Waspada Bahaya “EDC” Pada Produk Kecantikan – Nona Woman
Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Sebaiknya beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Gunakan Kode FREESHIP untuk pesanan di atas IDR 90.000

Waspada Bahaya “EDC” Pada Produk Kecantikan

Saat ini banyak sekali produk-produk kecantikan dari merek-merek yang berbeda bermunculan di pasaran. Tentunya produk tersebut memiliki kandungan yang berbeda-beda, disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan kulit masing-masing. Banyak diantaranya mengklaim bahwa bahan yang mereka gunakan untuk perawatan kulit berasal dari bahan-bahan alami yang pastinya aman digunakan pada kulit.

Banyak produk perawatan kulit yang mulai menggunakan bahan-bahan organik dalam kandungan mereka dan mendapatkan respon positif dari banyak orang. Saat ini banyak orang yang beralih menggunakan produk perawatan kulit dengan bahan organik. Alasan itu karena, produk perawatan kulit yang menggunakan bahan-bahan kimia keras justru berbahaya bagi kulit.

Ada beberapa jenis bahan kimia yang sering digunakan sebagai bahan perawatan kulit. Tentunya bahan-bahan tersebut dapat membahayakan bagi kesehatan kulit dan tubuh jika digunakan secara terus menerus dalam kurun waktu yang lama. Bahan-bahan tersebut adalah “penganggu endokrin bahan kimia.” Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai endokrin serta bahan kimia lainnya yang tergolong dalam kategori ini.


Pengertian EDC

Penganggu endokrin bahan kimia atau “Endocrine Disrupting Chemical” (EDC) merupakan salah satu jenis bahan kimia yang dapat mengganggu fungsi hormon normal, seperti estrogen, baik pada manusia atau hewan. Gangguan ini dapat mengakibatkan masalah pada persinyalan internal yang dapat memicu kematian sel secara prematur.

Sebenarnya bahan EDC ini juga dapat ditemukan pada tanaman alami, seperti fitoestrogen atau yang biasa kita sebut kedelai. Meskipun terdapat bahan alami, namun sebagian besar senyawa EDC ini berasal dari bahan kimia sintesis.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh “National Institute of Environmental Health Sciences” menyebutkan bahwa perempuan yang menggunakan produk kecantikan yang mengandung EDC secara sering dalam waktu yang lama akan lebih mudah terkena masalah kesehatan reproduksi. Masalah reproduksi tersebut tentunya termasuk masalah kesuburan, pubertas dini, hingga penuan dini pada reproduksi. Untuk itu, ini merupakan salah satu permasalahan yang cukup serius. Efek merugikan EDC ini sudah dikenal luas dalam bidang medis. Tentunya masalah ini juga cukup sering diperbincangkan dalam dunia kecantikan.

Perlu kamu ketahui, terdapat 5 zat kimia yang tergolong EDC. Tentunya bahan-bahan ini perlu kamu waspadai dan hindari. Dan 5 zat kimia tersebut antara lain:

    1. Oksibenzon
      Oksibenzon merupakan senyawa organik yang merupakan turunan dari benzofenon. Senyawa ini biasanya ditemukan dalam kandungan skincare, seperti “sunscreen,” pelembab bibir, serta cat kuku. Senyawa ini digunakan untuk melindungi produk dari sinar “UV.” Oksibenzon sendiri mudah menyerap kedalam tubuh, dan jika menyerap dalam jumlah yang tinggi akan bersifat persisten dan beracun.

      Menurut penelitian, oksibenzon dapat menyerap hingga kedalam darah manusia, hingga dapat ditemukan dalam ASI, cairan ketuban, hingga air seni. Oksibenzon sendiri berpotensi menyebabkan alergi, mengganggu sistem endokrin, dan tentunya membahayakan bagi anak-anak. Untuk itu, kamu perlu berhati-hati dalam memilih produk perawatan kulit dan kecantikan. Hindari memilih perawatan kulit yang mengandung benzofenon, oksibenzon, dan sulisobenzone. Pilihlah “mineral sunscreen” dengan kandungan “titanium dioxide” dan/atau “zinc oxide.”

    2. Paraben
      Paraben merupakan senyawa yang umumnya digunakan sebagai pengawet pada produk kecantikan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur pada produk tersebut. Paraben sendiri memiliki beberapa jenis yang sering digunakan dalam produk-produk kecantikan, seperti methylparaben, propylparaben, butylparaben, dan ethylparaben.

