“Forest Bathing”: Terapi Untuk Stres – Nona Woman
Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan Kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

“Forest Bathing”: Terapi Untuk Stres

Pernahkah kamu mendengar istilah “forest bathing”? Mungkin istilah tersebut masih asing ditelinga kamu. Namun, sebenarnya aktivitas “forest bathing” ini sudah banyak bahkan sering dilakukan oleh banyak orang. Misalnya, pergi berlibur ke alam, seperti gunung, hutan, atau pantai, dengan tujuan untuk melepas penat karena aktivitas yang padat di daerah perkotaan.

Dengan menikmati pemandangan alam yang sejuk, pikiran kita yang jenuh juga akan lebih jernih dan segar kembali. Istilah “forest bathing” sendiri sebenarnya sudah muncul di Jepang sejak tahun 1980-an. Saat itu, pemerintah Jepang mempromosikan aktivitas terapi untuk menikmati pemandangan alam.

Aktivitas ini sangat mudah untuk dilakukan, karena kamu cukup berjalan di alam dengan penuh kesadaran untuk terhubung dengan suasana lingkungan sekitar. Beberapa orang melakukan terapi ini untuk menghilangkan stres dari aktivitas yang padat setiap harinya.

Untuk mengenal lebih dalam mengenai “forest bathing” ini, kita akan membahas pengertian “forest bathing” serta manfaatnya untuk kesehatan, salah satunya menghilangkan stres.

Apa Itu "Forest Bathing"?

Istilah “forest bathing” ini berasal dari bahasa Jepang yaitu “Shirin-yoku.” “Shirin” berarti hutan, dan “Yoku” berarti mandi. Kata tersebut kemudian diartikan kedalam bahasa inggris menjadi “forest bathing”, dimana “forest” berarti hutan, dan “bathing” berarti mandi.

“Forest bathing” merupakan salah satu aktivitas yang memanjakan seluruh pancaindera dengan bermandikan nuansa alam, seperti hutan, gunung, dan lainnya. Untuk melakukan aktivitas ini, kamu hanya perlu berada di alam dan menikmati suasana alam melalui pancaindera, yakni perasa, pendengaran, peraba, dan penciuman.

Atmosfer yang ada di alam, seperti suara kicauan burung, gesekan daun, hingga desau angin membuat tubuh dapat menghirup oksigen dengan bebas. Konsep “forest bathing” sebenarnya lebih mengacu pada jembatan antara alam dan tubuh. Kita sebagai manusia membuka seluruh indera, dan “forest bathing” hadir sebagai jembatan untuk menyatu dengan alam sekitar. Jadi, perlu digaris bawahi bahwa “forest bathing” ini bukan suatu olahraga, seperti jogging atau hiking, melainkan suatu praktik sadar dan kontemplatif untuk menyatu dengan pemandangan, suara, serta aroma hutan.

Manfaat "Forest Bathing" Untuk Tubuh

Seperti yang sudah disebut sebelumnya, “forest” bathing memiliki manfaat untuk menghilangkan penat dan stres. Tentu hal itu bukan berdasarkan tanpa alasan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa, “forest bathing” memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, khususnya kesehatan mental dan pikiran yang penat.

Adapun manfaat lainnya dari “forest bathing,” sebagai berikut:

  1. Meningkatkan Fokus
    “Forest bathing” juga dapat bermanfaat untuk meningkatkan fokus otak. Hal itu dikarenakan, suasana hati dapat berubah menjadi lebih baik setelah kamu berjalan di alam selama 40 hingga 50 menit.

    Tentu aktivitas ini cocok digunakan untuk kamu yang merasa kehilangan fokus akibat padatnya aktivitas sehari-hari. Kamu bisa mencoba “forest bathing” ini untuk meningkatkan konsentrasimu kembali, sehingga kamu bisa kembali beraktivitas dengan kondisi yang lebih baik.

  2. Mengurangi Stres
    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, terapi “forest bathing” ini bermanfaat untuk mengurangi stres akibat aktivitas yang padat. Menurut penelitian dari Nippon Medical School, Tokyo, Jepang, seseorang yang terbiasa melakukan “forest bathing” memiliki tekanan darah yang lebih rendah. Selain itu mereka juga memiliki pikiran yang jauh lebih tenang, karena rasa kecemasan yang mereka miliki menurun.

    Atmosfer yang dimiliki hutan dapat meresap kedalam tubuh dan membuat hormon stres seperti adrenaline menjadi menurun. Bukan hanya stres sejenak, namun terapi “forest bathing” ini ampuh mengatasi stres kronis. Tak heran jika banyak psikolog yang menyarankan terapi “forest bathing” ini untuk mengatasi penyakit yang timbul akibat stres.

  3. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
    Manfaat lain dari “forest bathing” adalah dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Hal itu disebabkan tumbuhan yang ada di hutan secara alami mengeluarkan zat yang disebut dengan “phytoncide.” “Phytoncide” merupakan salah satu jenis minyak esensial alami yang berasal dari tanaman. Minyak esensial alami ini dapat melindungi mereka dari kuman serta serangga perusak.

    Selain itu, dengan menghirup udara segar di hutan dapat meningkatkan kadar sel “natural killer” di dalam tubuh. Sel “natural killer” ini berfungsi untuk melawan infeksi dan kanker dalam tubuh.

    Sebuah penelitian di Jepang juga menunjukkan, orang yang sering melakukan “forest bathing” memiliki jumlah sel “natural killer” dalam tubuh yang meningkat. Hal ini tidak hanya berfungsi untuk sistem kekebalan tubuh, akan tetapi juga dapat membuat tidur lebih nyenyak dan “mood” lebih baik.

Nah, itulah penjelasan mengenai “forest bathing” beserta manfaatnya bagi tubuh, khususnya untuk mengurangi stres. Jika kamu tertarik melakukan terapi “forest bathing” ini, ada hal yang perlu kamu garis bawahi. “Forest bathing” berbeda dengan olahraga, seperti hiking, jogging, atau berjalan-jalan di alam. “Forest bathing” merupakan salah satu bentuk meditasi yang dapat memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh dan mental.

Bagi kamu yang merasa penat dengan aktivitas sehari-hari, kamu bisa meluangkan waktu sedikit untuk merelaksasikan diri dengan menyatu sama alam. Dengan begitu kesehatan fisik dan mental akan tetap terjaga, sehingga kamu dapat melakukan aktivitas dengan kondisi yang jauh lebih baik.

Tinggalkan komentar

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.