak
  • Mengkonsumsi makanan yang bergizi dan kaya akan protein, antioksidan, vitamin, mineral, serta omega-3

Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai “brain fog.” “Brain fog” merupakan sesuatu yang wajar. Namun, jika kondisi ini terjadi secara terus menerus dalam waktu yang lama, maka sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter agar kondisi tersebut dapat diatasi dengan cepat.

Tinggalkan komentar

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.