      Paraben ini juga sering digunakan sebagai kombinasi dengan senyawa yang lain, agar lebih ampuh dalam melindungi produk dari bakteri dan jamur. Banyak produk kecantikan yang menggunakan paraben untuk melindunginya, seperti “makeup,” pelembab, perawatan rambut, hingga produk untuk mencukur.

      Sejauh ini, paraben merupakan produk yang kontroversial. Hal itu dikarenakan, paraben memiliki sifat yang mirip dengan estrogen bahkan dapat menyerupai hormon estrogen dalam tubuh manusia. Tentunya bahan ini dapat mudah menyerap dalam tubuh, melalui kulit, darah, dan sistem pencernaan. Bahkan sebuah penelitian pada tahun 2012 mengatakan bahwa paraben dapat meningkatkan resiko kanker payudara.

    3. Triklosan
      Triklosan merupakan salah satu senyawa aktif yang sering ditemukan dalam produk perawatan dan kebersihan tubuh. Umumnya senyawa ini digunakan sebagai bahan aktif, pengawet, dan anti bakterial, pada produk seperti deodoran, sabun, pasta gigi, dan lainnya.

      Senyawa triklosan ini terbukti berbahaya bagi kesehatan, karena bahan ini sudah pernah diuji pada mamalia hingga hewan lainnya. Dan hasilnya, senyawa ini menunjukkan efek yang dapat mengganggu hormon dan endokrin. Terpapar triklosan dalam waktu yang cukup lama dikhawatirkan akan menimbulkan resiko tertentu, seperti gangguan endokrin, bioakumulasi, hingga munculnya bakteri yang resisten terhadap antibodi dan produk anti bakteri.

    4. Resorsinol
      Resorsinol merupakan obat yang bekerja untuk menghancurkan kulit kasar, bersisik, atau mengeras. Selain itu resorsinol juga dapat digunakan untuk membasmi kuman di kulit dan melawan infeksi. Senyawa ini juga termasuk EDC, dan sering digunakan dalam berbagai produk kebersihan diri, pengawet, desinfektan, dan antiseptik, seperti shampo, pewarna rambut, obat jerawat, dan lainnya.

      Penggunaan resorsinol dalam jumlah yang tinggi akan mengakibatkan gangguan pada sistem saraf pusat dan bahkan menyebabkan masalah pernapasan. Selain itu, resorsinol juga dapat mengganggu sistem hormon endokrin, khususnya fungsi tiroid.

    5. Ftalat
      Ftalat merupakan bahan yang sering digunakan pada lapisan kaleng aluminium, botol plastik, dan mainan. Umumnya, ftalat ini merupakan serangkaian senyawa kimia yang digunakan untuk membuat plastik lebih fleksibel dan tahan lama.

      Yang lebih membahayakan lagi adalah, ftalat masih sering ditemukan pada produk-produk kecantikan. Dan yang paling menakutkan adalah, kita tidak bisa mencium, melihat, bahkan merasakannya, sehingga sulit mengetahui apakah ftalat ini tidak masuk ke tubuh kita. Bahkan ftalat ini tidak pernah dicantumkan dalam label kemasan, tentunya hal ini akan menyulitkan kita sebagai konsumen untuk mengetahui apakah produk tersebut aman dari bahan ftalat. Jenis ftalat yang paling umum adalah ftalat “diethyl” (DEP) yang sering digunakan pada produk cat kuku. Untuk itu, sebelum membeli cat kuku, pastikan tidak ada bahan tersebut pada kandungannya.

      Ftalat menjadi salah satu bahan kimia yang telah dilarang beredar di Eropa dan Australia. Hal itu dikarenakan efek bahaya yang ditimbulkan bahan ini jika sampai masuk kedalam tubuh. Ftalat menyebabkan gangguan pada endokrin, toksin pada reproduksi, hingga memicu kanker.

    Itulah beberapa penjelasan singkat mengenai penganggu endokrin bahan kimia atau EDC, bahaya, hingga jenis senyawa EDC lainnya. Tentunya kamu perlu waspada terhadap bahan-bahan kimia tersebut, terutama saat membeli perawatan kulit atau produk sehari-hari lainnya.

Tinggalkan komentar

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda saat ini kosong.